Luthfiyah Luthfiyah
Universitas Muhammadiyah Bima

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Islamisasi Sains Dalam Pandangan Al–Khawarizmi: Sebuah Kajian Teoritis Ahmad Ahmad; Luthfiyah Luthfiyah
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6633

Abstract

The goal of this research is to delve deeper into the Islamization of science according to the perspective of Al-Khawarizmi. The method used in this study is library research. Data collection is carried out by gathering data from various literature. In this research, primary data is obtained from literature discussing the Islamization of Science from the perspective of Al-Khawarizmi. Meanwhile, the secondary data consists of literature about Al-Khawarizmi and his works up to his contribution to the development of contemporary science. The results of this research indicate that Al-Khawarizmi, a prominent Muslim scientist from the Golden Age of Islam, has made significant contributions to the Islamization of Science through his works covering mathematics, astronomy, geography, and cartography. The concept of Islamization of Science introduced by Al-Khawarizmi still holds strong relevance in the modern context. Through his approach that integrates science with Islamic values, Al-Khawarizmi emphasizes the importance of using science for the welfare of humanity and developing rational scientific methods. Additionally, his works in astronomy, geography, and cartography have also influenced the development of science in the Islamic world and worldwide. Thus, Al-Khawarizmi's legacy in the Islamization of Science provides inspiration and guidance for modern scientists and thinkers in utilizing science to advance human welfare and build a better world.
Implementasi Sholat Dhuha dalam Pembentukan Karakter Siswa di Ma Darul Hikmah Kota Bima Muhamad Baiatur Ridhwan; Luthfiyah Luthfiyah; Irwan Irwan
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.307

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan di MA Darul Hikmah Kota Bima bahwa penerapan sholat dhuha merupakan suatu hal yang dibiasakan untuk dilakukan secara rutin guna untuk membentuk karakter siswa. Akan tetapi sebagian siswa belum memahami pentingnya sholat dhuha dalam kehidupan sehari hari serta Sebagian siswa memiliki karakter yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi sholat Dhuha dalam pembentukan karakter siswa di MA Darul Hikmah Kota Bima. Sholat Dhuha merupakan ibadah sunnah yang memiliki manfaat spiritual, mental, dan fisik serta diyakini berperan dalam membentuk karakter positif, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran. Dalam konteks pendidikan, pembiasaan sholat Dhuha dapat menjadi strategi dalam membangun karakter siswa yang religius dan berakhlak mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pihak yang diwawancarai dalam hal ini yaitu Kepala Sekolah, guru PAI, dan siswa.  Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan siswa, guru, dan pihak sekolah. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sholat Dhuha di MA Darul Hikmah telah menjadi bagian dari budaya sekolah dan dilakukan secara individu oleh siswa pada waktu istirahat. Faktor pendukung implementasi sholat Dhuha meliputi dukungan dari pihak sekolah, ketersediaan fasilitas ibadah, motivasi intrinsik siswa, lingkungan sekolah yang religius, serta peran orang tua dalam membimbing anak-anak mereka. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya sholat Dhuha, keterbatasan waktu akibat jadwal pembelajaran yang padat, kurangnya pengawasan, serta pengaruh lingkungan dan teman sebaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi sholat Dhuha berkontribusi secara signifikan dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam aspek religiusitas, disiplin, dan tanggung jawab. Namun, untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan strategi yang lebih intensif dari pihak sekolah dalam memberikan motivasi, pengawasan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sholat dhuha di MA Darul Himah Kota Bima memiliki peran penting dalam pembentukan karakter siswa, terutama dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan keimanan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi sekolah untuk lebih mengoptimalkan pembiasaan sholat dhuha sebagai bagian dari pembinaan karakter.
Implementasi Metode 3T+1M (Tasmi’, Tafahhum, Tikrar dan Muroja’ah) Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an di SMP Islam Tahfidz Qur’an (ITQ) Kelurahan Kolo Kota Bima Rosalinda Rosalinda; Luthfiyah Luthfiyah; Ferdiansyah Ferdiansyah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.312

