Artamevia, Mima
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS OPERASIONAL DIVISI KEUANGAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA DI PERUSAHAAN ENERGI MELALUI PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE Artamevia, Mima; Mukti, Iqbal Yulizar; Ramadani, Luthfi
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia kaya akan energi baru terbarukan, khususnya energi surya, sehingga pemanfaatannya perlu dioptimalkan. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang energi baru terbarukan adalah PT XYZ. Kehadiran perusahaan ini tentunya membantu dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi surya menjadi listrik. Di dalam perusahaan ini, terdapat Divisi Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang membantu setiap proses kegiatan operasional. Namun, penggunaan aplikasi untuk mendukung setiap layanan di masing-masing divisi belum merata, sebagian proses sudah didukung oleh aplikasi, sementara sebagian lagi masih dilakukan secara manual. Selain itu, belum ada aplikasi yang terintegrasi satu sama lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan perancangan enterprise architecture pada Divisi Keuangan dan Sumber Daya Manusia. Enterprise architecture (EA) merupakan blueprint atau cetak biru yang berisikan sekumpulan perancangan artefak dari fase bisnis, aplikasi, data, dan teknologi yang menggambarkan kondisi saat ini dan di masa yang akan datang. Proses perancangan EA pada Divisi Keuangan dan Sumber Daya Manusia, dilakukan menggunakan framework TOGAF ADM (The Open Group Arcihtecture Framework) yang dimulai dari fase Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, dan Technology Architecture.
Development of a Strategy for Independent Village Development Based on IDM Predictions Using Linear Regression: A Study of Bi'ih Village, South Kalimantan Artamevia, Mima; Lubis, Muharman; Mukti, Iqbal Yulizar
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 6 No. 5 (2025): JUTIF Volume 6, Number 5, Oktober 2025
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2025.6.5.5265

Abstract

Village development in Indonesia still faces inequality due to uneven utilization of technology, resulting in many villages lagging behind economically despite their strong social and environmental potential. This study aims to predict the status of the Village Development Index (IDM) of Bi’ih Village in 2025 and formulate development strategies toward an independent village through the integration of information technology and local wisdom. The method used is linear regression analysis of IDM data from 2017 to 2024, followed by a gap analysis comparing the achievements of Bi’ih Village with those of 11 self-reliant villages in Karang Intan Subdistrict. The prediction results show that the IDM value of Bi’ih Village in 2025 will be 0.7744, placing it in the Advanced category, 0.0411 points below the Independent threshold (>0.8155). The Social Resilience Index (IKS = 0.8782) and Environmental Resilience Index (IKL = 0.8388) have exceeded the Independent threshold, while the Economic Resilience Index (IKE) remains low at 0.6061. The main constraints include limited access to digital markets, manual financial record-keeping, and low digital literacy among village entrepreneurs. The novelty of this research lies in the formulation of a development strategy based on the integration of ICT and local wisdom, with a focus on strengthening digital BUMDes, implementing integrated financial systems, developing upstream–downstream partnerships, and branding local products. This approach demonstrates that digitalization rooted in local wisdom can enhance economic productivity, strengthen resilience, and support sustainable progress toward independent-village status.
Pemanfaatan Website Desa sebagai Media Transformasi Digital dalam Layanan Administratif dan Promosi Pariwisata Desa Artamevia, Mima; Lubis, Muharman; Mukti, Iqbal
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i1.366

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan website Desa Bi’ih sebagai media transformasi digital dalam pelayanan administratif dan promosi pariwisata. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis dan studi kasus digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam terkait implementasi digitalisasi layanan desa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi langsung, survei, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala desa, perangkat desa, masyarakat, dan wisatawan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna memastikan temuan yang terstruktur dan valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website desa berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi pelayanan administratif melalui penyediaan fitur pengajuan surat, penyimpanan data, dan publikasi informasi publik secara daring. Pemanfaatan website juga mendukung transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa melalui keterbukaan akses terhadap laporan kegiatan, pengumuman resmi, dan kebijakan tata kelola. Pada aspek promosi wisata, website berperan dalam penyebaran informasi destinasi, potensi lokal, serta peluang ekonomi desa, meskipun fitur promosi wisata belum dioptimalkan secara konsisten, terutama dalam hal pengelolaan konten dan pembaruan informasi. Tantangan yang ditemukan meliputi keterbatasan literasi digital, infrastruktur internet, dan konsistensi operasional pengelola website. Untuk menjaga keberlanjutan implementasi digital, diperlukan pelatihan rutin, kolaborasi lintas sektor, penguatan kebijakan digital desa, serta strategi pengelolaan konten. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan website desa berpotensi mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperluas promosi wisata berbasis teknologi di tingkat desa.