Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Manajemen Pengelolaan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Manajemen Pengelolaan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam zainul ngali; Zubaidi; Timbul Santoso; Subandi; Erjati Abas
ISLAM EDU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 02 (2023): Islam Edu: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam menunjang program pembelajaran dan tercapainya tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran dalam pendidikan agama Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru pendidikan agama Islam Sekolah Menengah Pertama Darul Fattah membuat rencana pembelajaran sebelum melaksanakan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar untuk memandu proses pembelajaran. Tahapan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran adalah melaksanakan kegiatan persiapan, melaksanakan kegiatan inti, dan melaksanakan kegiatan akhir. Guru pendidikan agama Islam sekolah menengah menilai hasil belajar berdasarkan pekerjaan rumah dan tugas kelas, ujian semester, ujian tertulis dan lisan, tanya jawab, dan tentu saja mencerminkan sikap. Kesimpulan penelitian ini adalah sangat penting pemanfaatan media pembelajaran sebagai penunjang keberhasilan pendidikan. Pengendalian khusus terhadap penggunaan media pembelajaran mempengaruhi efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BESED LEARNING (PjBL) TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS DIKELAS IV MIN 6 BANDAR LAMPUNG Opi lia Ziareta; Subandi; Ayu Reza Ningrum
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.12580

Abstract

ABSTRACT Learning interest is one of the important factors influencing the success of the learning process, particularly in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects that require students’ active involvement in understanding concepts contextually. The problem of teacher-centered learning approaches often results in low student participation and learning interest. This study aims to analyze the effect of implementing the Project Based Learning (PjBL) model on students’ learning interest in IPAS learning for fourth-grade students at MIN 6 Bandar Lampung. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method involving an experimental class and a control class with a total of 64 students. Data were collected through observation, interviews, documentation, and learning interest questionnaires based on indicators of enjoyment, attention, interest, and student involvement. Data analysis was conducted through prerequisite tests, including normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the Independent Samples T-Test. The results showed that the implementation of the PjBL model had a significant effect on improving students’ learning interest. This finding was indicated by the difference in the average learning interest scores between the experimental class (71.31) and the control class (59.88), with a significance value of 0.000 (<0.05). Therefore, the Project Based Learning model is proven to be effective in enhancing students’ learning interest through contextual, collaborative, and product-oriented learning activities. ABSTRAK Minat belajar merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan proses pembelajaran, terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang membutuhkan keterlibatan aktif siswa dalam memahami konsep secara kontekstual. Permasalahan pembelajaran yang masih berorientasi pada guru menyebabkan rendahnya partisipasi dan ketertarikan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran IPAS kelas IV di MIN 6 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain kelas eksperimen dan kelas kontrol yang melibatkan 64 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket minat belajar berdasarkan indikator perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan siswa. Data dianalisis melalui uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas serta pengujian hipotesis menggunakan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan melalui perbedaan rata-rata skor minat belajar antara kelas eksperimen sebesar 71,31 dan kelas kontrol sebesar 59,88 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Dengan demikian, model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa melalui aktivitas pembelajaran yang berbasis proyek, kolaborasi, dan pengalaman belajar yang kontekstual.
Pengembangan Organisasi Pembelajar di Pesantren Modern: Studi Lapangan Penerapan Lima Disiplin Learning Organization Peter Senge di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 Iqbal Mustofa Fathurrahman; Megawati; Subandi; Heru Juabdin Sada; Patonah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1649

Abstract

Social change, technological development, and increasing demands for educational quality require educational institutions to continuously adapt and engage in sustainable learning. In this context, the concept of a learning organization is highly relevant, including in modern Islamic boarding schools. This study aims to analyze the implementation of the learning organization concept at Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 7 using Peter Senge’s five disciplines: personal mastery, mental models, shared vision, team learning, and systems thinking. This research employed a qualitative field research approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving KMI leaders, educational staff, and teachers. The findings reveal that Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 7 has implemented all five disciplines in an integrated manner within its learning system and institutional management. These results indicate that modern Islamic boarding schools have strong potential to develop as adaptive and sustainable learning organizations in response to contemporary educational challenges.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Ekoteologi: Penguatan Kesadaran Lingkungan di SMA Negeri 1 Jati Agung Latifah Nurrahma Dewi; Subandi; Ais Isti'ana
SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): January - March | SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/sakalima.v3i1.585

Abstract

Environmental awareness is an important concern in Islamic Religious Education because students are expected not only to understand religious teachings conceptually but also to apply them through responsible attitudes toward nature and the school environment. This study aimed to analyze the integration of ecotheological values in Islamic Religious Education learning and their role in fostering students’ environmental awareness at SMA Negeri 1 Jati Agung. This study employed a qualitative descriptive approach. The participants consisted of one Islamic Religious Education teacher and 10 students selected through purposive sampling. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation. The data were analyzed thematically through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was strengthened through triangulation of data collection techniques. The findings showed that ecotheological values were integrated through contextual explanations connecting Islamic teachings with environmental responsibility, environmental-based learning activities, teacher role modeling, school cleanliness programs, classroom duty schedules, Friday cleaning activities, and creative assignments related to environmental care. Supporting factors included school policies, teacher commitment, student participation, and the availability of environmental facilities. However, the implementation was constrained by inconsistent student awareness, limited instructional media, and restricted learning time. These findings indicate that integrating ecotheological values into Islamic Religious Education can strengthen students’ understanding of environmental responsibility as part of religious practice. Effective implementation requires consistent teacher modeling, supportive school policies, adequate learning resources, and continuous environmental habituation.