Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI HABITAT BEKANTAN (Nasalis larvatus Wurmb. ) PADA HUTAN MANGROVE DI BAGIAN HILIR SUNGAI WAIN KALIMANTAN TIMUR Noorhidayah, Noorhidayah; Sidiyasa, Kade; Ma’ruf, Amir
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Struktur dan komposisi vegetasi hutan mangrove habitat bekantan (Nasalis larvatus Wurmb.) di bagian hilir Sungai Wain, Kalimantan Timur menunjukkan bahwa pada habitat bekantan ini kondisi hutannya sudah sangat rusak yang ditandai oleh rendahnya tinggi tajuk teratas dari tegakan, rendahnya tingkat kerapatan pohon, dan rapatnya semak dan tumbuhan bawah yang menutupi lantai hutan.  Komposisi vegetasi terdiri dari 22 jenis pohon yang termasuk ke dalam 20 marga dan 18 suku, serta 18 jenis tumbuhan bawah yang berupa herba, tumbuhan merambat, paku-pakuan, palem, dan pandan.   Berdasarkan besarnya indeks nilai penting (INP),   tingkat pohon didominasi oleh Heritiera littoralis Aiton, pada tingkat pancang juga didominasi oleh Heritiera littoralis Aiton yang berasosiasi dengan Pouteria obovata (R.Br.) Baehni, sedangkan pada tingkat semai didominasi oleh Dillenia suffruticosa (Griff.) Mart.).  Sonneratia caseolaris (L) Engl. merupakan salah satu jenis pohon sebagai sumber pakan bagi bekantan selain satu jenis paku- pakuan yakni Acrostichum aureum Linn. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KANKER PAYUDARA PADA PASIEN YANG DI RAWAT DI RUANG KEMOTERAPI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Noorhidayah, Noorhidayah
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.153 KB)

