Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V Siahaan, Leoni New Mercy; Sumbayak, Evan; Sigiro, Riris; Sihombing, Ronauli; Sinaga, Tiur Marnita
JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana Vol 4 No 2 (2024): EDISI 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalrectum.v4i2.5455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Problem Based Learning (Pbl) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Mata Pelajaran Ipa Kelas V Sdn 091257 Gunung Hataran. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SD Negeri 091257 Gunung Hataran dengan 25 siswa yang akan dijadikan peneliti sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas V SD Negeri 091257 Gunung Hataran tentang model Problem Based Learning dan hasil keterampilan intelektual siswa, maka dapat disimpulkan bahwa: Hasil penelitian di SD Negeri 091257 Gunung Hataran menunjukkan bahwa nilai Pretest siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 dengan kategori lulus 4 siswa dan siswa yang memperoleh nilai > 70 dengan kategori tidak lulus sebanyak 21 siswa dengan nilai rata-rata 63,88. Pada hasil keterampilan intelektual siswa Posttest, peneliti menemukan adanya peningkatan terhadap hasil leterampilan intelektual siswa. Hal ini dapat diketahui melalui banyaknya siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 dengan kategori lulus yaitu 25 siswa dengan nilai rata-rata 83,32. Peroses pembelajaran pada pembelajaran subtema 2 persatuan dan kesatuan di SD Negeri 091257 Gunung Hataran dengan menggunakan model Problem Based Learning dapat menjadikan suasana pembelajaran lebih aktif dan kondusif karna siswa tidak lagi hanya mendengar dan menulis saja, tetapi siswa diarahkan untuk ikut serta dalam proses pembelajaran, guru hanya akan mengarahkan siswa untuk menemukan solusi dari permasalahan dalam pembelajaran. Berdasarkan analisis uji t diperoleh 〖 t〗_hitung sebesar 13,59 dan 〖 t〗_tabel 1,71. Maka 〖 t〗_hitung > 〖 t〗_tabel atau 13,59 > 1,71, sehingga dapat disimpulkan H_a diterima dan H_o ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh terhadap hasil keterampilan intelektual siswa kelas V pada pembelajaran subtema 2 persatuan dan kesatuan di SD Negeri 091257 Gunung Hataran.
Pengaruh Media Animasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di UPTD SD Negeri 122384 Pematangsiantar Siahaan, Leoni New Mercy; Sijabat, Desi; Barus, Maria
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media animasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di UPTD SD Negeri 122384 Pematangsiantar, yang ditunjukkan oleh hasil observasi dan nilai sumatif sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen tipe One-Group Pre-test Post-test Design. Instrumen penelitian berupa 10 soal esai yang telah divalidasi oleh ahli, kemudian diberikan dalam bentuk pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa dari 62,7 (kategori cukup kritis) pada pre-test menjadi 81,9 (kategori kritis) pada post-test. Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media animasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Media animasi efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif dalam membantu siswa memahami konsep abstrak secara lebih konkret, menarik, dan interaktif, khususnya pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar.