M. Gunawan Supiarmo
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Berpikir Komputasional Siswa Dalam Memecahkan Masalah Kontekstual Matematika Citra Faradillah; Nyoman Sridana; M. Gunawan Supiarmo
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.10494

Abstract

Berpikir komputasional merupakan salah satu keterampilan kunci yang perlu diajarkan kepada semua siswa karena berperan penting membentuk cara berpikir logis dan sistematis dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses berpikir komputasional siswa dalam memecahkan masalah kontekstual matematika siswa kelas VIII SMPN 8 Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian yaitu 6 siswa terpilih dari 33. Data penelitian terdiri atas jawaban siswa dan hasil wawancara semi terstruktur. Proses berpikir komputasional siswa dilihat melalui indikator dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan berpikir komputasional kategori tinggi mampu menyelesaikan masalah hingga tahap berpikir algoritma, meskipun masih terdapat kesalahan. Siswa pada kategori sedang umumnya juga mencapai tahap algoritma, namun sebagian hanya berhenti pada tahap pengenalan pola dan masih ditemukan kesalahan. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah hanya mampu memenuhi sebagian tahap dekomposisi sehingga tampak lemah pada seluruh indikator.
Concept Image Siswa dalam Materi Barisan dan Deret pada Pembelajaran Berdiferensiasi Dita Oktavihari; Junaidi Junaidi; Gilang Primajati; M. Gunawan Supiarmo; Eka Kurniawan; Alvano Tugas Hendrawan
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.11044

Abstract

This study aims to describe students' concept images on sequences and series in differentiated learning and to examine the concept image gap between students, teachers, and mathematicians. This study used a qualitative approach with a didactic design and a hermeneutic phenomenology method. The research subjects included students, teachers, and mathematicians, who were selected purposively. Data were collected through learning observations, questionnaires, and in-depth interviews, and then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion-drawing techniques. The results showed that students' conceptual images of sequences and series were dominated by intuitive, visual, and procedural understandings. Students were able to recognize real-world patterns and contexts, but tended to rely on repeated addition or multiplication rather than using formal definitions and symbolic formulas. In geometric sequences and series, a concept image conflict was found due to students' difficulty in understanding exponential growth patterns. Although differentiated learning provides space for diverse student learning styles, the results show that this approach does not fully guarantee the formation of a complete formal conceptual understanding. Therefore, strengthening conceptual scaffolding is needed so that students' concept images are more aligned with the correct concept definition. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan concept image siswa pada materi barisan dan deret dalam pembelajaran berdiferensiasi serta mengkaji kesenjangan concept image antara siswa, guru, dan matematikawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain didaktis dan metode fenomenologi hermeneutik. Subjek penelitian meliputi siswa, guru, dan matematikawan, yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, kuesioner, serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa concept image siswa pada materi barisan dan deret didominasi oleh pemahaman intuitif, visual, dan prosedural. Siswa mampu mengenali pola dan konteks nyata, namun cenderung mengandalkan penjumlahan atau perkalian berulang dibandingkan penggunaan definisi formal dan rumus simbolik. Pada barisan dan deret geometri, ditemukan conflict concept image akibat kesulitan siswa dalam memahami pola pertumbuhan eksponensial. Meskipun pembelajaran berdiferensiasi memberikan ruang bagi keberagaman cara belajar siswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini belum sepenuhnya menjamin terbentuknya pemahaman konseptual formal yang utuh. Oleh karena itu, diperlukan penguatan scaffolding konseptual agar concept image siswa lebih selaras dengan concept definition yang benar.