Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Kompetensi Sosial Emosional Mahasiswa sebagai Strategi Pencegahan Konflik di Perguruan Tinggi Universitas Musamus Merauke Nurul Uswatun Hasanah; Adela Anita; Anugerah Mulia Utami; Hermanto Tinambunan; Seven Marganda Bako; Gabriel Gloria Ohee
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mbdawb67

Abstract

This study offers an in-depth examination of the role of social–emotional competence (SEC) in preventing conflict within higher education institutions, particularly in the multicultural and socioeconomically diverse region of South Papua. Universities in this region operate within a complex intersection of cultural identities, historical tensions, infrastructural limitations, and unstable digital communication, all of which contribute to heightened vulnerability to student conflict. Using an expanded systematic literature review and sociocultural contextual analysis, the study reveals that emotional regulation, empathy, social awareness, intercultural competence, and digital emotional literacy significantly contribute to reducing interpersonal, intergroup, and online conflicts among university students. The findings further indicate that SEC related initiatives in Indonesian universities remain fragmented, limiting their long-term impact on campus harmony. This study proposes a conceptual model for institutionalizing SEC within curriculum design, campus policies, faculty development, and student programming to promote sustainable conflict prevention and social cohesion in multicultural higher education settings.
Peningkatan Pemahaman Ekonomi Kreatif melalui Keterampilan UMKM Batik Kayu dan Kreasi Bambu di Kampung Wasur Kabupaten Merauke Papua Selatan Natalia Suryani Purba; Nurul Uswatun Hasanah; Anugerah Mulia Utami
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/q2mz7339

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan konsep perekonomian yang menempatkan kreativitas, ide, dan inovasi sebagai sumber utama dalam menghasilkan nilai tambah ekonomi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan pemahaman dan keterampilan praktis di bidang ekonomi kreatif. Secara spesifik, program ini berfokus pada pelatihan keterampilan batik kayu dan kreasi bambu sebagai upaya strategis untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi lokal yang terdapat di Kampung Wasur. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan untuk transfer pengetahuan konseptual, diikuti dengan demonstrasi dan praktik langsung untuk penguasaan keterampilan teknis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan di kalangan peserta terkait konsep dasar ekonomi kreatif, serta bertambahnya keterampilan teknis mereka dalam memproduksi kerajinan lokal berbasis batik kayu dan kreasi bambu. Dampak yang dihasilkan adalah lahirnya produk kerajinan yang memiliki daya saing ekonomi, yang pada akhirnya dapat mendorong terciptanya peluang usaha baru dan memperkuat basis ekonomi kreatif di Kampung Wasur
Legitimasi Negara dan Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wilayah Pedalaman Papua Selatan : Penelitian Anugerah Mulia Utami; Nurul Uswatun Hasanah; Eko Rachmat Saputro; Adela Anita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mappi, Papua Selatan, melalui perspektif sosial-politik dengan menyoroti dinamika distribusi, kapasitas kelembagaan, serta persepsi keadilan di wilayah pedalaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik guna memahami secara komprehensif proses translasi kebijakan nasional ke dalam praktik lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif terbatas, dan analisis dokumen terhadap 25 informan yang melibatkan berbagai aktor lokal. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama, yaitu: (1) keterbatasan akses dan kendala logistik sebagai faktor struktural utama; (2) kapasitas kelembagaan dan koordinasi antarlevel pemerintahan yang belum optimal; (3) pentingnya adaptasi budaya dalam implementasi program; (4) persepsi ketimpangan distribusi; serta (5) dimensi simbolik kebijakan dalam membentuk legitimasi negara. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi MBG tidak semata ditentukan oleh desain kebijakan, melainkan sangat dipengaruhi oleh kondisi struktural, kapasitas lokal, serta sensitivitas terhadap konteks sosial-budaya. Secara teoretis, studi ini memperkaya kajian kebijakan publik dengan mengintegrasikan perspektif keadilan distributif dan multilevel governance. Secara praktis, penelitian ini menekankan pentingnya fleksibilitas kebijakan dan pendekatan afirmatif dalam distribusi program sosial di wilayah pedalaman.
Ketahanan Sosial dan Konflik Laten dalam Pelaksanaan PSN di Merauke: Perspektif Politik Identitas dan Hak Atas Tanah Anugerah Mulia Utami; Nurul Uswatun Hasanah
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7126

Abstract

Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, merupakan kebijakan pembangunan berskala besar yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, implementasinya menimbulkan dampak sosial politik yang kompleks bagi masyarakat adat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan sosial masyarakat adat dalam menghadapi PSN, menganalisis politik identitas sebagai basis resistensi, serta mengeksplorasi benturan antara hak ulayat dengan kebijakan PSN di Merauke. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur kritis dengan pendekatan kualitatif, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dokumen hukum, dan berita media terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSN Merauke telah menyebabkan tekanan signifikan terhadap ketahanan sosial masyarakat adat Marind, Yei Nan, dan Muyu melalui hilangnya akses terhadap tanah dan sumber daya penghidupan tradisional. Politik identitas muncul sebagai basis perlawanan kolektif yang memframing food estate sebagai bentuk kolonialisme baru, dengan simbol-simbol adat seperti Salib Merah menjadi penanda penolakan terhadap penguasaan tanah tanpa persetujuan. Benturan hak ulayat dengan kebijakan PSN mencerminkan kegagalan negara dalam mengakui dan melindungi tanah adat, yang diperparah oleh dinamika kekuasaan timpang berupa intimidasi, kriminalisasi tokoh adat, dan pencabutan simbol perlawanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PSN Merauke tidak dapat berkelanjutan tanpa pengakuan atas hak ulayat dan dialog yang bermakna dengan masyarakat adat. Diperlukan penghentian sementara proyek, perlindungan hukum bagi pembela hak adat, serta evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan PSN secara nasional dengan melibatkan perspektif masyarakat adat dan kelestarian lingkungan.