Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strengthening Discipline and English Proficiency: EFL Preservice Teachers' Perspectives on Reciting Qur'an with English Translation Zulfa Nabila; Eka Fanti Sulistiyaningsih; Atik Muhimatun Asroriyah; Hastri Firharmawan
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.288

Abstract

This study explores EFL preservice teachers' perspectives on reciting the Qur'an with English translation as a strategy to strengthen discipline and English proficiency. Descriptive mixed methods was employed at the English Education Department of UMNU Kebumen, involving 47 preservice teachers from second and fourth semesters. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, observations, and documentation over one semester. The findings revealed that students held highly positive perspectives, perceiving the practice as an educational consequence rather than punishment. The activity effectively reduced tardiness frequency, enhanced students' awareness of punctuality, and facilitated internalization of discipline as personal value. Regarding language development, students reported perceived improvements in vocabulary acquisition, pronunciation skills, and recognition of Islamic-English lexical equivalents. The integration of religious values made English learning more meaningful and identity-relevant. All interviewed students expressed intention to implement similar approaches in their future teaching careers with contextual adaptations. This study contributes to the theoretical frameworks of Liberating Discipline Pedagogy, Sociocultural Theory, and CLIL in Pre-Service Teacher Education by demonstrating how religious texts can function as mediational tools for simultaneous behavioral regulation and perceived language development. The findings offer practical implications for English teachers and curriculum developers in Islamic educational contexts.  
Penguatan Karakter dan Kesadaran Sosial Siswa melalui Edukasi Stop Bullying Stop Bullying di SD N Soka Poncowarno Kebumen: Pengabdian Khofifatul Fauziyah; Nurul Nazilah; Sufiatun Hazami; Nanda Karima Faradisa; Safingatul Mustakhiroh; Catur Wijayanti; Bagus Tri Kusuma; Mokhamad Khoerul Anam; Ade Fajar Sodik; Rifky Kawit Wicaksono; Atik Muhimatun Asroriyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7716

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kemanan peserta didik dalam lingkungan sekolah. Pengenalan mengenai perilaku bullying sejak jenjang pendidikan dasar diperlukan sebagai langkah preventif untuk membangun kesadaran, empati, dan sikap saling menghargai antar peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bullying serta meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Soka, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen, dengan melibatkan 75 peserta didik kelas IV, V, dan VI. Metode yang digunakan berupa sosialisasi edukatif dengan pendekatan komunikatif dan interaktif melalui penyampaian materi, tanya jawab, diskusi, serta pengamatan terhadap respon dan partisipasi peserta didik selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi terlaksana dengan baik, tertib, dan kondusif serta memperoleh dukungan dari pihak sekolah. Peserta didik menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif Kegiatan ini dapat menjadi salah satu bentuk edukasi preventif dalam mendukung pembentukan karakter dan menciptakan lingkungan sekolah aman, nyaman, dan kondusif. Keberlanjutan edukasi stop-bullying dengan melibatkan sekolah dan seluruh warga sekolah diperlukan agar nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam interaksi sehari-hari.