Abstract

Latar belakang: Kanker merupakan masalah kesehatan global yang mengancam penduduk dunia, tanpa memandang ras, gender, ataupun status social ekonomi tertentu. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013), prevalensi kanker tertinggi pada perempuan, juga data  di Rumah Sakit di Indonesia menunjukkan kasus kanker payudara tertinggi 12.014 orang (28,7%), menyusul kanker serviks 4342 orang (10,4%). Di Kalimantan Timur, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda, tahun 2014 tercatat 10 macam penyakit kanker pada 750 pasien rawat inap, tertinggi kanker payudara sebanyak 216 orang, dan data bulan Agustus hingga Desember 2014 saja, tercatat 55 orang pasien baru dengan kanker payudara yang di rawat di ruang kemoterapi. Terbanyak kelompok usia 41 – 49 tahun (20 orang), usia 50 – 59 tahun 15 orang, usia 30 - 40 tahun 12 orang, dan usia 60 -69 tahun 7 orang, 1 orang berusia 81 tahun (Rekam Medik RSUD AWS, 2015).Tujuan penelitian : menjelaskan hubungan faktor risiko dengan penyakit kanker payudara. Metode penelitian : deskriptif analitik, populasi semua pasien dengan diagnosa kanker payudara yang dirawat di ruang kemoterapi RSUD AWS Samarinda, pengambilan sampel secara total sampling mulai April hingga Juni 2015, menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data, dan dilakukan wawancara tidak berfokus terhadap 10 orang responden. Hasil : terdapat hubungan antara usia responden saat mendapat haid pertama dengan kejadian kanker payudara dengan nilai signifikansi 0,016 (p value < 0,05). Tidak terdapat hubungan antara usia responden ketika melahirkan anak pertama dengan kejadian kanker payudara sebesar 0,250 (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan antara usia responden menapouse alami dengan kejadian kanker payudara dengan nilai signifikansi 0,406 (p value > 0,05). Terdapat hubungan antara riwayat kanker dalam keluarga dengan kejadian kanker payudara pada responden, dengan nilai siginifikansi 0,000 (p value < 0,05). Secara bersama-sama antara variabel usia responden saat mendapat haid pertama, usia responden ketika melahirkan anak pertama, dan adanya riwayat kanker dalam keluarga berhubungan dengan kejadian kanker payudara, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Ketepatan prediksi variabel usia responden saat mendapat haid pertama, usia responden ketika melahirkan anak pertama, dan adanya riwayat kanker dalam keluarga, berpengaruh pada kejadian kanker payudara sebesar 89,1 %. Nilai R Square menunjukkan 72,1% kejadian kanker dipengaruhi oleh usia responden saat mendapat haid pertama, usia responden ketika melahirkan anak pertama, dan adanya riwayat kanker dalam keluarga, 27,9 % dipengaruhi oleh faktor lain.Kata kunci : Faktor risiko dan kanker payudara
Efikasi Diri Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner Shoufiah, Rahmawati; Noorhidayah, Noorhidayah
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupunberkembang. Penyakit ini dapat menjadi penyebab turunnya produktifitas seseorang, perubahan pola hidupdengan menyesuaikan segala aktifitasnya dengan penyakit yang dideritanya. Kondisi seperti ini akan secaralangsung mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Efikasidiri dengan kualitas hidup pasien Penyakit Jantung Koroner. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdengan metode yang bersifat deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitiandilaksanakan di Ruang Poli Jantung RSUD Dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan mulai bulan Agustussampai dengan bulan Oktober 2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 orang. Analisa univariatdilakukan dengan distribusi frekuensi, Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square (x2).Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien PJK.Disarankan untuk perlunya peningkatan promosi kesehatan oleh petugas kesehatan untuk meningkatkankualitasa hidup pasien PJK. Dan dalam memberikan asuhan keperawatan sebaiknya juga memperhatikan danmembantu meningkatkan efikasi diri pasien PJK untuk meningkatkan kualitas hidupnya
PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI (BNNP) DALAM PEMBINAAN TERHADAP PECANDU NARKOBA DI KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Noorhidayah, Noorhidayah; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.97 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kontribusi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) terhadap berkurangnya pengguna narkoba di Kota Samarinda. (2) untuk mengetahui Dampak peran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam pembinaan terhadap pecandu narkoba di Kota Samarinda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M), seksi rehabilitasi dan pecandu narkoba di BNNP Kalimantan Timur sebanyak 12 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kontribusi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) terhadap berkurangnya pengguna narkoba di Kota Samarinda yaitu a) memberikan edukasi, b) menyediakan rehabilitasi dan sc) memberikan life skill tentang keahlian atau minat bakat yang dimiliki para pecandu. (2) Dampak peran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam pembinaan terhadap pecandu narkoba di Kota Samarinda yaitu para pecandu mendapatkan perubahan pola perilaku yang sekarang menjadi lebih baik dan akan bisa kembali ke masyarakat nantinya.
EFEKTIFITAS PERAWATAN TALI PUSAT TEKNIK KERING DAN TERBUKA TERHADAP LAMA PUPUT TALI PUSAT DI KOTA BANJARBARU Noorhidayah, Noorhidayah; Fakhriyah, Fakhriyah; Isnawati, Isnawati; Tazkiah, Muhammad
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i1.2708

