Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kebiasaan Makan dan Status Gizi Mahasiswa Nurul Uswatun Hasanah
Journal of Vocational Health Science Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Vocational Health Science (JOVAS)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jovas.v3i2.39

Abstract

Masa remaja sangat membutuhkan zat gizi lebih tinggi karena pertumbuhan fisik dan perkembangan yang terjadi saat peralihan dari masa anak- anak ke masa remaja. perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan remaja mempengaruhi asupan maupun kebutuhan gizi. Kebiasaan makan pada remaja berkaitan dengan mengonsumsi makanan yang mencakup jenis makanan, jumlah makanan, frekuensi makanan, distribusi makanan dan cara memilih makanan. Kebiasaan makan yang tidak sehat terbentuk karena seringnya kebiasaan remaja jajan di luar rumah yang akan mempengaruhi status gizi remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebiasaan makan dan status gizi pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode observasi, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 26 responden. Pengambilan sampel dengan Quota Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Adolescent Food Habits Ceklis (AFHC), pengukuran berat badan menggunakan bathroom schale dan tinggi badan menggunakan microtoise.
Penguatan Kompetensi Sosial Emosional Mahasiswa sebagai Strategi Pencegahan Konflik di Perguruan Tinggi Universitas Musamus Merauke Nurul Uswatun Hasanah; Adela Anita; Anugerah Mulia Utami; Hermanto Tinambunan; Seven Marganda Bako; Gabriel Gloria Ohee
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mbdawb67

Abstract

This study offers an in-depth examination of the role of social–emotional competence (SEC) in preventing conflict within higher education institutions, particularly in the multicultural and socioeconomically diverse region of South Papua. Universities in this region operate within a complex intersection of cultural identities, historical tensions, infrastructural limitations, and unstable digital communication, all of which contribute to heightened vulnerability to student conflict. Using an expanded systematic literature review and sociocultural contextual analysis, the study reveals that emotional regulation, empathy, social awareness, intercultural competence, and digital emotional literacy significantly contribute to reducing interpersonal, intergroup, and online conflicts among university students. The findings further indicate that SEC related initiatives in Indonesian universities remain fragmented, limiting their long-term impact on campus harmony. This study proposes a conceptual model for institutionalizing SEC within curriculum design, campus policies, faculty development, and student programming to promote sustainable conflict prevention and social cohesion in multicultural higher education settings.
Ketahanan Sosial dan Konflik Laten dalam Pelaksanaan PSN di Merauke: Perspektif Politik Identitas dan Hak Atas Tanah Anugerah Mulia Utami; Nurul Uswatun Hasanah
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7126

Abstract

Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, merupakan kebijakan pembangunan berskala besar yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, implementasinya menimbulkan dampak sosial politik yang kompleks bagi masyarakat adat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan sosial masyarakat adat dalam menghadapi PSN, menganalisis politik identitas sebagai basis resistensi, serta mengeksplorasi benturan antara hak ulayat dengan kebijakan PSN di Merauke. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur kritis dengan pendekatan kualitatif, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dokumen hukum, dan berita media terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSN Merauke telah menyebabkan tekanan signifikan terhadap ketahanan sosial masyarakat adat Marind, Yei Nan, dan Muyu melalui hilangnya akses terhadap tanah dan sumber daya penghidupan tradisional. Politik identitas muncul sebagai basis perlawanan kolektif yang memframing food estate sebagai bentuk kolonialisme baru, dengan simbol-simbol adat seperti Salib Merah menjadi penanda penolakan terhadap penguasaan tanah tanpa persetujuan. Benturan hak ulayat dengan kebijakan PSN mencerminkan kegagalan negara dalam mengakui dan melindungi tanah adat, yang diperparah oleh dinamika kekuasaan timpang berupa intimidasi, kriminalisasi tokoh adat, dan pencabutan simbol perlawanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PSN Merauke tidak dapat berkelanjutan tanpa pengakuan atas hak ulayat dan dialog yang bermakna dengan masyarakat adat. Diperlukan penghentian sementara proyek, perlindungan hukum bagi pembela hak adat, serta evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan PSN secara nasional dengan melibatkan perspektif masyarakat adat dan kelestarian lingkungan.