Penelitian ini menganalisis pengaruh elemen arsitektur Tri Dharma (Buddha, Konghucu, dan Tao) dalam desain masjid Cheng Ho di Indonesia. Kajian dilakukan pada 14 masjid Cheng Ho menggunakan pendekatan analitik komparatif, dengan evaluasi elemen-elemen desain seperti atap, fasad, bukaan, menara, ornamen, warna, dan struktur. Temuan menunjukkan bahwa elemen arsitektur Buddha mendominasi melalui atap pagoda, ornamen naga, dan warna merah-hijau, didukung oleh kompatibilitas simbolik, warisan budaya, dan nilai sejarah. Elemen Konghucu terlihat dalam desain simetris dan kesederhanaan fasad, mencerminkan keteraturan dan harmoni sosial, meskipun dibatasi oleh prinsip anikonisme Islam. Elemen Tao, meski tidak dominan, memberikan kontribusi pada harmoni visual melalui ornamen lingkaran dan detail lentik. Selain itu, adaptasi elemen non-Tionghoa, seperti arsitektur Arab, modern, Flores-Timor, dan Jawa-Bali, memperkaya identitas lokal masjid Cheng Ho.Penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk pengembangan masjid bergaya arsitektur Tionghoa yang lebih inklusif, dengan eksplorasi elemen arsitektur Buddha, Konghucu dan Tao. Namun, penelitian ini terbatas pada masjid Cheng Ho yang ada di Indonesia, sehingga inklusi masjid-masjid bergaya Tionghoa lainnya dapat memperluas generalisasi temuan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi masjid Tionghoa di luar kategori Cheng Ho guna memperkaya pemahaman tentang akulturasi budaya dalam arsitektur Islam di Indonesia.