Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Pancasila Dalam Menjembatani Situasi Politik Dan Ekonomi Saat Ini: (Studi Kasus Didesa Tuntungan II, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara) Rahma Yanti Lubis; Adilla Fathimah Azzahra; Chairika Romadani; Della Putri; Kiki Anugrah; Wahyu Kurniawan Batubara
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1409

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peranan penting dalam membentuk karakter bangsa dan menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Di tengah dinamika politik dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, Pancasila hadir sebagai landasan untuk menyatukan keberagaman dan mengatasi ketegangan yang muncul. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Pancasila dapat berperan sebagai solusi dalam menjembatani permasalahan politik dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan analitik deskriptif, mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan relevansinya dalam konteks kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila, dengan lima sila yang terkandung di dalamnya, memiliki potensi besar untuk meredam polarisasi politik, memperkuat kesatuan bangsa, dan mendorong terciptanya kebijakan ekonomi yang adil dan merata. Pancasila juga dapat menjadi pedoman dalam menciptakan stabilitas sosial dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan. Sebagai kesimpulan, Pancasila bukan hanya sebagai simbol negara, tetapi juga sebagai landasan praktis yang mampu menghadapi tantangan politik dan ekonomi di Indonesia, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan kolektif masyarakat.
Hubungan Pola Konsumsi Junk-Food dengan Perilaku Beresiko Penyakit Tidak Menular Pada Remaja SMP Terpadu Al-Farabi Irfan Sazali Nasution; Annisa Zulliani; Chairika Romadani; Cindy Sipahutar; Dwinayla Astri; Intan Lestari; Nadra Daulay
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i2.9463

Abstract

Junk food is generally high in calories, sugar, salt, and fat but low in fiber, vitamins, and minerals. Excessive junk food consumption among adolescents is a risk factor for the increasing incidence of non-communicable diseases (NCDs), such as obesity, hypertension, diabetes mellitus, and cardiovascular disease. Adolescence is a crucial period in the formation of eating habits that will influence health status in adulthood. Lifestyle changes, technological developments, and exposure to fast food advertisements on social media also influence adolescents' consumption behavior.This study aims to determine the relationship between junk food consumption patterns and risk behaviors for non-communicable diseases among students at Alfarabi Integrated Junior High School. The study used a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design. Data collection was conducted on May 23, 2026, by distributing questionnaires directly to 34 ninth-grade students after receiving education about junk food and its impact on health. The results showed that 38.2% of respondents consumed junk food 1–2 times per week, 38.2% consumed it 3–5 times per week, and 23.5% consumed junk food every day. The most commonly consumed types of junk food were fast food (41.2%), instant noodles (32.4%), and sugary drinks (17.6%). Most respondents (70.6%) only exercised occasionally. Frequent health complaints included fatigue, acne, and weight gain. This study shows that high junk food consumption combined with low physical activity can be a risky behavior that contributes to increased risk factors for non-communicable diseases in adolescents. Therefore, education and the promotion of healthy lifestyle habits from school age are necessary.