Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Manajemen Gizi Dalam Bencana Alam : Peningkatan Pengetahuan Tentang Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Gizi Korban dan Pengembangan Strategi Manajemen Gizi yang Efektif: Nutrition Management in Natural Disasters: Increasing Knowledge of Factors Affecting Victims' Nutritional Quality and Developing Effective Nutrition Management Strategies Vivien Novarina A. Kasim; Cecy Rahma Karim; Zuhriana K. Yusuf; Paramata, Nanang Roswita; Sri Andriani Ibrahim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.6319

Abstract

Bencana alam berupa banjir banyak terjadi di Gorontalo. Hal ini memerlukan manajemen serta kesiapsiagaan bencana terutama dari segi kesehatan terkhusus pada gizi pasca bencana. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para kader dan tenaga Kesehatan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gizi korban bencana banjir dan untuk mengetahui bagaimana manajemen gizi dapat diterapkan dalam bencana untuk meningkatkan kualitas gizi korban. Tempat pengabdian adalah di Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango. Karena berdasarkan survei lokasi tersebut sering terjadi banjir. Metode pengabdian adalah ceramah dengana melibatkan sekolah dan puskesmas sebagai pihak yang dapat membantu pada saat bencana. Pengabdian ini merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan penelitian yang dilakukan dilokasi yang sama dengan peserta adalah kader, petugas Kesehatan, guru dan anak-anak sekolah
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN TINGKAT KEBUGARAN MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Ganesha Aulia Abdul Muis; Vivien Novarina A. Kasim; Jufri Febriyanto Poetra; Sri A. Ibrahim; Muhammad Isman Jusuf
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11332

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa kedokteran jarang mengikuti kegiatan olahraga karena jadwal kegiatan akademik dan non akademik yang padat sehingga dapat memengaruhi tingkat kebugaran mereka. Perhitungan indeks massa tubuh bisa dipakai untuk mengevaluasi status gizi, yang merupakan salah satu aspek yang dapat memengaruhi tingkat kebugaran. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan antar indeks massa tubuh dan tingkat kebugaran mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Metode: Desain penelitian menggunakan metodologi cross-sectional dan analitik observasional. Variabel Indeks Massa Tubuh (IMT) ditentukan dengan rumus IMT dan tingkat kebugaran melalui Harvard Step Test. Populasi penelitian 135 mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 dengan teknik purposive sampling jumlah sampel sebanyak 101 mahasiswa. Analisis hubungan antara IMT dan tingkat kebugaran menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian tingkat kebugaran dalam kategori cukup sebanyak 60 mahasiswa (59,4%) dan 58 mahasiswa (57,4%) memiliki kategori IMT normal. Hasil uji statistik didapat hubungan yang signifikan antar IMT dengan tingkat kebugaran (p= 0,000). Nilai kekuatan korelasi diperoleh sebesar -0,526 artinya hubungan antara IMT dengan tingkat kebugaran berkategori sedang. Kesimpulan: Diharapkan mahasiswa dapat mempertahankan indeks massa tubuh yang optimal dan meningkatkan aktivitas fisik melalui olahraga teratur untuk mencegah risiko terjadinya obesitas.
HUBUNGAN ANTARA GEJALA KLINIS DENGAN HASIL PEMERIKSAAN TES CEPAT MOLEKULER PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU Linda Wati; Nanang Roswita Paramata; Mohamad Zukri Antuke; Vivien Novarina A. Kasim; Abdi Dzul Ikram Hasanuddin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11336

