Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kesesuaian Akad Murabahah pada Pembiayaan Mitra Mikro Multiguna di Koperasi Syariah Didi Suardi; Puput Wahdaniah; Aisyah Defy R. Simatupang; Martavevi Azwar; Iti Septi
Jurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 2 (2026): Islamic economics and banking research
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ba.v11i2.10667

Abstract

Penelitian ini menganalisis kepatuhan syariah akad murabahah pada produk pembiayaan Mitra Mikro Multiguna (MMG) di Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dengan merujuk pada Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal; data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola dan anggota, serta didukung observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dasar transaksi murabahah MMG, meliputi pembelian barang oleh koperasi, pemindahan kepemilikan, penetapan harga pokok beserta margin, dan pembayaran angsuran tetap pada prinsipnya telah selaras dengan ketentuan utama fatwa. Namun, masih terdapat kelemahan pada aspek pemisahan dan pengungkapan harga pokok dan margin kepada anggota, penyerahan salinan akad dan bukti pembelian yang belum konsisten, serta pemahaman anggota yang belum merata mengenai hak dan kewajiban dalam akad murabahah. Temuan ini mengindikasikan bahwa, di luar kepatuhan struktural, penguatan kepatuhan syariah yang substantif memerlukan dokumentasi yang lebih jelas dan baku, peningkatan literasi akad bagi anggota, serta peran Dewan Pengawas Syariah yang lebih proaktif dalam mengawasi implementasi dan menjelaskan mekanisme akad.
Peningkatan Kesadaran PHBS dan Pencegahan Tuberkulosis melalui Edukasi dan Pendampingan Posyandu di Desa Jambe, Tangerang Didi Suardi; Aisyah Defy R. Simatupang; Martavevi Azwar; Oom Komariyah; Shofiah Tidjani; Nur Jamaludin; Muizzudin Muizzudin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25633

Abstract

ABSTRAK Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), keterlambatan deteksi Tuberkulosis (TBC), serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu menjadi permasalahan kesehatan di Desa Jambe, Tangerang. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai PHBS, pencegahan TBC, serta optimalisasi peran Posyandu dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi praktik cuci tangan, edukasi mengenai gejala dan pencegahan TBC, pelatihan kader kesehatan, serta pendampingan kegiatan Posyandu. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi terhadap partisipasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman PHBS pada lebih dari 80% peserta, peningkatan kemampuan mengenali gejala TBC pada 70% peserta, serta peningkatan partisipasi ibu hamil dalam Posyandu dari 40% menjadi 70%. Program ini membuktikan bahwa edukasi partisipatif dan pendampingan kader efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat serta memperkuat fungsi Posyandu sebagai layanan kesehatan preventif di tingkat desa. Kata Kunci: PHBS, Tuberkulosis, Posyandu, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Low implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), delayed detection of Tuberculosis (TB), and limited community participation in Posyandu activities remain public health concerns in Jambe Village, Tangerang. This community service program aimed to improve public awareness and knowledge regarding PHBS, TB prevention, and the optimization of Posyandu services for maternal and child health monitoring. The program was conducted over one month through interactive counseling sessions, handwashing demonstrations, TB prevention education, cadre training, and Posyandu assistance. Evaluation was carried out using pre- and post-tests and participation observation. The results showed increased PHBS understanding in more than 80% of participants, improved TB symptom recognition in 70% of participants, and increased Posyandu attendance among pregnant women from 40% to 70%. These findings indicate that participatory education combined with cadre mentoring effectively strengthens community health awareness and enhances the preventive function of Posyandu at the village level. Keywords: PHBS, Tuberculosis, Posyandu, Health Education, Community Service.
Peningkatan Literasi Al-Qur’an dan Akhlak Islami Anak melalui Pesantren Kilat di Desa Jambe Didi Suardi; Aisyah Defy R. Simatupang; Martavevi Azwar; Iti Septi; Shofiah Tidjani; Nur Jamaludin; Muizzudin Muizzudin; Agus Supriyatno; Hikma Gustina Rambe; Duni Duni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an dan pembinaan akhlak Islami anak usia sekolah dasar di Desa Jambe, Kabupaten Tangerang. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kelancaran membaca Al-Qur’an, lemahnya penerapan tajwid, serta belum optimalnya pembiasaan akhlak dan ibadah harian. Solusi yang dilakukan ialah program Pesantren Kilat berbasis partisipasi masyarakat. Metode pelaksanaan menggabungkan Participatory Action Research dan service learning melalui tahapan observasi, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar pre-test dan post-test bacaan Al-Qur’an, lembar observasi perilaku, catatan lapangan, serta umpan balik orang tua. Subjek pengabdian adalah 100 anak usia sekolah dasar di Desa Jambe. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan rata-rata 38,7% dan perubahan perilaku positif pada 80% peserta, terutama dalam disiplin, sopan santun, dan kepedulian sosial. Program ini efektif sebagai model pendidikan Islam berbasis komunitas.
A Maqasid-Based Governance Framework for Islamic Banking: Integrating VBI, ESG, and Ethical Digital Transformation Didi Suardi; Martavevi Azwar; Aisyah Defy R. Simatupang; Iti Septi; Oom Komariyah; Shofiah Tidjani
AL-IQTISHADIYAH : EKONOMI SYARIAH DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH Vol 11 No 2 (2025): Jurnal al-Iqtishadiyah
Publisher : Fakultas Studi Islam Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/iqt.v11i2.21297

Abstract

This research contributes to the literature through the propositions of the Maqasid-Based Governance Framework (MBGF), which would help realign Islamic banking for sustainability and the digital era with higher objectives of Shariah. Drawing on the classical teachings of Al-Ghazali and al-Shatibi on maqasid al-shariah, and on modern governance views offered by Chapra, this study integrates maqasid al-shariah with VBI, ESG practices, and ethical digital governance. Based on a qualitative concept methodology, the paper synthesises ethical foundations, institutional governance, sustainability indicators, and digital innovation into a comprehensive governance architecture. The results indicate that the MBGF facilitates transparency, social value addition, eco-friendliness, and digital ethics in Islamic banking. The paper also highlights related indicators , such as the Maqasid Performance Index (MPI) and the Maqasid Shariah Index (MSI), to operationalise maqasid-based governance. The contribution of this paper is theoretical, in terms of giving a new positioning to maqasid as the broad governance framework; conceptual, in terms of amalgamating VBI, ESG, and digital ethics into a multi-layered model; and empirical, by providing regulators and practitioners with a practical governance blueprint for value-driven and sustainable Islamic finance.