Abstract

Abstrak  Tetanus neonatorum dan infeksi tali pusat menjadi penyebab kesakitandankematiandiberbagainegara.Setiaptahunsekitar 500.000 bayi meninggal karena tetanus neonatorum . Tujuanpenelitianmenganalisis efektifitas perawatan tali pusat dengan teknik kering dan terbuka terhadap lama puput tali pusat pada bayi baru lahir. Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan kohort. Populasi adalah bayi baru lahir bulan April – Mei 2014 dengan berat badan >2500 gramdi BPS Lasmitasari, S.ST, Siti Musrifah, Am.Keb, Wiwik Indriani, Am.Keb dan RSUD Banjarbaru. Sampel menggunakanaccidental sampling. Hasil uji denganMann – Whitneymenunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara perawatan tali pusat dengan teknik kering dan terbuka terhadap lama puput tali pusat pada bayi baru lahir (p = 0,759 >α = 0,05). Disarankan bagi tenaga kesehatan memberikan pengetahuan kepada ibu tentang perawatan tali pusat yang efektif, seperti teknik kering dan terbuka sehingga ibu dapat memberikan perawatan tali pusat yang tepat dan aman untuk bayi. Kata-kata Kunci : perawatan tali pusat, teknik kering, teknik terbuka, lama pupus tali pusat Abstract Neonatal Tetanusandumbilical cord stump infection are the causes ofmorbidityandmortalityinvariouscountries. Each year about500,000babiesdie because ofNeonatal Tetanus.The purposeof studyto analyzethe effectiveness of stumptreatmentwithdryandopen technique toward fall off time of stump on newborn baby. Theresearch designwasa cohortanalyticapproach. The population arenewborn baby which was born inApril-May2014hasweight>2,500 gramatBPSLasmitasari, S.ST, SitiMusrifah, Am.Keb, WiwikIndriani, Am.KebandRSUDBanjarbarufrom April to May, 2014. Sample using accidental sampling. Mann-Whitney testshowed nodifferencebetweentreatmentwithdryandopen technique to stump on newborn baby(p =0.759>α=0.05). For health workers should be able to educate mothers about stump effective treatment, such as dry technique and open technique in order to provide safe and proper umbilical cord treatment for babies. Key words : umbilical cord treatment, dry technique, open technique, the fall off time of stump  
STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN MEDIA LEAFLET DAN VIDEO BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA Kasman, Kasman; Noorhidayah, Noorhidayah; Persada, Kasuma Bakti
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i2.3842

Abstract

Abstrak Proses pendidikan kesehatan dalam mencapai tujuan melalui perubahan perilaku remaja yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu materi atau pesan yang disampaikan alat peraga, metode dari petugas atau pendidik yang melakukan promosi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara penggunaan media leaflet dan video terhadap pengetahuan bahaya merokok pada remaja. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen-Semu dengan rancangan penelitian Pretest and Posttest without Control Group Design dengan menggunakan media leaflet dan video sebagai bentuk edukasi pada 40 remaja. Pengukuran pengetahuan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner kemudian dilakukan analisis degan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua penggunaan media leaflet dan video sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok. Ada perbedaan pengaruh antara kelompok video dan leaflet, dimana nilai p = 0.004 ≤ α = 0,05, diketahui rata-rata peningkatan sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan dari kelompok leaflet adalah 36,67 dan kelompok media video adalah 22,48. Media leaflet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dibandingkan video, walaupun kelompok media video juga menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan. Kata-kata kunci: Leaflet, video, pengetahuan, bahaya merokok, remaja  Abstract The process of education health in achieving its objectives by the behavior teenager influenced by several factors including the matter or the message was props, methods of a clerk or educator who promote health. The purpose of this research to know the difference between the use of the influence of the media leaflets and video on knowledge about the dangers of smoking on teenage. The type of this research is a quasi-experiment with research design of Pretest and Posttest without Control Group by using leaflet and video media as a form of education on 40 adolescents. Measurement of pre-test knowledge and post-test using questionnaire then analyzed by t test. The results show that both the use of leaflets and video media is equally effective in enhancing adolescent knowledge about the dangers of smoking. There is a difference of influence between video groups and leaflets, where the value p = 0.004 ≤ α = 0.05, known that the average increase before and after being given health education from leaflet group is 36,67 and video media group is 22,48. leaflets are more effective in increasing adolescent knowledge about the dangers of smoking than video, although video media groups also show an average increase in knowledge. Keywords : Leaflets, videos, knowledge, dangers of smoking, youth
Hubungan Pola Makan dan Stres dengan Kejadian Dispepsia pada Siswa di SMP Negeri 2 Karang Intan Elsi Setiandari Lely Octaviana; Noorhidayah Noorhidayah; Aulia Rachman
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v11i2.363