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penegakan diagnosis tuberkulosis dilakukan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisis, pemeriksaan bakteriologis, radiologis, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Pemeriksaan penunjang salah satunya Tes Cepat Molekuler (TCM), yakni alat diagnosis utama tuberkulosis saat ini. Puskesmas Kota Selatan merupakan fasilitas layanan kesehatan primer rujukan di Kota Gorontalo dalam pemeriksaan Tes Cepat Molekuler untuk diagnosis penyakit tuberkulosis. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti hal ini dengan judul Hubungan antara Gejala Klinis dengan Hasil Pemeriksaan TCM pada Pasien TB Paru di Puskesmas Kota Selatan Tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di Puskesmas Kota Selatan Tahun 2023. Analisis data dilaksanakan secara univariat dan bivariat dengan memakai uji Chi-Square. Hasil: Didapatkan gejala klinis respiratorius tertinggi yaitu respoden dengan satu gejala sebanyak 15 orang (50%). Gejala klinis sistemis yang dijumpai yaitu respoden tanpa gejala sebanyak 14 orang (46,7%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gejala klinis respiratorius dan sistemis dengan hasil pemeriksaan TCM pada responden tuberkulosis paru di Puskesmas Kota Selatan Tahun 2023 dengan p>0,05. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gejala klinis respiratorius dan sistemis dengan hasil pemeriksaan TCM pada responden tuberkulosis paru. Diharapkan masyarakat dapat mencegah rantai penularan dengan deteksi dini ke fasilitas pelayanan kesehatan.
PENGETAHUAN WARGA SEKOLAH TENTANG INARISK SEBAGAI APLIKASI RISIKO BENCANA DI SMP NEGERI 1 BOTUPINGGE Muhammad Rafliansyah Gobel; Zuhriana K. Yusuf; Chairul Wahjudi; Vivien Novarina A. Kasim; Muhammad N. Syukriani Yusuf
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i5.11329

Abstract

Pendahuluan: Kejadian bencana di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Fasilitas pendidikan merupakan fasilitas umum yang paling banyak terkena dampak bencana, mencapai 42 persen dari total dampak bencana terhadap fasilitas umum, dengan banjir menjadi penyebab terbesar kerusakan fasilitas pendidikan. Bencana ini akan berdampak lebih buruk jika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan upaya mengurangi dampak bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan warga sekolah tentang InaRISK sebagai aplikasi risiko bencana Di SMP Negeri 1 Botupingge. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2024 di SMPN 1 Botupingge, menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini berjumlah 315 warga sekolah SMP Negeri 1 Botupingge dan jumlah sampel sebanyak 67 warga sekolah menggunakan teknik purposive sampling, serta tingkat pengetahuan warga sekolah tentang inaRISK sebagai aplikasi risiko bencana di SMP Negeri 1 Botupingge diukur dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan telah melalui uji validitas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga sekolah SMPN 1 Botupingge memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga sangat baik tentang aplikasi InaRISK. Sebanyak 71% responden menunjukkan pemahaman yang sangat baik terhadap aplikasi ini, sementara 19% berada dalam kategori baik. Sebanyak 92% responden menyatakan bahwa aplikasi ini sangat berperan dalam mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Simpulan: Sebagian besar warga sekolah SMPN 1 Botupingge memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sangat baik tentang aplikasi InaRISK. Dari penelitian ini diharapkan sekolah dapat melaksanakan kegiatan rutin yang dapat menambah pengetahuan kebencanaan kepada seluruh warga sekolah SMP Negeri 1 Botupingge.
Gambaran Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Limboto: Overview of Knowledge About Anemia in Adolescent Girls at SMA Negeri 1 Limboto Vidya A. Lasimpala; Vivien Novarina A. Kasim; Rini Wahyuni Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8168

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah gizi dimana keadaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normalnya (12g/dl). Adapun normal kadar (Hb) pada Wanita 12-15 g/dl dan pria 13-17 g/dl. Faktor yang menjadi penyebab utama remaja rentan mengalami anemia yaitu sering mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, tidak mengkonsumsi zat besi Ketika menstruasi serta kurangnya pengetahuan yang dimiliki tentang anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Limboto. Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptif dengan pendekatan descriptive survey, Teknik pengambilan sampel menggunakan propotionate stratified random sampling dengan populasi 636 responden dan sampel sebanyak 246 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuisioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frequensi, hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan remaja putri dengan kategori pengetahuan baik 139 responden (56,5%), cukup 106 responden (43,1%), kurang 1 responden (4%). Oleh karena itu untuk penelitian mendatang di harapkan dapat menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan atau status anemia melalui pendekatan analtik dan disarankan sebaiknya dapat menambahkan variabel lain untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada remaja putri.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Risiko Cedera Pada Pemain Badminton Di Trisaka Sport Kota Gororntalo: The Relationship Between Body Mass Index and Injury Risk in Badminton Players at Trisaka Sport, Gorontalo City Sri Wahyuni Gaga; Vivien Novarina A. Kasim; Ibrahim Suleman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7710