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu banyak tantangan yang dihadapi oleh peserta didik dalam mempertahankan hafalan  mereka, seperti lemahnya daya ingat  dan kurangnya pemahaman terhadap ayat yang dihafal. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode 3T+1M (Tasmi’, Tafahhum Tikrar, dan Muraja’ah) dalam peningkatan hafalan Al-Qur'an, mengidentifikasi faktor kendala dan pendukung dalam  penerapannya,  serta  menggali  pengembangan  kualitas  daya ingat  hafalan  Al-Qur'an santri di SMP Islam Tahfidz Qur’an Kelurahan Kolo Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode 3T+1M dilakukan secaram sistematis melalui tahapan tasmi’ untuk membimbing pembacaan ayat, tafahhum untuk memaknai kandungan ayat, tikrar untuk mengulang bacaan yang akan dihafal,  dan  Muraja’ah untuk memperkuat hafalan. Kelebihan metode ini, meningkatkan kepercayaan diri dalam menghafal al-Qur’an, membantu mengingat ayat dan meningkatkan kecintaan terhadap isi Al-Qur’an, memperkuat hafalan jangka Panjang, dan dapat memperbaiki kesalahan yang tidak disadari saat hafal. Sedangkan  kendalanya berupa keterbatasan  waktu  pembelajaran,  rasa  malas  siswa,  daya  ingat  siswa  yang  kurang dalam  menghafal  Al-Qur’an.  Metode ini terbukti  meningkatkan  kualitas  hafalan  siswa,  baik dari  segikekuatan  menghafal maupun kestabilan daya  ingat  mereka  melalui  pengulangan yang sistematis.
Analisis Asesmen Diagnostik, Formatif dan Sumatif Serta Implikasinya terhadap Efektivitas Sistem Evaluasi Pendidikan Klis Dianti; Maria Ulfah; Abd Salam; Gunawan Gunawan; Luthfiyah Luthfiyah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara penilaian diagnostik, formatif dan sumatif dalam pembelajaran dan implikasinya terhadap efektifitas sitem evaluasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka dengan sumber data yang berasal dari artikel, jurnal ilmiah, buku, dan document lainya yang sesuai dengan penelitian. Sementara untuk menganalisis datanya menggunakan metode analisis konten. Penilaian dalam pendidikan terdiri dari diagnostik, formatif dan sumatif yang masing-masing memiliki tujuan, Teknik, kelebihan dan kekurangan. Penilaian diagnostik berfungsi untuk mengidentifikasi kebutuhan awal siswa, formatif berfokus pada perbaikan selama proses pembelajaran, dan sumatif fokus pada penilaian akhir. Pembahasan menyoroti pentingnya penerapan penilaian pada rana kognitif, psikomotorik dan efektif secara terus menerus untuk kemajuan siswa yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukan bahwa asesmen diagnostik memungkinkan guru mendesain startegi pembelajaran yang lebih baik, asesmen formatif memberikan timbal balik untuk memperbaiki proses pembelajaran dan asesmen sumatif memberikan evaluasi yang menyeluruh terhadap pencapaian hasil akhir siswa. Kesimpulanya asesmen yang terintegrasi dan berkesinambungan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran tetapi juga mendukung efektifitas system evaluasi Pendidikan secara keseluruhan. Hal demikian memberikan wawasan bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan strategi pembelajaran dan perencanaan kurikulum.
Integrating Direct Teaching and Local Cultural Values to Improve Student Engagement and Learning Outcomes in Islamic Religious Education for Fifth Grade Students Klis Dianti; Luthfiyah Luthfiyah; Syarifuddin Syarifuddin
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7574

Abstract

This study investigates the effectiveness of the Direct Instruction model integrated with the local cultural values of Maja Labo Dahu in enhancing student engagement and learning outcomes in Islamic Religious Education among fifth-grade students at INPRES Tololara State Elementary School. The integration of cultural elements aimed to make learning more relevant and character-building for students. A classroom action research (CAR) design was employed, conducted over two cycles. Each cycle involved stages of planning, implementation, observation, and reflection. The participants were 15 fifth-grade students. Data were collected through structured observations of student learning activities and evaluations of student learning outcomes. The findings revealed notable improvements in both student engagement and academic achievement. Student learning activity increased from 61.67% in the first cycle to 85% in the second, while classical learning completeness rose from 60% to 86.67%. These gains were attributed to clearer instructional guidelines, the integration of culturally familiar content, and the use of demonstration and practice-based teaching techniques. Reflective analysis from the first cycle allowed for refinement of teaching strategies in the second cycle, leading to enhanced student motivation, interaction, and comprehension. Beyond academic improvements, the integration of Maja Labo Dahu supported the development of character values aligned with Islamic teachings, such as integrity, respect, and cooperation. In conclusion, combining the Direct Instruction model with local cultural values proved effective in improving both cognitive and character outcomes, offering a viable approach to enhancing the quality of elementary education.