Abstract

Dyspepsia is a type of non-communicable disease that occurs not only in Indonesia but also in the world. Dyspepsia is a term commonly used for a syndrome or a collection of symptoms or complaints in the form of pain or discomfort in the gut, nausea, bloating, vomiting, belching, feeling full quickly, and a full stomach. The high incidence of dyspepsia in adolescents is mostly caused by irregular dietary patterns. Dyspepsia can also be caused by several factors, including stress. Stress can affect gastrointestinal function and trigger complaints in healthy people, one of which is dyspepsia. This condition is due to excess stomach acid and a decrease in gastric contractility that precedes complaints of nausea after a central stress stimulus. From the results of the initial interviews conducted on 15 students of State Junior High School 2 Karang Intan, 9 of them had dyspepsia. This study aimed to determine the relation of dietary patterns and stress to the incidence of dyspepsia in students of State Junior High School 2 Karang Intan. This quantitative research used a cross-sectional study design. The number of samples was 56 people. The data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed that 56 people (55,4%) met the dyspepsia criteria with a p-value of 0.001 (p <0.05), and 21 people had stress (80.8%) with a p-value of 0.001 (p<0.05).
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Pegawai Di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin Noorhidayah Noorhidayah; Fikri Ghody
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.299 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.726

Abstract

Latar Belakang : tujuan organisasi tidak akan tercapai jika kinerja pegawainya tidak maksimal. . Berdasarkan studi pendahuluan melalui observasi ditemukan sebagian pegawai pada saat jam kerja tidak berada di ruangan dan waktu kerja digunakan berbincang-bincang sesama pegawai. Pelanggaran disiplin yang paling umum dijumpai adalah banyak pegawai yang memanfaatkan waktu dinas untuk mengerjakan hal lain, terutama untuk mencari tambahan penghasilan.Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin.Metode : survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan total sampling sebanyak 63  orang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan teknik analisa data dengan uji chi square dengan α 0,05Hasil  : dari 63 orang pegawai sebagian besar kinerja baik dengan jumlah 39 orang (61,9%), pendidikan pegawai sebagian besar sesuai sebanyak 45 orang (71,4%), sebagian besar masa kerja pegawai baru sebanyak 25 orang (39,7%), motivasi kerja pegawai sebagian besar baik dengan jumlah 43 orang (68,3%), sebagian besar disiplin kerja pegawai baik yaitu 43 orang (68,3%), sikap pegawai sebagian besar positif dengan jumlah 41 orang (65,1%), sebagian besar dukungan sumber daya baik sebanyak 34 orang  (54%).     Kesimpulan : tidak ada hubungan pendidikan (p = 0,712) dan masa kerja (p = 0,910) dengan kinerja pegawai, ada hubungan motivasi (p = 0,031), disiplin kerja (p = 0,000) , sikap (p = 0,000)  dan dukungan sumber daya (p = 0,000) dengan kinerja pegawai, Diharapkan pegawai dapat memaksimalkan tanggung jawab yang berkaitan dengan implementasi pekerjaan sehingga kinerja dapat meningkat.Kata kunci: kinerja, pendidikan, masa kerja, motivasi, disiplin, sikap, dukungan sumber daya Background: organizational goals will not be achieved if employee performance is not optimal. . Based on a preliminary study through observation, it was found that some employees during working hours were not in the room, and working time was used to converse with fellow employees. The most common disciplinary violations encountered are many employees who take advantage of the service time to do other things, especially to find additional income.purposes: to find out the factors related to the performance of employees at the Environmental Service Office of the Tapin Regencymethods: an analytic survey with a cross-sectional approach with a total sampling of 63 people. The research instrument used a questionnaire and data analysis techniques with the chi-square test with α 0.05Result: Out of 63 employees, most of them have good performance with 39 people (61.9%), most of the employees' education is in accordance with 45 people (71.4%), most of the tenure of new employees are 25 people (39.7%), Most of the employees work motivation is good with a total of 43 people (68.3%), most of the employees 'work discipline is good, namely 43 people (68.3%), most of the employees' attitudes are positive with the number of 41 people (65.1%). large support from good resources as many as 34 people (54%).Conclusion: there is no relationship between education and tenure with employee performance, there is a relationship between motivation, work discipline, attitudes, and support of resources with employee performance, it is hoped that employees can maximize responsibilities related to work implementation so that performance can increase Keywords: performance, education, tenure, motivation, discipline, attitude, support resources
Hubungan Pola Asuh Orang Tua, Penggunaan Media Sosial Dan Pengetahuan Remaja Dengan Kesehatan Reproduksi Di MTS Pangeran Muhammad Noor Kota Banjarmasin Noorhidayah Noorhidayah; Yeni Riza; Mutia Linda
