Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL KOLABORATIF LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM Siri, Abu
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut UUD No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS mengatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalaian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam konteks islam pendidikan secara bahasa ada tiga kata yang digunakan yang pertama tarbiyah, atta’lim, dan tiga atta’dib,ketiga kata ini mengandung makna yang amat dalam, menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu samalain.Pada hakekatnya pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu pendidikan berperan penting dalam pembangunaan untuk kemajuan suatu bangsa, sehingga tidak salah jika pemerintah senantiasa menigkatkan mutu pendidikan. Pendidikan dapat dilaksanakan dimana saja, salah satu lembaga yang memberikan pendidikan adalah sekolah. Sekolah merupakan tempat terjadinya proses belajar mengajar secara formal, yang bertujuan utuk meningkat mutu pendidikan. Dalam proses belajar mengajar dikatakan berhasil apabila siswa mampu memahami dan menguasai mata pelajaran yang diajarkan. Proses pendidikan, baik dalam pembelajaran diperlukan perangkat-perangkat untuk menunjang dan memperlancar proses belajar mengajar. Dalam menerapkan pembelajaran diperlukan suatu model pembelajaran agar siswa dapat memahami materi dengan mudah serta proses belajar mengajarpun dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tercapainya sebuah tujuan.
TREN PENELITIAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN: ANALISIS BIBLIOMETRIK Siri, Abu; Moh. Jamaluddin Imron; Muksin; Subaidi
GAHWA Vol 2 No 2 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren dan perkembangan kajian ilmiah mengenai penjaminan mutu pendidikan di pondok pesantren dalam kurun waktu 2010 hingga 2025 melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus dan Dimensions, lalu dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrik. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah publikasi dalam topik ini, terutama pasca-ditetapkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Temuan utama mencakup dominasi tema manajemen mutu internal, kepemimpinan instruksional, akreditasi, dan integrasi nilai-nilai khas pesantren dalam sistem mutu. Studi juga menemukan bahwa pesantren unggulan seperti MAN Insan Cendekia dan SMA Dwiwarna telah berhasil mengimplementasikan sistem penjaminan mutu yang efektif dan kontekstual, yang berdampak langsung pada kualitas lulusan dan pengakuan kelembagaan. Visualisasi bibliometrik menunjukkan evolusi tema dari pendekatan teknokratis menuju pendekatan berbasis karakter dan spiritualitas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan model mutu adaptif berbasis nilai dan peningkatan kolaborasi riset lintas institusi dan negara untuk mendukung penguatan mutu pendidikan pesantren ke depan.
Manajemen Asesmen Formatif PAUD berbasis AI-Powered Assessment: Studi Komparatif Efisiensi Guru Dan Akurasi Pelaporan Perkembangan di RA Ta Kottah Daleman Siri, Abu; Azis, Abd
WALADI Vol. 3 No. 1 (2025): Juni, Wawasan Belajar Anak Usia Dini
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v3i1.712

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengalaman guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam praktik asesmen formatif dengan membandingkan dua pendekatan: pemanfaatan sistem AI-Powered Assessment dan metode tradisional berbasis manual. Tujuan utamanya adalah mengungkap bagaimana guru memaknai efisiensi kerja, menghadapi tantangan manajemen data, serta menjaga akurasi dan kedalaman pelaporan perkembangan anak. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif digunakan untuk menelaah dua guru di RA Ta Kottah Daleman, Kecamatan Galis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, serta analisis dokumen berupa laporan perkembangan anak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa integrasi AI secara signifikan menyederhanakan proses dokumentasi dengan mengurangi beban administratif, namun menuntut keterampilan baru dalam validasi dan interpretasi data. Sebaliknya, metode manual memungkinkan laporan yang lebih personal, tetapi cenderung tidak konsisten dan lebih memakan waktu. Kesimpulan utama menegaskan bahwa penerapan AI dalam asesmen PAUD tidak hanya memerlukan infrastruktur teknologi, tetapi juga strategi penguatan kapasitas guru agar mampu memadukan objektivitas sistem dengan sensitivitas profesional mereka, sehingga menghasilkan laporan perkembangan yang lebih komprehensif dan bermakna.
INTERNALISASI NILAI TAUHID MELALUI BERMAIN EDUKATIF: STRATEGI GURU PIAUD DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS ANAK USIA DINI Mamluah, Aya; Abu Siri
WALADI Vol. 2 No. 2 (2024): Desember,Wawasan Belajar Anak Usia Dini
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v2i2.723

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi guru PIAUD dalam menginternalisasikan nilai tauhid melalui bermain edukatif sebagai upaya pembentukan karakter religius anak usia dini. Latar belakang penelitian ini muncul dari fenomena menurunnya sensitivitas spiritual anak di tengah derasnya arus digitalisasi yang menggeser nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan di salah satu lembaga PIAUD di Madura. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif interpretatif dengan pendekatan phenomenological hermeneutics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengintegrasikan nilai tauhid melalui permainan simbolik, lagu islami, dan aktivitas eksploratif alam yang menumbuhkan kesadaran ketuhanan secara natural. Nilai tauhid tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati melalui pengalaman emosional dan sosial anak. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan bermain edukatif berpotensi menjadi paradigma baru pendidikan Islam anak usia dini yang holistik, kreatif, dan berakar pada nilai spiritual.
STRENGTHENING TOLERANCE BASED ON RELIGIOUS EDUCATION THROUGH MULTICULTURAL COMMUNICATION IN PRIMARY SCHOOLS Afandi; Siri, Abu; Bhattacharya, Shilpi
Al-Mudarris: Journal Of Education Vol. 8 No. 2 (2025): edisi OKTOBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/e5d8yq41

Abstract

This research aims to analyze and develop a strategy for strengthening tolerance based on religious education through a multicultural communication approach in  Primary Schools. In the context of Indonesia's diverse society, religious education plays a crucial role in fostering mutual respect and reinforcing the values of togetherness among students. This study employs a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative methods, to explore the relationship between religious instruction, tolerance, and intercultural communication in schools. Quantitative data were obtained through student surveys to measure their level of tolerance, while qualitative data were collected through in-depth interviews with teachers and students to understand the dynamics of multicultural communication in religious teaching. The research findings indicate that the integration of tolerance values into religious subject matter, supported by effective multicultural communication, can enhance students' understanding and acceptance of cultural diversity within the school environment. Furthermore, this study also reveals that inclusive communication strategies and multicultural-based teaching materials have a positive impact on students' attitudes towards differences. These findings are expected to serve as a reference for developing religious education programs that not only build students' spiritual depth but also strengthen harmony and social solidarity in a pluralistic society.