Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Media Tumbuh Alternatif Dalam Budidaya Melon Hiroponik Fadhil, Roihan; Beddu, Mir Alam; Asjulia
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah melon merupakan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dapat dibudidayakan secara konvensional ataupun hidroponik. Salah satu unsur penting dalam budidaya hidroponik adalah media tumbuh. Media yang umum digunakan yaitu rockwool. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui respon pertumbuhan dan produksi varietas tanaman melon pada berbagai jenis media tumbuh. yang dilaksanakan dari Januari 2024 hingga Mei 2024. Penelitian ini di laksanakan dalam bentuk percobaan Rancangan Petak Terpisah (RPT) faktorial dua faktor, Faktor pertama terdiri dari varietas sebagai petak utama yaitu : Varietas Japonika dan Varietas Gracia, sedangkan Faktor kedua terdiri dari media sebagai anak petak yaitu : media rockwool, media arang sekam, media cocopeat, dan media serbuk kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Gracia memberikan hasil yang lebih baik pada hasil jumlah helai daun 1 MSPT yaitu 3,39 helai. Perlakuan media tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada masing masing perlakuan. Terdapat interaksi antara varietas dan media. Pada parameter tinggi tanaman Varietas Gracia dan media cocopeat menunjukkan hasil terbaik pada tinggi tanaman 2 MSPT yaitu 32,50cm. parameter jumlah daun 1 MSPT Varietas Gracia dan media cocopeat menunjukkan hasil terbaik yaitu 3,66 helai. Pada parameter bobot buah Varietas Gracia dan media arang sekam memberikan hasil terbaik yaitu 1.53gr
Analisis Nilai Ekonomi Agroforestri Pekarangan Desa Umpungeng Kabupaten Soppeng Sultan, Dian Mirnawaty; Hasan, Hasnah; Herawaty; Mukhlishah, Nurul; Asjulia
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi berbagai komoditi pertanian di pekarangan rumah masyarakat Desa Umpungeng, Kabupaten Soppeng. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan survei pada 12 sampel komoditi jenis tumbuhan yang ada di pekarangn masyarakat. Data dikumpulkan melalui survei lapangan dan observasi langsung, dengan fokus pada jenis tanaman agroforestri yang ditemukan di wilayah tersebut. Analisis data yang dipakai adalah nilai ekonomi dari tiap komoditi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi yang signifikan dalam nilai ekonomi antara berbagai jenis komoditi, dengan komoditi cengkeh dan durian menonjol yang memiliki kontribusi ekonomi tertinggi. Di sisi lain, komoditi lain seperti gamal dan singkong menunjukkan nilai ekonomi yang lebih rendah. Implikasi dari hasil penelitian ini menyoroti pentingnya diversifikasi komoditas pertanian untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat lokal serta merancang strategi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Desa Umpungeng. Kesimpulannya, pemahaman tentang nilai ekonomi komoditi pertanian di pekarangan rumah masyarakat memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan sektor pertanian lokal dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun Pada Berbagai Jarak Tanam dan Dosis Pupuk NPK Jumarni; Hanafi; Asjulia
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun pada berbagai jarak tanaman dan dosis pupuk NPK. Berlangsung pada Maret sampai juni 2025. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri atas 3 taraf yaitu jarak 15 cm x 10 cm,jarak 20 cm x 15 cm,jarak 20 cm x 20 cm. Faktor kedua dosis pupuk NPK yaitu terdiri atas 3 taraf yaitu : NPK 200 kg. ha-1 = 40 g. petak-1 , NPK 250 kg.ha-1 = 50 g.petak-1, NPK 300 kg.ha-1 = 60 g.petak-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jarak tanam (20 cm x 15 cm) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap tanaman bawang daun yaitu tinggi tanaman 61,81 (45 HST), jumlah daun13,33 helai (45 HST), jumlah anakan 3,34 buah, diameter batang 6,72 cm, bobot berangkasan 93,33 g, hasil perumpun 80,53 g. Pupuk NPK 300 kg. ha-1 = 60 g. petak-1 menghasilkan pengaruh yang lebih baik tinggi tanaman bawang daun yaitu 62,17 (45 HST), jumlah daun 6,64 cm (45 HST, 14,20 (45 HST), jumlah anakan (3,36 cm) buah, diameter batang (6,97 cm), bobot berangkasan (95,36 g), hasil perumpun (81,09). Interaksi antara jarak tanam 20 cm x 15 cm dengan dosis Pupuk NPK 300 kg ha-1 =60 g.petak-1 menghasilkan pengaruh lebih baik terhadap tinggi tanaman 39,41 cm (umur 15 HST), tinggi tanaman 44,06 cm (umur 30 HST), bobot berangkasan (93,33 cm), hasil perumpun 80,53 cm. Dosis pupuk NPK 300 kg ha-1 =60 g.petak-1 tinggi tanaman 39,67.