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.81 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hasil konferensi Internasional comference On Population Development (ICPD) dan Mellinium Development Goals (MDG’s) diharapkan di akhir tahun 2015, minimal 90% dari seluruh jumlah remaja sudah mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual (Respati, 2012). Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Sifat khas remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai pertualang dan tantangan serta cenderung berani menanggung resiko atas perbuatannya tanpa ada pertimbangan terlebih dahulu secara matang. Sifat dan perilaku berisiko pada remaja tersebut memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan peduli remaja yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan remaja (Depkes RI, 2014). Pola asuh dan media sosial merupakan hal yang membentuk kepribadian, khususnya pada saat usia remaja. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua, Penggunaan Media Sosial dan Pengetahuan Remaja Dengan Kesehatan Reproduksi di Mts Pangeran Muhammad Noor.Metode Penelitian : Penelitian observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan Cross Sectiona) menggunakan total sampling yaitu sebanyak 83 orang.Hasil : Hasil penelitian dari 83 orang remaja yang pola asuh orang tua baik sebanyak 17 orang (20,5%), sedang sebanyak 36 orang (43,4%) sedangkan buruk sebanyak 30 orang (36,1%). Penggunaan media sosial tentang kesehatan reproduksi yang penggunaan media sosial baik sebanyak 5 orang (6,0%), cukup sebanyak 42 orang (50,6%) sedangkan yang kurang sebanyak 36 orang (43,4%). Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi yang mempunyai pengetahuan remaja baik sebanyak 27 orang (32,5%), cukup sebanyak 37 orang (44,6%), kurang sebanyak 19 orang (22,9%). Sedangkan remaja yang mempunyai keluhan kesehatan reproduksi sebanyak 47 orang (56,6 %) dan yang tidak ada keluhan sebanyak  36 orang (43,4 %).Dari hasil analisis uji chi Square didapatkan hasil pola asuh orang tua dengan kesehatan reproduksi yaitu remaja yang mengalami keluhan kesehatan reproduksi lebih banyak pada penggunaan media sosial kurang, sedangkan proporsi remaja yang tidak mengalami keluhan kesehatan reproduksi lebih banyak pada penggunaan media sosial cukup. Remaja yang mengalami keluhan kesehatan reproduksi lebih banyak pada pengetahuan remaja cukup, sedangkan remaja yang tidak mengalami keluhan lebih banyak pada penggunaan media sosial baik.Kesimpulan:  Ada hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan reproduksi, ada hubungan penggunaan media sosial dengan kesehatan reproduksi, ada hubungan pengetahuan remaja dengan kesehatan reproduksi. Diharapkan agar remaja senantiasa meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi baik dari orang tua atau di media sosial tentang kembang tumbuh dan permasalahan pada kesehatan reproduksi pada remaja.Kata kunci: Kesehatan Reproduksi, Pola Asuh Orang Tua, Penggunaan Media Sosial, Pengetahuan Remaja ABSTRACT Background : The results of the International Conference on Population Development (ICPD) and Mellinium Development Goals (MDG's) are expected at the end of 2015, at least 90% of all adolescents have information about reproductive and sexual health (Respati, 2012). Adolescence is a period of rapid growth and development both physically, psychologically and intellectually. The typical nature of adolescents has a great curiosity, likes adventure and challenges and tends to dare to bear the risk of his actions without any careful consideration in advance. The character and risk behavior of adolescents requires the availability of health care services for adolescents who can meet the health needs of adolescents (Ministry of Health, 2014). Parenting and social media are things that shape personality, especially during adolescence. Research purposes : To know the Parent's Parenting Relationship, Use of Social Media and Youth Knowledge With Reproductive Health at Mts Prince Muhammad Noor.Research methods : The observational analytic study, using the Cross Section approach) uses a total sampling of 83 peopleResults : The results of the study were 83 adolescents with good parenting as many as 17 people (20.5%), moderate as many as 36 people (43.4%) while the poor were 30 people (36.1%). The use of social media about reproductive health which uses good social media as many as 5 people (6.0%), enough as many as 42 people (50.6%) while the less as many as 36 people (43.4%). Knowledge of adolescents about reproductive health that has good adolescent knowledge of 27 people (32.5%), enough as many as 37 people (44.6%), less as many as 19 people (22.9%). While adolescents who have reproductive health complaints are 47 people (56.6%) and those who have no complaints are 36 people (43.4%).From the results of the chi square test, the results of parenting parents with reproductive health were obtained, namely teenagers who experienced more reproductive health complaints on the use of social media was less, while the proportion of adolescents who did not experience reproductive health complaints was sufficient. Adolescents who experience reproductive health complaints are more likely to be sufficient adolescent knowledge, while adolescents who do not experience complaints are more likely to use social media well.Conclusion : There is a relationship parenting parents with reproductive health, there is a relationship using social media with reproductive health, there is a relationship of adolescent knowledge with reproductive health. It is expected that adolescents always improve knowledge about reproductive health either from parents or in social media about growth and growth problems in reproductive health in adolescents. Keywords : Health Reproduction , Parent Care Patterns, Use of Social Media, Youth Knowledge.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN SUMBER INFORMASI DENGAN UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA KOMUNITAS ANAK JALANAN DI BANJARMASIN TAHUN 2016 Noorhidayah Noorhidayah; Asrinawaty Asrinawaty; Perdana Perdana
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.407 KB)

