Abstract This study examines the role of the Gudang Pahala Reborn Community Organization in developing religious character in adolescents through a community-based approach in the Bekasi Regency. Using a qualitative case study method, data were collected through in-depth interviews with 18 informants (managers, adolescent participants, and community leaders), participant observation over 3 months, and analysis of organizational documents. The research findings show that the GPR community development model that integrates Islamic values in daily activities has succeeded in creating three significant changes: (1) increasing the consistency of daily worship (85% of participants), (2) changing patterns of social interaction to be more polite (78% of participants), and (3) strengthening community solidarity. Analysis using the Kirkpatrick model reveals that a personal approach and participatory activities are key to the success of behavioral transformation (level 3) and achieving sustainable impact (level 4). This study provides empirical evidence of the effectiveness of a character education model that is integrated with the local community ecosystem. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran Organisasi Masyarakat Gudang Pahala Reborn dalam membangun karakter religius remaja melalui pendekatan berbasis komunitas di Kabupaten Bekasi. Dengan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 informan (pengurus, peserta remaja, dan tokoh masyarakat), observasi partisipan selama 3 bulan, serta analisis dokumen organisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembinaan komunitas GPR yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kegiatan sehari-hari berhasil menciptakan tiga perubahan signifikan: (1) peningkatan konsistensi ibadah harian (85% peserta), (2) perubahan pola interaksi sosial yang lebih santun (78% peserta), dan (3) penguatan solidaritas komunitas. Analisis menggunakan model Kirkpatrick mengungkap bahwa pendekatan personal dan aktivitas partisipatif menjadi kunci keberhasilan transformasi perilaku (level 3) dan dampak berkelanjutan (level 4). Studi ini memberikan bukti empiris tentang efektivitas model pendidikan karakter yang menyatu dengan ekosistem komunitas lokal