Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat akhir Poltekkes Kemenkes Gorontalo mengenai Rapid Health Assessment RHA saat bencana. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengukuran pada satu waktu. Populasi berjumlah 408 mahasiswa tingkat akhir dari seluruh jurusan. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling melalui simple random sampling. Perhitungan Slovin dengan margin error 10 persen menghasilkan target minimal 81 responden, sedangkan data yang terkumpul dan dianalisis berjumlah 94 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner 10 butir mengacu pada Nurbaya 2020 dengan skala Guttman skor 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah, kemudian dikonversi menjadi persentase dan dikategorikan baik 76 sampai 100 persen cukup 56 sampai 75 persen dan kurang 0 sampai 55 persen. Analisis data dilakukan secara univariat deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebesar 77,7 persen, kategori cukup 20,2 persen, dan kategori kurang 2,1 persen. Lebih dari separuh responden menyatakan belum pernah mengetahui istilah RHA sebesar 54,3 persen, sementara sumber informasi yang paling banyak diakses berasal dari media daring. Perbandingan antarjurusan memperlihatkan variasi, dengan proporsi kategori baik tertinggi pada Gizi dan Dietetika serta Farmasi, sedangkan Sanitasi Lingkungan menunjukkan distribusi yang lebih beragam dan menjadi satu satunya jurusan dengan kategori kurang. Kesimpulan penelitian menunjukkan pengetahuan mahasiswa tentang RHA tergolong baik meskipun pengenalan terminologi belum merata, sehingga diperlukan penguatan pembelajaran kebencanaan melalui integrasi kurikulum, pelatihan berbasis simulasi, serta pengembangan modul digital agar kesiapan mahasiswa tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga aplikatif.