Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal ATMOSPHERE

PENGARUH VARIASI PELARUT EKSTRAKSI DAN DAYA SIMPAN TERHADAP KADAR ANTOSIANIN DALAM TES KIT UJI FORMALIN BERBAHAN DASAR UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L. Poir) Zuri Rismiarti
jurnal ATMOSPHERE Vol. 1 No. 1 (2020): ATMOSPHERE
Publisher : Teknik Kimia ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/atmosphere.v1i1.2779

Abstract

Formalin merupakan salah satu bahan pencemar kimia yang memberikan efek negatif bagi tubuh. Evaluasi dan monitoring peredaran makanan diperlukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi aman. Tujuan dari penelitian ini adalah pembuatan tes kit uji formalin berbahan dasar ubi jalar ungu untuk memaksimalkan potensi alam dalam rangka membantu mengawasi peredaran makanan berbahaya. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah ekstraksi antosianin ubi jalar ungu, optimasi larutan ekstrak antosianin dengan formalin, uji daya simpan, dan uji validasi. Hasil menunjukkan ekstrak dengan pelarut etanol 96% memiliki warna coklat dengan pH 5 dan berwarna merah dengan pH 0 untuk ekstrak menggunakan pelarut etanol 96% dengan HCl 1,5 M. Hasil optimasi larutan ekstrak dengan formalin menunjukkan perubahan warna signifikan dengan perbandingan 1:10 pada ekstrak menggunakan pelarut etanol 96% dan 1:20 untuk ekstrak dengan pelarut etanol 96% dengan HCl 1,5 M. Pengujian daya simpan pada masing–masing pelarut menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut asam lebih stabil daripada ekstrak yang menggunakan pelarut netral. Hasil uji validasi dapat diketahui bahwa ekstrak antosianin ubi jalar ungu mampu mengidentifikasi adanya kandungan formalin dalam makanan. Hasil perubahan warna signifikan pada pangan yang diuji ditunjukkan pada ekstrak antosianin dengan menggunakan pelarut bersifat asam yaitu etanol 96% dan HCl 1,5 M.
OPTIMASI PELARUT EKSTRAKSI ANTOSIANIN DARI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L. Poir) UNTUK DETEKSI BORAKS DALAM MAKANAN Zuri Rismiarti
jurnal ATMOSPHERE Vol. 3 No. 1 (2022): ATMOSPHERE
Publisher : Teknik Kimia ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/atmosphere.v3i1.4298

Abstract

Ekstrak antosianin dari ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir) dapat dimanfaatkan untuk deteksi boraks dalam makanan. Dengan memanfaatkan ekstraks antosianin dari ubi jalar ungu maka pemakaian reagen kimia untuk deteksi boraks dalam sampel makanan dapat diminimilisir. Perbedaan dalam penggunaan pelarut dan perbandingan pelarut akan menghasilkan konsentrasi ekstrak antosianin yang berbeda. Oleh sebab itu dilakukan maserasi dengan menggunakan 2 pelarut yang berbeda. Maserasi 1 dilakukan dengan menggunakan pelarut dengan perbandingan 25:1:5 (etanol: asam asetat glasial: aquades) jumlahnya 100 mL. Untuk maserasi 2 dilakukan dengan pelarut HCl 1,5M yang dibuat dalam etanol pada volume 100 mL. Maserasi dilakukan selama 24 jam. Kemudian untuk menganalisa kadar antosianin masing-masing pelarut dilakukan dengan menggunakan metode antosianin monomerik melalui spektrofotometri (mg/L).Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kadar antosianin tertinggi dari ekstraksi ubu jalar ungu sebesar 11, 910 mg/L dalam 10 gram ubi jalar ungu basah dengan menggunakan maserasi 2.