Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis In Silico Senyawa Curcuma xanthorrhiza dan Moringa oleifera sebagai Kandidat Antiinflamasi Syamsi, Lusi Nursilawati; Syamsudin, Syamsudin; Mumpuni, Esti; Widowati, Wahyu; Nursanti, Okta; Qodriah, Rahmatul
Journal Syifa Sciences and Clinical Research (JSSCR) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Edisi 1 2025
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jsscr.v7i1.30385

Abstract

Inflammation is the body's immune response to pathogens, tissue injury, or exposure to toxic substances. The search for effective anti-inflammatory agents remains a key focus in pharmaceutical and healthcare research. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) and Moringa (Moringa oleifera) have been widely used in traditional medicine due to their bioactive compounds with potential anti-inflammatory effects. This study aims to evaluate the molecular interactions between curcumin from temulawak, as well as quercetin and kaempferol from moringa, against inflammatory targets using an in silico approach through molecular docking and molecular dynamics simulations.
Docking Tanaman Biji Selasih Sebagai Sedatif Dengan Reseptor Gaba( Gamma Amino Butiric Acid) : Docking Tanaman Biji Selasih Sebagai Sedatif Dengan Reseptor Gaba( Gamma Amino Butiric Acid) Nursanti, Okta
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i2.263

Abstract

Penggunaan obat tradisional sudah dikenal luas baik di negara berkembang maupun negara maju. Hal ini semakin diperkuat oleh adanya pemikiran back to nature ( kembali ke bahan alam ) salah satuya dalam mengatasi gangguan tidur ( insomnia) dengan enggunakan tanaman biji selasih, selain dapat mengatasi gangguan tidur tanaman biji sealsih juga bisa : menurunkan kolesterol, melancarkan buang air besar, mengatasi gangguan pencernaan ( Agus Kardinan,2007). Kandungan zat aktif biji selasih merupakan essential oil seperti linalool, citral, terpena, yang mempunyai komponen kimia terpenoid dengan komponen kimia senyawa aromatic. Terpenoid berikatan pada reseptor GABA (Gamma Amino Butiric Acid) sehingga berkhasiat sedatif-hipnotik ( Aoshima & Hamamoto,2004). Untuk mengetahui aktivitas kandungan zak aktif dari biji selasih terhadap reseptor yang memegang peranan penting dalam mekanisme gangguan tidur, maka dilakukan studi in silico penamabatan molekul (docking) antara kandungan biji selasih alphapinene ,citral ,eugenol ,geraniol, linalool,limonene,methyl cinnamate, dan ocimene) terhadap reseptor GABA (Gamma Amino Butiric Acid).Perangkat lunak penambatan molekul yang digunakan adalah Arguslab versi 4.0.1 Dari hasil penambatan molekul (Molecular Docking) menunjukan bahwa delapan senyawa diatas aman dan lolos dari uji ADMET, Binding Energy delapan ligan tersebut lebih besar dibandingkan ligan alami Alprazolam pada RMSD < 2 Angstrom,tetapi ada satu ligan yang binding energy nya mendekati alprazolam yaitu alpha phinene dengan nilai binding energy -13.0776 Kcal/mol. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa senyawa yang terkandung dalam tanaman biji selasih ( Ocimum basilicum) dapat digunakan sebagai calon obat sedatif. Kata Kunci: Penapisan Virtual, Molekular Docking, Sedatif.
Docking dan Uji Toksisitas Secara Insilico untuk Mendapatkan Kandidat Obat Analgesik Nursanti, Okta; Aziz, Abdul; Hadisoebroto, Ginayanti
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v6i1.1922

Abstract

Salah satu upaya penemuan obat baru untuk mengobati nyeri yang sering terjadi di masyarakat adalah dengan penapisan senyawa bioaktif yang berasal dari alam. Flavonoid merupakan salah senyawa bioaktif alami yang memiliki berbagai khasiat dalam pengobatan seperti sebagai antibakteri, antijamur, antivirus, antioksidan, antiinflamasi, antialergi, antinyeri dan antitumor. Senyawa bioaktif yang terdapat di flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antinyeri seperti gingerol, linalool, limonen, zingeron, zingiberol, anthocyanin, melatonin. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari interaksi senyawa bioaktif flavonoid dengan target reseptor cyclooxygenase 2 yang di unduh dari Protein Data Bank dengan kode 51KR. Untuk mengetahui besarnya interaksi senyawa bioaktif dengan target dilakukan dengan penapisan virtual melalui Protox II Web Server untuk mengetahui toksisitas. Perangkat lunak penambatan molekul yang digunakan adalah Arguslab versi 4.0.1 dan untuk visualisasi hasil menggunakan Discovery Studio 2016. Dari hasil penambatan molekul (Molecular Docking) menunjukan bahwa ketujuh senyawa diatas aman. Binding Energy ketujuh ligan tersebut lebih rendah dibandingkan ligan alami Asam Mefenamat pada RMSD<2 Angstrom, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa senyawa gingerol, linalool, limonen, zingeron, zingiberol, anthocyanin dan melatonin dapat digunakan sebagai obat antinyeri.