Lely Octaviana, Elsi Setiandari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Keterampilan Pengemasan dan Uji Cita Rasa Cookies Kacang Ikan Gabus (Channa Striata) dalam Pencegahan Stunting pada Balita di Kelurahan Pelambuan Kota Banjarmasin Widyarni, Ari; Netty, Netty; Inayah, Husnul Khatimatun; Ilmi, M. Bahrul; Fakhsiannor, Fakhsiannor; Lely Octaviana, Elsi Setiandari
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i1.895

Abstract

The results of the 2022 Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) show that the stunting rate in Indonesia is 21.6%, South Kalimantan 24.6% and Banjarmasin City 22.4% (5). The city of Banjarmasin with several children under five as many as 64,785 people with a stunting incidence rate of 22.4%, although this figure is below the figure of Kalimantan Province (24.6%), but still above the national average (21.6%). Pelambuan is one of the villages located in West Banjarmasin District in Banjarmasin City, located in the working area of the Pelambuan Health Center with an area of 1.22 Km and a population of 28,715 people with several stunted children under five as many as 24. This activity was carried out on Sunday, May 5, 2024, at 10.00 WITA until it was completed which was carried out at the house of the head of the PKK cadre of Pelambuan Village, Banjarmasin City, with the target of PKK cadres and mothers under five as many as 17 people with the method; pretest, counseling, training, and posttest. This activity was carried out in several stages, namely preparation, and implementation which included packaging and taste testing of Snakehead Fish Nut Cookies (Channa Striata) to making packaging and determining the capital price and selling price. The results of this activity can be known from the 17 respondents who conducted a taste test, namely most of the respondents liked the taste, aroma, color, texture/crispiness, the appearance of cookies, and the appearance of the packaging. In addition to their consumption, it is recommended to be used as a business and sold to increase family income to increase turnover for partners engaged in the economic sector.
Analisis Hubungan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI terhadap Status Gizi Baduta di Wilayah Kerja Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara Widyarni, Ari; Netty, Netty; Inayah, Husnul Khatimatun; Lely Octaviana, Elsi Setiandari; Noorhidayah, Noorhidayah; Handayani, Eka
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21267

Abstract

Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 pasal 17 ayat 2 yang mengatur penyelenggaraan kesehatan anak, menyebutkan peningkatan kesehatan anak dilakukan sejak dalam kandungan, masa bayi, masa Baduta, usia prasekolah dan usia sekolah. Prevalensi kurang gizi di Kalimantan masih tinggi, pada tahun 2022, tercatat sebanyak 1,51% Baduta gizi buruk dan sebanyak 13,38% Baduta gizi kurang. Persentase status gizi Baduta Kota Banjarmasin pada tahun 2022/2023 tercatat sebesar 2,48% Baduta gizi buruk, 28,09% Baduta gizi kurang dan 6,22% Baduta dengan gizi lebih. Jumlah Baduta yang dinyatakan gizi buruk di Kota Banjarmasin pada tahun 2024 mencapai 113 Baduta, sehingga perlu diadakan perbaikan status gizi, salah satunya yaitu dengan memperhatikan pemberian makanan bayi atau Baduta dengan tepat dan sesuai kebutuhan mereka. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel adalah ibu yang memiliki Baduta berumur 6-24 bulan dengan besar sampel sebanyak 114 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, hasil pengumpulan data dianalisis statistik univariat dan bivariat dengan uji Chi Square Test dengan nilai signifikansi (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan karakteristik berdasarkan umur sebagian besar responden berumur 30-34 tahun sebanyak 30,7% serta umur Baduta terbanyak pada umur 13-24 bulan sebanyak 64%. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat konsumsi energi dalam kategori defisit yaitu sebesar 49,1%, sebagian besar tingkat konsumsi protein dalam kategori baik sebesar 42,1% dan sebagian besar Baduta dengan status gizi baik sebesar 50,8%. Analisis bivariat menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara pola pemberian makanan pendamping ASI menurut tingkat konsumsi energi dengan status gizi Baduta (p-value = 0,027) dan ada hubungan antara pola pemberian MP-ASI menurut tingkat konsumsi protein dengan status gizi Baduta (p-value = 0,001). Diharapkan bagi pemegang kepentingan melakukan program pemberian MP-ASI secara tepat sesuai dengan kebutuhan Baduta dan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang belum diteliti dalam penelitian ini yang berhubungan dengan status gizi Baduta.