Rahmadi, Farhan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengabdian Masyarakat Internasional Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry di Madrasah Tahfiz Taufiqillah Kedah Malaysia Mawardi, Mawardi; Juwaini, Juwaini; Abdullah, Muqni Affan; Mohamad, Nor Zatu Amin Binti; Nofaliata, Nofaliata; Fikri, Muhammad Ahsanul; Rahmadi, Farhan; Husni, Muhammad Hadi; Nizar, Hakimul; Fauzi, Muhammad Ilham; Arian, Danu; Mulia, Rayyan Fitrah; Ubaidillah, Nurfuadi; M, Agus Miranda; Syifa, Ahmad; Mutia, Sayuni Putri; Yasri, Wirda; Jannah, Siti Azzahra
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v2i1.151

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan program pengabdian di Madrasah Tahfiz Taufiqillah, Kedah, Malaysia, untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan berbasis tahfiz Al-Qur’an. Program ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi madrasah, seperti keterbatasan dalam pengelolaan pendidikan, fasilitas pembelajaran, dan metode pengajaran yang kurang inovatif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru dan siswa melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan manajemen madrasah.  Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan empat tahapan: identifikasi kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi reflektif. Mahasiswa bekerja sama dengan pihak madrasah untuk merancang solusi yang relevan dengan konteks lokal, seperti pelatihan pembelajaran berbasis teknologi dan pengembangan metode tahfiz yang lebih interaktif. Hasilnya, program ini berhasil meningkatkan kompetensi guru, motivasi siswa, dan efektivitas pengelolaan madrasah. Kesimpulannya, pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi madrasah, sekaligus memperkuat hubungan bilateral dalam bidang pendidikan Islam. Pendekatan kolaboratif ini dapat menjadi model untuk pengabdian serupa di masa depan.
Epistemological Analysis and Pedagogical Challenges of Tafsīr al-Jalālayn Instruction at Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif Aceh Besar Rahmadi, Farhan; Latif, Lazuardi Muhammad; Rizki, Aulia
TAFSE: Journal of Qur'anic Studies Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tafse.v11i1.34081

Abstract

This study investigates the epistemological structure and pedagogical challenges of tafsīr instruction at Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif, Aceh Besar. The research addresses the problem of epistemic limitation resulting from the exclusive reliance on Tafsīr al-Jalālayn and its commentary, Ḥāshiyah al-Ṣāwī, within the tafsīr curriculum of the dayah. This study specifically asks how the use of a single authoritative text influences students’ interpretive competence and the formation of contemporary mufassirīn in the context of modern Qur’anic studies. Employing a qualitative phenomenological approach, data were collected through observation and in-depth interviews with seven purposively selected informants consisting of dayah leaders, teachers, and students. The findings reveal that traditional pedagogical methods such as talaqqī and tikrār strengthen sanad-based knowledge transmission and preserve traditional scholarly authority. However, the exclusive dependence on a single tafsīr text limits students’ comparative hermeneutical perspectives, restricts methodological exploration, and contributes to the restriction of interpretive agency. The study further identifies limited instructional time, restricted access to broader references, and the absence of independent instruction in ‘ulūm al-tafsīr as significant obstacles in developing critical interpretive competence. This study concludes that curriculum reconstruction through the integration of comparative tafsīr studies and broader access to scholarly resources is necessary to balance the preservation of traditional Islamic scholarship with the demands of contemporary analytical and contextual Qur’anic interpretation.