Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendekatan Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren Modern di Kabupaten Takalar Nurleha Syam; Mursyid Mustafa; Sahabuddin Latif; Muhammad Syarif; Andi Syahriyunita Syahruddin; Citra Amalia Amal; Muh. Rizal Syahdan
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7273

Abstract

Ditinjau sistem pendidikan pondok pesantren di Indonesia masih jauh dengan sistem pendidikan modern atau sebagian besar pondok pesantren masih menggunakan pola pendidikan tradisional yaitu pola salafiyah. Bangunan pesantren di wilayah Sulawesi Selatan, masih banyak yang bangunannya belum mengadaptasikan arsitektur yang ramah lingkungan. Konsep perancangan pondok pesantren di Takalar ini menerapkan konsep pendekatan arsitektur bioklimatik yang merupakan salah satu konsep arsitektur ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah studi observasi lapangan dan studi literatur. Hasil konsep bangunan peondok pesantren ini memiliki karakteristik seperti penentuan orientasi bangunan, peletakan sun-shuding, peletakan bukaan, pemilihan material, pemilihan warna bangunan dan peletakan vegetasi yang menjadi keunggulan bangunan ini.
Perancangan Buginese Cultural Center dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Kabupaten Bone Fardi Fardi; Mursyid Mustafa; Irnawaty Idrus; Citra Amalia Amal; Andi Syahriyunita Syahruddin; Salmiah Zainuddin; Wiwik Wahidah Osman
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7298

Abstract

Buginese Cultural Center merupakan tempat kegiatan yang berhubungan dengan pementasan, pendidikan tentang kebudayaan daerah bugis berupa pertunjukan dan pameran, yang diperuntukan untuk umum, agar masyarakat atau pengunjung dapat melihat dan mempelajari kesenian budaya Bugis, memberi area pusat hiburan, mewadahi para seniman. Adapun konsep perancangan yang digunakan yaitu arsitektur modern, adapun konsep Arsitektur Modern yang memiliki teori yang mengkaji unsur geometris serta penggunaan bahan industrial dengan menggambarkan kemajuan teknologi. Ciri arsitekur modern diantaranya mengkaji wujud kemajuan terhadap konstruksi dengan memaksimalkan fungsi yang menghindari banyaknya ornamen dan dekorasi, penerapan garis vertikal dan horizontal, memiliki ruang terbuka, desain simetris, koneksi dengan alam, penggunaan material dan tradisional, memaksimalkan fungsi ruang. Sehingga proses prancangannya terdapat beberapa hasil diantaranya bangunan pusat kesenian, bangunan galeri seni, teater, tempat ibadah, pusat oleh-oleh dan makanan khas
Perancangan Museum Angkut Sebagai Pusat Rekreasi Pariwisata dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik di Kota Makassar Intan Batari Saputri; Ashari Abdullah; Siti Fuadillah; Rasmawarni Rasmawarni; Andi Annisa Amalia; Andi Syahriyunita Syahruddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7308

Abstract

Museum adalah sebuah lembaga yang berfungsi untuk mengumpulkan, merawat, melestarikan dan memamerkan untuk tujuan, pendidikan dan hiburan yang terbuka untuk umum. Di Indonesia alat transportasi mengalami transformasi, khususnya transportasi darat, baik dari segi bentuk, fungsi, hingga efisiensi waktu. Pada saat ini banyak alat transportasi lokal yang tersingkirkan akibat perkembangan teknologi. Museum transportasi menjadi pilihan yang tepat untuk mewadahi warisan sejarah bangsa, khususnya bidang transportasi. Rancangan museum ini dimaksudkan sebagai wadah untuk mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan bukti sejarah dan perkembangan transportasi, serta peranannya dalam perkembangan zaman. Hasil perancangan ini mencakup beberapa hal, diantaranya analisis tapak, konsep bentuk bangunan, kebutuhan ruang, aktivitas pengguna, konsep futuristic dan dilanjutkan dengan perancangan master plan, site plan, denah, tampak, potongan, rencana struktur, rencana arsitektur, detal-detail 3 dimensi dan animasi. Pada perancangan ini akan menggunakan konsep pendekatan arsitektur futuristik yang merupakan suatu paham yang mengarah ke masa depan dengan kebebasan mengungkapkan atau mengekspresikan ide gagasan kedalam suatu bentuk tampilan yang tidak biasa, kreatif dan inovatif. Futuristik sejalan dengan perkembangan teknologi, dengan semakin maju teknologi yang diciptakan manusia, maka keberadaan futuristik akan semakin berkembang.Dengan adanya museum angkut dengan konsep arsitektur futuristik ini, museum ini akan menciptakan sebuah desain elegan dan berkelas untuk merawat kendaraan-kendaraan klasik serta dapat pula menarik minat para wisatawan untuk kembali mengujungi museum
Revitalisasi Mall GTC Makassar menjadi Kantor Sewa Adaptif dengan Pendekatan Smart Building Berbasis Iklim Tropis Andi Afratul Jannah Bakri; Ashari Abdullah; Andi Syahriyunita Syahruddin; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.242

Abstract

ABSTRAK Penurunan fungsi pusat perbelanjaan konvensional di kota-kota besar, khususnya pasca pandemi, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perancangan ulang bangunan melalui pendekatan adaptive reuse. Studi ini menyajikan rancangan konseptual revitalisasi Graha Tata Cemerlang (GTC) Mall di Makassar menjadi bangunan kantor sewa dengan pendekatan arsitektur smart building. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan tahapan analisis tapak, struktur eksisting, program ruang, studi preseden, dan integrasi teknologi bangunan cerdas. Hasil dari studi ini berupa desain arsitektur yang mencakup redesain tapak dengan zonasi baru, penataan ruang per lantai untuk kebutuhan kantor modern, transformasi fasad dengan sistem kinetik, serta penerapan teknologi IoT dan Building Automation System (BAS) guna meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan pengguna. Peningkatan aksesibilitas dan desain inklusif juga menjadi fokus dalam mendukung keberagaman pengguna. Karena perancangan ini belum direalisasikan secara fisik, efektivitas dan dampak aktualnya belum dapat diukur secara langsung. Meskipun demikian, studi ini memberikan kontribusi awal berupa konsep dan strategi desain yang dapat dijadikan acuan bagi proyek revitalisasi serupa di kota-kota berkembang lainnya di Indonesia. ABSTRACT The decline in the function of conventional shopping malls in major cities, particularly in the post-pandemic period, presents both challenges and opportunities for redesigning buildings through an adaptive reuse approach. This study presents a conceptual design for the revitalization of Graha Tata Cemerlang (GTC) Mall in Makassar into a rental office building using a smart building architectural approach. The methodology employed is qualitative-descriptive, involving stages such as site analysis, existing structural evaluation, space programming, precedent studies, and the integration of smart building technologies. The outcome of this study is an architectural design that includes a redesigned site plan with new zoning, floor-by-floor spatial layout tailored for modern office needs, façade transformation using a kinetic system, and the application of IoT and Building Automation System (BAS) technologies to enhance energy efficiency and user comfort. Accessibility improvement and inclusive design are also central to accommodating diverse user needs. Since this design has not yet been implemented physically, its effectiveness and actual impact cannot be measured at this stage. Nevertheless, the study offers an initial contribution in the form of design concepts and strategies that can serve as a reference for similar revitalization projects in other developing cities in Indonesia.