Abstract

Olahraga adalah suatu bentuk aktifitas yang sering dilakukan manusia dan merupakan aktifitas fisik yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan.contoh cabang olahraga Badminton, olahraga badminton merupakan olahraga yang memiliki tingkat risiko cedera yang tinggi. Salah satu faktor yang dapat menimbulkan risiko cedera adalah status gizi, status gizi merupakan gambaran dari Indeks Massa Tubuh (IMT) yang menggambarkan keadaan gizi seseorang, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan atau kelebihan berat badan."Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan risiko cedera pada pemain badminton di Trisaka Sport Kota Gororntalo. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain badminton di Trisaka Sport Kota Gorontalo. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah probability sampling yaitu metode pemilihan sampel secara acak/random dengan sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 31 orang (31.0%) memiliki IMT obesitas, overweight sebanyak 27 orang (27.0%) sementara masing-masing sebanyak 44 orang (44.0%) memiliki IMT normal dan underweight. Selain itu sebanyak 63 orang (63.0%) memiliki tingkat risiko cedera tinggi, sebanyak 25 orang (25.0%) memiliki risiko cedera sedang dan sebanyak 12 orang (12.0%) memiliki risiko cedera rendah. Berdasarkan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara indeks massa tubuh dan risiko cedera pada pemain badminton di Trisaka Sport Kota Gorontalo. Dengan p value 0,000 (<0,05) dan nilai koefisien 0,667 termasuk dalam kategori hubungan kuat. Diharapkan agar pemain badminton dapat memperhatikan status gizi khusunya mengenai postur tubuh terutama terkait dengan dampaknya terhadap risiko cedera.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Di Puskesmas Kota Timur: The Relationship Between Body Mass Index and the Incidence of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) at the East Kota Community Health Center Alyaa Aladawiyah Lalapa; Vivien Novarina A. Kasim; Nirwanto K. Rahim; Erwin Purwanto
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8254

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan gastrointestinal kronis. GERD adalah suatu gangguan saluran pencernaan di mana isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus. Salah satu faktor risiko yang sering dikaitkan dengan GERD adalah peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT). Obesitas diduga dapat meningkatkan tekanan intraabdomen sehingga memperburuk gejala GERD. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan populasi 238 responden dan sampel sebanyak 149 responden dengan penyakit GERD maupun non-GERD di Puskesmas Kota Timur. Instrumen penelitian yaitu alat ukur IMT untuk menilai status gizi seseorang berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Analisa data menggunakan uji ChiSquare, dengan hasil p-value 0,007 menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kejadian gerd (p-value<0,05). Kesimpulannya, bahwa terdapat hubungan signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) di Puskesmas Kota Timur.
Gambaran Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Melalui Aplikasi SIMGOS di Ruangan Interna RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo: Overview of Nursing Care Documentation Through the SIMGOS Application in the Internal Ward of Dr. Hasri Ainun Habibie Regional Hospital, Gorontalo Province Mohamad Idris Hasan; Vivien Novarina A. Kasim; Rachmawaty D. Hunawan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8470

