Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Instagram pada Bisnis Hybrid Clip & Barrel Rievaldy Andhika Koswara; Arifin Saleh Harahap; Willy Purna Samadhi; Ratna Sari Dewi Wattimena; Ballian Siregar
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i8.2897

Abstract

Perkembangan hybrid business yang mengintegrasikan layanan barbershop dan cafe seperti Clip & Barrel menuntut pengelolaan komunikasi pemasaran digital terpadu guna mengonsolidasikan dua fungsi layanan tanpa memicu ambiguitas merek. Media sosial Instagram resmi @clipnbarrel.id difungsikan sebagai etalase visual utama untuk menyelaraskan penawaran ganda serta mengonstruksi persepsi positif masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital melalui Instagram dalam menerapkan elemen Marketing Mix 7P guna membangun identitas hybrid business pada Clip & Barrel. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berparadigma interpretatif melalui wawancara semi-terstruktur bersama manajemen, staf, dan konsumen, serta observasi daring dan luring di gerai Citra Raya Tangerang. Analisis data dilakukan dengan menyintesiskan kerangka Teori New Media, Computer-Mediated Communication (CMC), dan Integrated Marketing Communication (IMC). Hasil penelitian menunjukkan Clip & Barrel mengomunikasikan Marketing Mix 7P terpadu melalui porsi konten berasio seimbang 50:50 (Product), pengarsipan pricelist transparan pada highlight yang presisi dengan tagihan kasir (Price), serta penghubungan lokasi gerai via tautan Google Maps dan geotagging (Place). Pengelola mengoptimalkan format reels beralgoritma double exposure, Call to Action (CTA), promo Happy Hour, dan kolaborasi soft-selling bersama micro-influencer (Promotion), disinergikan dengan pelibatan barista dan capster sebagai brand face bertone of voice ramah (People). Transparansi operasional ditunjukkan lewat visualisasi behind-the-scenes dan prosedur higienitas takeaway lid (Process), dipadukan dengan kurasi visual ambience interior gerai secara alami (Physical Evidence). Pola komunikasi ini mencapai shared meaning dan memicu fenomena trend-driven ordering. Keselarasan total antara digital promise dan physical reality terbukti efektif mengeliminasi ambiguitas merek, memperkuat trust, serta mengonversi atensi digital menjadi kunjungan nyata.
Pengaruh Jenis Konten Pada Facebook Professional Mode Terhadap Pembentukan Citra Diri Content Creator Generasi Z di Kota Semarang Putri Permatasari; Ratna Sari Dewi Wattimena; Ummanah Ummanah; Salman Salman
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh jenis konten di Facebook Professional Mode terhadap pembentukan citra diri kreator Generasi Z di Kota Semarang, serta peran Engagement Rate sebagai variabel mediasi. Menggunakan metode kuantitatif pendekatan eksplanatif, penelitian melibatkan 145 responden yang dipilih dengan teknik purposive dan snowball sampling dari populasi sekitar 500 kreator. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dianalisis dengan regresi, analisis jalur, dan uji Sobel. Hasil menunjukkan jenis konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap Engagement Rate (β = 0,371; p < 0,001). Engagement Rate juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan citra diri (β = 0,362; p < 0,001). Lebih lanjut, Engagement Rate berperan sebagai variabel mediasi parsial, artinya pengaruh jenis konten terhadap citra diri berjalan melalui dua jalur: secara tidak langsung melalui respons audiens, serta secara langsung dari pengalaman pribadi menciptakan konten. Model ini mampu menjelaskan 38,3% variasi citra diri. Temuan ini menegaskan bahwa Generasi Z memanfaatkan Facebook Professional Mode sebagai sarana strategis membangun citra diri, didukung fitur Insights, monetisasi, dan pengelolaan pengikut publik. Respons yang diterima lahir dari motif audiens kognitif, afektif, integrasi pribadi, integrasi sosial, dan pelepasan ketegangan sesuai Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kebutuhan, yang kemudian dijadikan bahan perbandingan sosial dalam membentuk citra diri. Penelitian ini memperluas penerapan Teori Perbandingan Sosial dan Teori Penggunaan serta Pemenuhan Kebutuhan ke konteks Facebook Professional Mode.
Pengaruh Personal Branding dan Partisipasi Charity Windah Basudara terhadap Kepercayaan Penggemar Friska Fricillia Samudra; Ratna Sari Dewi Wattimena; Euis Heryati; Erman Anom
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh personal branding dan partisipasi charity Windah Basudara terhadap kepercayaan penggemar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatif terhadap 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Model regresi telah memenuhi uji asumsi klasik dan layak digunakan untuk analisis. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa personal branding, partisipasi charity, dan kepercayaan penggemar berada dalam kategori sangat baik dengan TCR masing-masing sebesar 88,84%, 84,77%, dan 88,48%. Indikator tertinggi pada personal branding adalah ciri khas (91,2%), partisipasi charity adalah keterbukaan informasi (88,0%), dan kepercayaan penggemar adalah reputasi (90,6%). Sementara itu, konsistensi konten gaming dan keterlibatan audiens dalam kegiatan charity menjadi aspek yang masih perlu diperhatikan. Hasil uji t menunjukkan bahwa personal branding (X1) dan partisipasi charity (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan penggemar (Y), dengan nilai t hitung masing-masing sebesar 7,308 dan 3,944 serta signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil uji F menunjukkan kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan penggemar, dengan R² sebesar 0,711 atau 71,1%. Temuan ini memperkuat Theory of Reasoned Action dan Source Credibility Theory, dengan personal branding sebagai fondasi dan partisipasi charity sebagai penguat kepercayaan penggemar.