Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kepuasan Masyarakat Terhadap Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Berbasis Aplikasi LAYDA-K Di Kota Baubau Mayunita, Sry; Jahami, Jasti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.198-208

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menilai kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan administrasi kependudukan dengan menggunakan aplikasi LAYDA-K di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Sampel penelitian berjumlah 100 orang, diperoleh dengan metodologi purposive sampling. Pengolahan data dengan SPSS 25 meliputi pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, penilaian heteroskedastisitas, evaluasi multikolinearitas, analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi berganda, serta uji F dan t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kota Baubau cukup baik. Kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang baik dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat sebagai penerima pelayanan. Aplikasi LAYDA-K yang digagas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Baubau ini menunjukkan kualitas pelayanan yang patut diapresiasi. Penerapan LAYDA-K memberikan dampak positif terhadap kepuasan masyarakat dalam pengelolaan administrasi kependudukan. Apalagi kualitas pelayanan dengan adanya aplikasi LAYDA-K memberikan kepuasan yang signifikan bagi masyarakat Kota Baubau.
Implementation of Mobile Samsat Services in Improving the Quality of Public Services in Bapenda Southeast Sulawesi Province Mayunita*, Sry; Wijaya, Andy Arya Maulana; Suhada, Suhada; Jahami, Jasti
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 7, No 2 (2024): April, The Election and Political History
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v7i2.38706

Abstract

Mobile Samsat is an innovation launched by the Southeast Sulawesi Bapenda as a form of innovation in the field of public services with the aim of increasing regional revenues sourced from the re-registration of Motor Vehicle Tax (PKB). This research aims to determine the implementation of Mobile Samsat services in improving the quality of public services in Bapenda Southeast Sulawesi. The research method used is a descriptive research method with a qualitative approach. Data collection techniques use three methods, namely interviews, observation and documentation studies. The data sources in this research consist of two, namely primary data sources and secondary data sources. The data analysis technique uses three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the overall implementation of Mobile Samsat services is running effectively. Communication variables that show that implementation has been effective. The resources variable shows that resources in overall implementation have been maximized, although there must be additional staff resources. The attitude or disposition variable of the implementer has shown a good attitude. The bureaucratic structure variable also shows the existence of Standard Operating Procedures (SOP) in the implementation of services.
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Pada Badan Usaha Milik Desa Lamando Jaya Sadat, Anwar; Jahami, Jasti; Rajab, Rajab; Dwi Febrianti, Yuyun; Aksa Al Amin, Muhammad
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6087

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan bentuk kelembagaan desa yang memiliki kegiatan menjalankan usaha ekonomi untuk memperoleh manfaat yang berguna bagi kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes dibentuk sebagai penggerak roda perekonomian desa, dan juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa (PADesa) sehingga tercapainya desa yang mandiri. BUMDes wajib menyusun laporan keuangan seluruh unit usahanya dengan baik, akuntabel dan transparan. Desa Sandang Pangang Kabupaten Buton Selatan merupakan mitra dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Peserta dalam kegiatan ini adalah pengurus BUMDes dan aparatur desa. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memberikan materi tentang pengelolaan BUMDes dan pelatihan penyusunan laporan keuangan. Metode pelaksanaan kegiatan PKM adalah workshop dan pelatihan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan PKM adalah meningkatkan pemahaman mitra dalam pengelolaan BUMDes dan memiliki keterampilan dalam menyusun laporan keuangan BUMDes
Pendekatan Literasi Digital Berbasis Website Dalam Pengelolaan Desa Wisata Wasuemba Kabupaten Buton Wijaya, Andy Arya Maulana; Sa'ban, L.M Azhar; Hidayatullah, Muhammad; Arwan, Laode; Jahami, Jasti; Mawangsari, Putri; Narwati, Narwati; Arroyan, Fadel; Anwar, Nirmala Sari
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2025): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i1.2356

Abstract

The Digital Literacy Action Program Based on a Website in Wasuemba Tourism Village, Buton Regency, is a community empowerment initiative to address limited digital literacy and underdeveloped tourism promotion. Despite being listed in the Top 100 ADWI 2024, marine, cultural, and local product potentials have not significantly improved community welfare due to inadequate internet infrastructure, low digital skills, and reliance on simple social media content. This program, implemented by Universitas Muhammadiyah Buton with Pokdarwis Lahonduru, involved socialization, management training, the development of an official village website (https://wasuemba-desa.id), Starlink internet installation, and digital content workshops. Results indicate improved digital literacy, with participants’ understanding rising from 38% (pre-test) to 60% highly proficient (post-test). Academically, the program contributes a community-based digital literacy model for tourism village development. Socio-economically, it fosters community participation, broadens promotion, increases tourist visits, and creates new entrepreneurial opportunities. Hence, the program emphasizes the importance of integrating digital literacy, infrastructure, and community participation to enhance rural tourism competitiveness in the digital era.