Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pancasila Sebagai Pilar Demokrasi (Studi Kasus Jalan Jagung,Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan) Nafisa Balqis Hrp; Putri Suci Ramadhani Sirait; Sartika Ramadani Srg; Dwinayla Astri; Noor Asninaeka Azzahra S Meliala; Anggun Suci Fadilla; Masrul Zuhri
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1384

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi pedoman bagi sistem demokrasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana nilai-nilai Pancasila diimplementasikan sebagai pilar demokrasi dalam kehidupan masyarakat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, studi literatur, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, berperan penting dalam menopang demokrasi yang inklusif, adil, dan berkeadilan sosial. Penerapan nilai-nilai ini tampak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti gotong royong, toleransi, dan musyawarah untuk mufakat. Penelitian ini juga menemukan tantangan dalam implementasi nilai-nilai Pancasila di era demokrasi modern, seperti individualisme dan kurangnya kesadaran akan pentingnya gotong royong. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang konsisten untuk menguatkan internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Hubungan Pola Konsumsi Junk-Food dengan Perilaku Beresiko Penyakit Tidak Menular Pada Remaja SMP Terpadu Al-Farabi Irfan Sazali Nasution; Annisa Zulliani; Chairika Romadani; Cindy Sipahutar; Dwinayla Astri; Intan Lestari; Nadra Daulay
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i2.9463

Abstract

Junk food is generally high in calories, sugar, salt, and fat but low in fiber, vitamins, and minerals. Excessive junk food consumption among adolescents is a risk factor for the increasing incidence of non-communicable diseases (NCDs), such as obesity, hypertension, diabetes mellitus, and cardiovascular disease. Adolescence is a crucial period in the formation of eating habits that will influence health status in adulthood. Lifestyle changes, technological developments, and exposure to fast food advertisements on social media also influence adolescents' consumption behavior.This study aims to determine the relationship between junk food consumption patterns and risk behaviors for non-communicable diseases among students at Alfarabi Integrated Junior High School. The study used a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design. Data collection was conducted on May 23, 2026, by distributing questionnaires directly to 34 ninth-grade students after receiving education about junk food and its impact on health. The results showed that 38.2% of respondents consumed junk food 1–2 times per week, 38.2% consumed it 3–5 times per week, and 23.5% consumed junk food every day. The most commonly consumed types of junk food were fast food (41.2%), instant noodles (32.4%), and sugary drinks (17.6%). Most respondents (70.6%) only exercised occasionally. Frequent health complaints included fatigue, acne, and weight gain. This study shows that high junk food consumption combined with low physical activity can be a risky behavior that contributes to increased risk factors for non-communicable diseases in adolescents. Therefore, education and the promotion of healthy lifestyle habits from school age are necessary.