Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Metode Pembelajaran CAS (Creativity, Activity, Service) dalam Menanamkan Kesadaran Psikomotorik Fikih Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Zafira Handayani; Sulthan Syahril; Baharudin; Sunarto; Listiyani Siti Romlah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1474

Abstract

Artikel ini membahas tentang implementasi metode pembelajaran Creativity, Activity, Service (CAS) dalam mengembangkan kemampuan psikomotorik fikih peserta didik di Madrasah Tsanawiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan di sekolah tersebut, khususnya terkait dengan ibadah sholat, di mana peserta didik kelas VII cenderung malas hingga berkaburan pada saat jam sholat tiba dan belum menghafal bacaan sholat dengan baik. Untuk mengatasi permasalahan ini, kepala sekolah menginisiasi implementasi metode CAS sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan creativity, activity, service. Metode ini bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan psikomotorik mereka dalam melaksanakan praktik ibadah, khususnya dalam aspek fikih sholat. Dalam penelitian ini, penulis bertindak sebagai peneliti yang mengamati implementasi metode CAS dalam menanamkan kesadaran psikomotorik fikih pada peserta didik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode pembelajaran Creativity, Activity, Service CAS dalam menanamkan kesadaran psikomotorik fikih peserta didik kelas VII Mts Ma'arif NU Wawasan Lampung Selatan Kec. Tanjungsari dilakukan telah melalui tahapan pelaksanaan dan penilaian yang menggambarkan dinamika interaksi, pengalaman belajar yang mendalam serta refleksi peserta didik terhadap praktik ibadah yang dijalankan dengan baik.
Strategi Pembelajaran PAI Berbasis Kurikulum Terintegrasi: Penguatan Sikap Religius Dan Moderasi Beragama Pada Siswa Ryan Radjendra; Sunariyah; Imam Syafe'i; Ahmad Fauzan; Sunarto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15987

Abstract

Penelitian ini membahas permasalahan penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang efektif berbasis kurikulum terintegrasi dalam upaya memperkuat sikap religius dan moderasi beragama siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi strategi pembelajaran PAI berbasis kurikulum terintegrasi serta kontribusinya dalam penguatan sikap religius dan moderasi beragama peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru PAI, serta analisis dokumen perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAI berbasis kurikulum terintegrasi, seperti pembelajaran kontekstual, internalisasi nilai-nilai keislaman, dan pembelajaran kolaboratif, berperan positif dalam membentuk sikap religius siswa dan pemahaman moderasi beragama. Strategi tersebut mendorong siswa untuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap menjunjung tinggi sikap toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman. Dengan demikian, integrasi kurikulum dan strategi pembelajaran PAI menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter religius dan penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan.
Islamic Education Learning Motivation: How the STAD Cooperative Model Impacts Students Hauzzan Felgiansyah; Sunarto; Erni Yusnita
International Journal of Research in Education Vol. 6 No. 1 (2026): Issued in January 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijre.v6i1.3169

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model on students’ learning motivation in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design involving two groups: an experimental class implementing the STAD model and a control class receiving conventional instruction. The research instrument was a PAI learning motivation questionnaire consisting of 20 items. The validity test indicated that 18 items were valid, while the reliability test yielded a Cronbach’s Alpha coefficient of 0.848, indicating high reliability. The result of data analysis was preceded by the Shapiro–Wilk normality test, which demonstrated that the data were normally distributed (Sig. experimental class = 0.140; control class = 0.752). However, the homogeneity test revealed that the data variances were not homogeneous (Sig. < 0.05). Consequently, hypothesis testing was conducted using the Mann–Whitney U test. The results of the Mann–Whitney U test showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 (< 0.05), indicating a statistically significant difference in learning motivation between the experimental and control classes. The novelty of this study lies in the application of the STAD model in Islamic Religious Education by integrating cooperative group work with Islamic values to enhance students’ learning motivation. These findings underscore the importance of employing innovative instructional models in PAI learning to foster a conducive, student-centered learning environment. Theoretically, this study contributes to the enrichment of cooperative learning literature within the context of Islamic education.
ANALISIS PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: PERSPEKTIF TEORI MILLER-SELLER Leta Aulia; Jamal Fakhri; Sunarto
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media pembelajaran interaktif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan perspektif teori Miller-Seller. Kajian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan mendesak untuk memperkuat efektivitas pembelajaran agama di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, peserta didik dituntut untuk memiliki kompetensi berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif tanpa kehilangan identitas keagamaannya. Oleh karena itu, pengintegrasian media pembelajaran interaktif menjadi strategi yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai jurnal, buku, dan kebijakan pendidikan yang membahas pengembangan media pembelajaran berbasis nilai Islam serta teori piramida kompetensi Miller-Seller. Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berperan penting dalam memfasilitasi keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islam. Melalui teori Miller-Seller, proses belajar dapat dianalisis secara bertahap, mulai dari tingkat pengetahuan (knows), pemahaman cara (knows how), kemampuan menunjukkan keterampilan (shows how), hingga pelaksanaan nilai secara nyata (does). Namun, sebagian besar media yang digunakan dalam pembelajaran PAI masih berfokus pada aspek kognitif dan belum sepenuhnya menyentuh ranah afektif serta psikomotorik yang berperan dalam pembentukan karakter religius. Kajian ini merekomendasikan pengembangan media interaktif berbasis teori Siler-Miller yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong transformasi nilai keagamaan melalui aktivitas reflektif, simulatif, dan aplikatif. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus berakhlak mulia.