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan bertujuan untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan baik manual maupun elektronik yang menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie khususnya di ruangan interna. Aplikasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang digunakan dinamakan SIMGOS (Sistem Informasi Manajemen Generik Open Source). Desain dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Total sampling dengan total sampel 100 Rekam Medik yang sudah selesai perawatan yang datang dan masuk di ruangan interna pada bulan Januari 2025. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar ceklis berdasarkan SOP pengisian asuhan keperawatan pada aplikasi SIMGOS. Dari hasil analisis univariat yang dinilai berdasarkan 6 aspek asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, intervensi keperawatan, implementasi, evaluasi, dan catatan asuhan keperawatan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 2 aspek asuhan keperawatan yang dikatakan kategori lengkap yaitu diagnosa dan intervensi sedangkan terdapat 4 aspek yang dikatakan cukup lengkap yaitu pengkajian, implementasi, evaluasi, dan catatan keperawatan. Sehingga dari hasil keseluruhan 100 rekam medis disimpulkan bahwa kategori cukup lengkap dengan persentase 75% dan kategori kurang lengkap dengan persentase 25%. Aplikasi SIMGOS yang dikembangkan dan lebih dilengkapi akan memperbaiki kinerja perawat dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan dengan baik.
Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Tingkat Akhir Poltekkes Kemenkes Gorontalo tentang Rapid Health Assessment saat Bencana Labdul, Muhammad Fahreza; Zuhriana K.Yusuf; Edwina R. Monayo; Muhamad Nur Syukriani Yusuf; Vivien Novarina A. Kasim
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1711

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat akhir Poltekkes Kemenkes Gorontalo mengenai Rapid Health Assessment RHA saat bencana. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengukuran pada satu waktu. Populasi berjumlah 408 mahasiswa tingkat akhir dari seluruh jurusan. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling melalui simple random sampling. Perhitungan Slovin dengan margin error 10 persen menghasilkan target minimal 81 responden, sedangkan data yang terkumpul dan dianalisis berjumlah 94 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner 10 butir mengacu pada Nurbaya 2020 dengan skala Guttman skor 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah, kemudian dikonversi menjadi persentase dan dikategorikan baik 76 sampai 100 persen cukup 56 sampai 75 persen dan kurang 0 sampai 55 persen. Analisis data dilakukan secara univariat deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebesar 77,7 persen, kategori cukup 20,2 persen, dan kategori kurang 2,1 persen. Lebih dari separuh responden menyatakan belum pernah mengetahui istilah RHA sebesar 54,3 persen, sementara sumber informasi yang paling banyak diakses berasal dari media daring. Perbandingan antarjurusan memperlihatkan variasi, dengan proporsi kategori baik tertinggi pada Gizi dan Dietetika serta Farmasi, sedangkan Sanitasi Lingkungan menunjukkan distribusi yang lebih beragam dan menjadi satu satunya jurusan dengan kategori kurang. Kesimpulan penelitian menunjukkan pengetahuan mahasiswa tentang RHA tergolong baik meskipun pengenalan terminologi belum merata, sehingga diperlukan penguatan pembelajaran kebencanaan melalui integrasi kurikulum, pelatihan berbasis simulasi, serta pengembangan modul digital agar kesiapan mahasiswa tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga aplikatif.
The Relationship between Stress Level and Emotional Eating Behavior and Adolescent Nutritional Status at SMA Negeri 7 Gorontalo City Tasmi S. Djafar; Vivien Novarina A. Kasim; Siti Hajar Salawali
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026 - In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10650

Abstract

Adolescent nutritional status is an important indicator of health influenced by physical and psychosocial factors. In adolescence, academic stress and changes in eating behavior often contribute to the emergence of nutritional problems, both undernutrition and overnutrition. This condition is suspected to be related to stress levels and emotional eating behavior tendencies. This study aims to determine the relationship between stress levels and emotional eating behaviors with adolescent nutritional status at SMA Negeri 7 Gorontalo City. This study used a quantitative design with a cross sectional approach. The research sample amounted to 163 adolescents who were selected based on criteria, namely adolescents with a minimum level of stress in the mild category, not undergoing a diet program, and not having chronic diseases. Sample selection was taken using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. This research instrument uses the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire and the Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Bivariate analysis using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between stress levels and nutritional status of adolescents (p-Value = 0.000). Meanwhile, there was a significant relationship between emotional eating behavior and adolescent nutritional status (p-Value = 0.000). It is hoped that it can be an information and evaluation material for adolescents, schools, and related parties in understanding the relationship between stress levels, emotional eating behaviors, and adolescent nutritional status. These findings can also serve as a basis for consideration in promotive and preventive efforts that focus on adolescent mental health and eating behavior in the school environment.