Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kebisingan Mesin dengan Penurunan Pendengaran Siswa di SMK Negeri 3 dan 4 Kota Sorong Pabalik, Novta S.; Naibey, Rosdiana; Simatupang, Tumpal
Papua Medicine and Health Science Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (Juni 2024): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v1i1.1

Abstract

Penurunan fungsi pendengaran merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan gangguan saat berkomunikasi, salah satu penyebab penurunan fungsi pendengaran akibat dari paparan bising. Bengkel tempat praktik pelatihan mesin siswa di SMK Negeri 3 dan 4 Kota Sorong memiliki tingkat kebisingan tinggi sehingga dapat menyebabkan penurunan fungsi pendengaran apabila siswa rutin melakukan praktik pelatihan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat penurunan fungsi pendengaran akibat paparan bising praktik penggunaan mesin pada siswa di SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 4 kota Sorong menggunakan audiometri. Penelitian ini dilakukan pada 95 responden dari kedua sekolah dengan desain penelitian analitik observasional pendekatan cross-sectional, menggunakan metode non-probability sampling. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur intensitas kebisingan, wawancara siswa untuk memenuhi kriteria sebagai responden, dan pemeriksaan audiometri. Analisis data menggunakan teknik chi-square. Hasil uji statistik menunjukan tingkat kebisingan memiliki hubungan yang tidak bermakna ( p value=0,914) terhadap tingkat penurunan fungsi pendengaran. Pada penelitian ini paparan bising tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan fungsi pedengaran siswa namun terdapat faktor lain yang mempengaruhi keduanya yakni penggunaan earplug ( p-value 0,000) artinya earplug berpengaruh terhadap fungsi pendengaran siswa yang mengalami paparan bising.
Hubungan Serumen Prop terhadap Pendengaran Siswa Kelas 5-6 di SD Inpres 17 Kota Sorong Manalu, Andre S.B.; Naibey, Rosdiana; Simatupang, Tumpal
Papua Medicine and Health Science Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (Juni 2024): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v1i1.3

Abstract

Serumen prop merupakan produksi serumen yang berlebihan sehingga dapat menutup saluran pendengaran eksternal. Serumen prop dapat mengakibatkan rasa penuh pada telinga, mengganggu pandangan saat melakukan pemeriksaan membran timpani, nyeri, pusing, gangguan pendengaran konduktif, meningkatnya risiko infeksi telinga, dan pada kasus yang parah menyebabkan ketulian dan perforasi membran timpani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan serumen prop terhadap pendengaran Siswa Kelas 5-6 di SD Inpres 17 Kota Sorong. Penelitian dilakukan pada siswa-siswi kelas 5-6 SD Inpres 17 sebanyak 65 responden. Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen yang digunakan untuk pemeriksaan serumen prop adalah otoskop, sedangkan untuk pemeriksaan fungsi pendengaran menggunakan audiometri nada murni. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dan tingkat kemaknaan yang digunakan adalah 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 65 responden, 42 responden (64,6%) memiliki serumen prop derajat ringan dan 23 responden (35,4%) memiliki serumen prop derajat berat. Sebanyak 37 responden (56,9%) memiliki kemampuan pendengaran normal, sementara 28 responden (43,1%) mengalami penurunan fungsi pendengaran. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara serumen prop dengan penurunan fungsi pendengaran (p = 0.000). Semakin tinggi derajat serumen prop, semakin besar kemungkinan mengalami penurunan fungsi pendengaran. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengetahuan dan dukungan dari pihak sekolah mengenai kebersihan telinga.
Evaluation of Lung Function as a Result of Bad Air Quality from Forest and Peatland Fires Concerning Work Activities: Penilaian Fungsi Paru sebagai Akibat Kualitas Udara Buruk dari Kebakaran Hutan dan Gambut yang Mempengaruhi Aktivitas Kerja Simatupang, Tumpal; Ludang, Yetrie; Usop, Aswin; Nawan, Nawan; Lautt, Bambang S.; Neneng, Liswara
HUTAN TROPIKA Vol 19 No 1 (2024): Volume 19 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v19i1.14219

Abstract

Kualitas udara terus menjadi perhatian penting bagi lingkungan dan kesehatan manusia dalam skala global, terutama di negara-negara berkembang. Pada tahun 2015, Indonesia menarik perhatian dunia akibat kebakaran hutan dan lahan gambut yang luas. Indikator konsentrasi partikel di Kalimantan Tengah menunjukkan tingkat yang lebih tinggi pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022. Paparan udara yang terkontaminasi dengan polusi PM menimbulkan bahaya kesehatan yang substansial bagi orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan rutin. Namun demikian, terdapat kelangkaan penelitian tentang dampak kebakaran hutan terhadap kesehatan pernapasan di Kalimantan Tengah. Spirometer multiguna Chest Miyagi HI-801 yang telah dikalibrasi digunakan untuk melakukan pengukuran fungsi paru. Para peserta dinilai sambil berdiri di dalam ruangan dalam lingkungan yang terkendali dengan aliran udara yang konsisten. Seorang peneliti merekrut total 215 responden yang memenuhi kriteria penelitian dari 7 lokasi perkotaan dan pedesaan. Lokasi-lokasi tersebut dipilih secara subyektif oleh peneliti untuk mencapai jumlah sampel yang diinginkan, dengan fokus pada lokasi-lokasi yang dekat dengan sumber kebakaran hutan dan lahan gambut. Sebelum tes, tinggi dan berat badan subjek dinilai dan dimasukkan ke dalam spirometer, yang kemudian secara otomatis menghitung prediksi fungsi paru-paru. Spirometri adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi paru-paru, yang melibatkan pengukuran beberapa parameter termasuk kapasitas vital paksa (FVC), volume ekspirasi paksa dalam satu detik (FEV1), rasio FEV1 terhadap FVC, dan Arus Ekspirasi Paksa (FEF). Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak kebakaran hutan yang berulang, yang mengakibatkan kualitas udara yang buruk, terhadap fungsi paru pada individu berdasarkan pekerjaan mereka di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Kapuas, yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah. Penilaian ini dilakukan dengan menggunakan tes spirometri. Pada tahun 2023, tercatat bahwa kuantitas PM 2.5 di udara di Kota Palangka Raya telah melampaui ambang batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, tidak ada variasi yang mencolok dalam fungsi paru-paru di antara para peserta berdasarkan jenis kelamin mereka