Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan aktivitas antioksidan dan Sun Protection Factor (SPF) antara ekstrak kasar dan ekstrak murni daun mangga (Mangifera indica L.), dan untuk mengevaluasi peran pemurnian dalam meningkatkan efektivitasnya. Latar belakang penelitian ini terkait dengan meningkatnya permintaan akan senyawa alami dengan potensi ganda sebagai antioksidan dan pelindung UV, mengingat radikal bebas dan paparan ultraviolet merupakan penyebab utama stres oksidatif dan kerusakan kulit. Proses penelitian meliputi beberapa tahap, yaitu penentuan tanaman, persiapan simplisia, ekstraksi maserasi menggunakan etanol 70%, pemurnian dengan n-heksana, skrining fitokimia, evaluasi kualitas, uji antioksidan menggunakan metode DPPH, dan penentuan SPF dengan spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak murni memiliki profil kualitas yang lebih tinggi dengan rendemen 50%, kadar air 5,78% ± 0,29, dan kadar abu 0,22%. Uji fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, tanin, fenolik, dan saponin, dengan flavonoid yang lebih terkonsentrasi dalam ekstrak murni. Uji antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 24,64 ± 0,52 µg/mL untuk ekstrak murni dan 48,28 ± 0,61 µg/mL untuk ekstrak kasar, keduanya tergolong sangat kuat. Hasil SPF menunjukkan nilai 44,89 pada 12.000 ppm untuk ekstrak murni dan 30,23 untuk ekstrak kasar. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Temuan ini menyoroti potensi ekstrak daun mangga murni yang menjanjikan sebagai bahan tabir surya herbal.