Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Integration of Islamic Economic Sociology in the Dynamics of Traditional Markets A Case Study of Dander Market, Bojonegoro Nurul A'yun; Nasihun Amin; Ananda Afrilia Kurnia Putri
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/almuttaqin.v6i1.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi konsep sosiologi ekonomi Islam dalam dinamika pasar tradisional dengan studi kasus Pasar Dander, Bojonegoro. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai keadilan, solidaritas sosial, dan keberlanjutan yang diajarkan dalam ekonomi Islam diterapkan oleh pedagang dan pengelola pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang di Pasar Dander menerapkan prinsip keadilan dalam transaksi, seperti memberikan harga wajar dan takaran yang jujur. Solidaritas sosial juga terlihat dalam bentuk kerja sama antar pedagang, meskipun belum terorganisir secara formal. Namun, tantangan seperti ketimpangan pendapatan antara pedagang tetap dan musiman, serta kurangnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan lingkungan, masih perlu diatasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi sosiologi ekonomi Islam dapat memperkuat dinamika pasar tradisional melalui penerapan nilai-nilai keadilan, keberlanjutan, dan solidaritas, serta menyarankan peningkatan peran lembaga berbasis syariah dalam mendukung pedagang lokal.
Integrasi Maqashid Syariah dalam Ekonomi Islam: Perspektif Asy-Syatibi dan Implikasinya terhadap Kesejahteraan Umat Nurul A'yun
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 6 No. 02 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/al-muttaqin.v6i02.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Maqashid Syariah menurut perspektif Imam Asy-Syatibi dan mengintegrasikannya ke dalam sistem ekonomi Islam sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan umat. Maqashid Syariah, yang mencakup perlindungan terhadap agama (din), jiwa (nafs), akal (‘aql), keturunan (nasl), dan harta (mal), merupakan fondasi utama dalam menetapkan hukum Islam yang berorientasi pada kemaslahatan. Pendekatan Asy-Syatibi yang bersifat holistik menekankan bahwa syariat Islam hadir untuk memenuhi kebutuhan daruriyat, hajiyat, dan tahsiniyat umat manusia. Dalam konteks ekonomi Islam, prinsip-prinsip ini tercermin dalam sistem distribusi kekayaan yang adil, larangan riba dan eksploitasi, serta dorongan terhadap aktivitas ekonomi yang beretika dan berkeadilan. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa integrasi Maqashid Syariah dalam kebijakan dan praktik ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan umat secara komprehensif, baik secara material maupun spiritual. Hasil kajian ini mempertegas pentingnya landasan maqashidi dalam membentuk sistem ekonomi Islam yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Kenaikan Harga Menjelang Lebaran Berdasarkan Teori Penawaran Islam Nurul A'yun; kotimah
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/almuttaqin.v5i1.138

Abstract

Price is one of the elements in buying and selling transactions, namely the existence of a clear price for the object being bought and sold. The increase in prices of goods and services ahead of Eid is often a concern for the public. This incident often has negative consequences, especially for consumers who feel burdened by the increase in living costs from the origin of main ingredients to other products. Meanwhile, the Islamic concept is very detailed in how to regulate one's way of life so as not to be burdened by any conditions. Price is one of the elements in buying and selling transactions, namely the existence of a clear price for the object being traded. Therefore, the price of a product is one of the determinants of the size of market demand. Thus, price is always a measure of whether someone will make a purchase or not to fulfill their life needs. Where currently the price of basic necessities has soared (increased) because basic necessities always experience price fluctuations. This research uses qualitative research methods and Library Research data collection techniques as well as descriptive methods. The source of document data that can be obtained from the field is in the form of books, archives, magazines, and documents related to the research focus. As a result of research, it can be seen that prices leading up to Eid are very important in Islam
FLEXING PADA PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM nurul a'yun
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/almuttaqin.v4i1.141

Abstract

Perkembangan teknologi menghasilkan media sosial tidak hanya digunakan buat bertukar informasi. Lebih jauh lagi media sosial waktu ini dipergunakan untuk media pemasaran. Pemasaran yang berkembang dimasyarakat waktu ini identik dengan kenyataan flexing atau pamer kekayaan, dengan tujuan meyakinkan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab flexing dan bagaimana perilaku tersebut dipandang dari sudut pandang teori sikap konsumen Islam. Metode yang dipergunakan ialah metodologi penelitian kualitatif menggunakan pendekatan analisis pustaka. hasil penelitian ini ada 5 faktor penyebab flexing, yaitu untuk meningkatkan harga diri atau gambaran diri, mendapatkan pasangan berasal golongan tertentu, sebagai wahana pemasaran, lingkungan dan kepribadian yang membentuk karakter dan kurangnya ikut merasakan terhadap orang lain. Flexing yang tidak sinkron dengan sikap Konsumen Islami karena bertentangan dengan prinsip, tata cara dan etika konsumsi serta juga bertentangan dalil-dalilnya baik berasal Al Quran juga dari hadis Nabi Muhammad SAW
ISLAMIC BUSINESS ETHICS YUSUF AL-QARDHAWI'S PERSPECTIVE Nurul A'yun
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/almuttaqin.v5i2.195

Abstract

This research aims to analyze and understand business ethics from the perspective of Yusuf al-Qardhawi, a leading Islamic cleric and scholar. The focus of the research is to identify the basic principles of business ethics proposed by al-Qardhawi, as well as how these principles are applied in modern business practices. The research method used is qualitative research with a descriptive-analytical approach. Data was collected through literature studies which included the written works of Yusuf al-Qardhawi and other relevant secondary sources. Data analysis was carried out by examining main concepts such as justice, honesty, trust, prohibition of usury and gharar, and social responsibility in the context of Islamic business ethics. It is hoped that the research results will provide in-depth insight into how Islamic ethical values ​​can be integrated into daily business practices, as well as contribute to the development of Islamic business ethics theory and practice. Keywords: business ethics, Yusuf al-Qardhawi