Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PUBLIC SPEAKING VERSUS INTERPERSONAL COMMUNICATION IN UNIVERSITY SETTINGS Sunarti, Erna
Esteem Journal of English Education Study Programme Vol. 8 No. 1 (2025): Esteem Journal of English Education Study Programme
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/esteem.v8i1.16891

Abstract

Effective communication is a cornerstone of academic and professional success, with both public speaking and interpersonal communication playing pivotal roles in university settings. This article examines the differences and interrelations between these two forms of communication within the context of higher education. Public speaking, characterized by structured, formal presentations, often highlights students’ ability to organize thoughts and present ideas to larger audiences. It is crucial for activities such as class presentations, conferences, and academic competitions. On the other hand, interpersonal communication, which involves more spontaneous, informal, and one-on-one or small group interactions, is essential for effective collaboration, networking, and fostering relationships in group projects and everyday university life. While public speaking develops clarity and persuasive skills, interpersonal communication fosters adaptability, empathy, and deeper connections. Both forms of communication are complementary and equally necessary for students’ holistic development, equipping them with the tools to thrive academically and in future professional environments. This article explores strategies to strengthen both public speaking and interpersonal communication skills, emphasizing the importance of integrating them into university curricula to prepare students for diverse communication challenges.
Edukasi dan Diskusi Sebagai Upaya Membangkitkan Peran Mahasiswa Dalam Penerapan Nilai-Nilai Islam Pada Pencegahan Korupsi di Indonesia Sunarti, Erna; Permatasari, Riana; Murtiningrum, Afina; Praptawati, Destary
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i1.802

Abstract

Tingkat korupsi yang tinggi merupakan masalah yang dihadapi banyak negara termasuk Indonesia. Indeks korupsi di Indonesia yang masih tergolong tinggi memicu pemikiran tindakan pencegahan yang dapat dilaksanakan untuk menekan jumlah kasus korupsi yang ada. Salah satu strategi untuk menekan angka korupsi adalah menerapkan nilai-nilai Islam pada konsep kepemimpinan modern. Nilai-nilai Islam seperti adil, amanah, jujur dan bertanggung jawab dapat mencegah tindakan korupsi jika diimplementasikan dalam konsep kepemimpinan yang ada. Penanaman nilai-nilai Islam dalam kepemimpinan dapat melalui pendidikan karakter dan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan kepemimpinan yang transparan dan adil. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Gedung Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Dalam pelaksanaannya, pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang dihadiri oleh 44 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam. Hasil yang dicapai dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada para mahasiswa mengenai nilai-nilai Islam yang dapat diimplementasikan pada konsep kepemimpinan modern dengan memperhatikan tantangan dan hambatan yang mungkin dihadapi pada ranah praktis.
EDUKASI MENTAL HEALTH AND WELL-BEING KEPADA MAHASISWA INDONESIA DI THAILAND Werdani, Kusuma Estu; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara; Indriyani, Yeni; Sunarti, Erna; Prastyo, Eko
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28067

Abstract

Abstrak: Untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik serta meningkatkan status ekonomi dan sosial, banyak mahasiswa Indonesia memilih untuk melanjutkan studi di luar negeri. Selain mendapatkan suasana belajar yang baru di negara lain, tinggal di negara asing dengan budaya yang berbeda dapat menimbulkan ketidakseimbangan pada kesehatan mental mahasiswa karena diwaktu yang bersamaan harus beradaptasi terhadap bahasa baru, budaya baru, dan lingkungan baru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa internasional terhadap hal-hal yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan bagaimana mengatasi berbagai sumber stress yang dialami selama menjadi menempuh studi di luar negeri. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah 20 mahasiswa internasional yang sedang menempuh Pendidikan di Khon Kaen Unviersity. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan metode brainstorming yang telah dilakukan bersama seluruh peserta dan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah menyadari tingginya tekanan akademik yang dihadapi. Sesi brainstorming juga menunjukkan bahwa melalui penyuluhan yang diberikan oleh tim pengabdian, peserta mengetahui lebih jauh terkait berbagai metode coping mechanism.Abstract: To pursue better education and improve their economic and social status, many Indonesian students choose to continue their studies abroad. In addition to experiencing a new learning environment in a foreign country, living in a different country with a distinct culture can disrupt students' mental health due to the need to simultaneously adapt to a new language, culture, and environment. This community service activity aims to enhance international students' knowledge of factors affecting mental health and how to address various sources of stress experienced during their studies abroad. The target audience for this activity consists of 20 international students currently studying at Khon Kaen University. The evaluation activities were conducted using a brainstorming method with all participants, revealing that most of them recognized the high academic pressure they face. The brainstorming session also indicated that, through the counseling provided by the service team, participants gained a deeper understanding of various coping mechanisms.