Abstract

Latar Belakang : AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrom) merupakan penyakit menular yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immuno Deficiency Virus). Saat ini HIV/AIDS telah menyebarluas di seluruh bagian dunia. Berdasarkan data DinKes Provinsi Kalimantan Selatan terhitung sejak tahun 2002 sampai dengan Desember 2015 telah ditemukan dan dilaporkan sebanyak 1237 kasus HIV dan AIDS dengan rincian adalah HIV sebanyak 664 Kasus (53,7%) dan AIDS sebanyak 573 Kasus (46.3%) dengan penderita terbanyak berada di usia 15-29 tahun yaitu sebanyak 503 kasus.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja komunitas anak jalanan di Banjarmasin.Metode Penelitian : penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan total sampling yaitu sebanyak 51 orang.Hasil : Hasil penelitian dari 51 orang remaja komunitas anak jalanan bahwa pengetahuan remaja komunitas anak jalanan terbanyak pada kategori cukup dengan jumlah 25 orang (49%). Untuk sikap remaja komunitas anak jalanan terbanyak pada kategori sikap positif dengan jumlah 31 orang (60,8%). Sumber informasi remaja komunitas anak jalanan terbanyak pada kategori cukup dengan jumlah 20 orang (39,2%). Untuk upaya pencegahan HIV/AIDS terbanyak pada kategori mencegah dengan jumlah 29 orang (56,9%). Dari hasil analisis uji chi Square didapatkan hasil pengetahuan dengan upaya pencegahan p value = 0,000 α (0,05). Hasil analisis sikap dengan upaya pencegahan didapatkan hasil p value = 0,000 α ( 0,05), sedangkan hasil analisis sumber informasi p value = 0,000 α (0,05).Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja komunitas anak jalanan di Banjarmasin tahun 2016. Diharapkan agar instansi yang memberikan pembinaan pada anak jalanan agar mengadakan kerjasama dengan instansi kesehatan untuk memberikan penyuluhan bagi para anak jalanan tentang bahaya dan upaya pencegahan HIV/AIDS.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Sumber Informasi, Upaya Pencegahan.