Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI PESANTREN RAMADHAN: PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI PESANTREN RAMADHAN Yulia Arifin; Ety Aprianti
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jam.v3i1.394

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja (usia 11 – 20 tahun) adalah masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia. Masa remaja disebut juga masa pubertas, yaitu masa transisi yang unik ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Pada masa remaja cenderung memiliki rasa penasaran yang tinggi. Tanpa kontrol yang tepat dari dirinya sendiri maupun orangtua, hal ini bisa membuat mereka terjerumus pada kenakalan remaja. Untuk itu, remaja yang sedang mengalami pubertas membutuhkan bimbingan dari lingkungan sekitarnya, orang tua, dan sekolah. Agar remaja dapat melalui masa pubertas dengan baik, dibutuhkan informasi dan edukasi seputar kesehatan reproduksi pada remaja putra dan putri di Pesantren Ramadhan. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 8 April 2023. Adapun kegiatannya meliputi pemberian informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi pada remaja dan diskusi seputar masalah pubertas pada remaja yang hadir dalam kegiatan pesantren remaja di Masjid Al-Kautsar. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, semua remaja sudah tersosialisasi tentang kesehatan reproduksi masalah seputar pubertas pada remaja. Dari 10 remaja yang diberikan pertanyaan, sebanyak 8 orang (80%) dapat menjawab dengan benar pertanyaan yang telah diajukan
Pemberian Edukasi Keluarga Berencana Pada Wanita Usia Subur Yulia Arifin; Sri Suciana; Ety Aprianti
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v2i1.874

Abstract

Unmet Need is a married woman of childbearing age who does not want to have more children or wants to space births but does not use contraception. Unmet need for family planning is one of the obstacles to managing family planning programs in Indonesia which requires ongoing handling (Susanti et al., 2023). The percentage of cases of unmet need for family planning based on Central Statistics Data can be said to be high, namely in 2020 it was 5.44%, and it fell in 2021 by 5.03% then rose again in 2022 by 6.09% West Sumatra is one of the regions with a high number of unmet needs in Indonesia. In 2021, the unmet need figure in West Sumatra Province reached 13.6%, consisting of Wanting Delayed Children (IAT) at 6.67% and Don't Want More Children (TIAL) at 6.93%. Meanwhile, the number of unmet needs in Padang City in 2021 is 26.61%. This is still high compared to the DP3AP2KB performance achievement target of 13%. Based on the results of field analysis which was carried out by conducting interviews with two Women of Childbearing Age (WUS) aged 30 and 40 years in the community service area, information was obtained that the two WUS did not use family planning because of the myth that had developed regarding the side effects of using contraceptive methods and they worry if pregnancy occurs. Based on the analysis of the target group's situation, it is deemed important to carry out education-based community service activities (health promotion) in the use of contraceptive methods for WUS in West Padang District. Family planning education activities were carried out at the West Padang District Head Office, Padang City, targeting 100 female couples of childbearing age. The implementation stage of this activity consists of providing information and education to mothers who attended the West Padang District Cheap Market Operation in March 2023. The activities carried out in implementing this program are: Briefing with the Implementing Team, gathering female couples of childbearing age who attend the Murah Market Operation, providing information and education to female couples of childbearing age who are the target of family planning, Providing correct information and education about contraceptives according to complaints from female couples of childbearing age, and Distributing leaflets to every female couple of childbearing age. The activity went smoothly with 70 participants attending. Individual family planning counseling is carried out with female couples of childbearing age, so that the achievement of socialization is 100 percent.
Asuhan Kebidanan Pada Ny “R” dengan Pemberian SPA Sebagai Rileksasi dan Peningkatan Kebugaran pada Ibu Nifas Ety Aprianti; Sri Suciana; Putri Dellaini
Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat) Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamedika.v2i1.338

Abstract

Pada masa nifas ketidaknyamanan postpartum 80% dialami wanita setelah bersalin. Upaya yang dapat dilakukan bidan untuk mengurangi rasa lelah dan pegal-pegal beserta nyeri pada ibu postpartum dengan metode non farmakologi yaitu dengan SPA, mandi rempah beserta aromaterapi untuk rileksasi dan meningkatkan kenyamanan serta kebugaran pada tubuh ibu. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan dan melaksanakan Asuhan Kebidanan Komprehensif melalui pendekatan Varney dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Asuhan ini menggunakan desain penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan di PMB di Kota Padang. Subjek asuhan ini yaitu Ny.R P1AOH1 postpartum normal.Data dikumpulkan dengan menggunakan data primer dan skunder dengan bantuan alat-alat nifas, peralatan untuk SPA, mandi rempah beserta aromaterapi. Selanjutnya data di analisa dengan cara mereduksi data, menyajikan dan menarik kesimpulan. Hasil dari asuhan kebidanan dengan menerapkan asuhan kebidanan dengan teknik SPA, mandi rempah beserta aromaterapi berhasil diberikan pada Ny.R kunjungan yang dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada 6 jam pertama postpartum, 6 hari postpartum, dan 10 hari postpartum, sebelum dan sesudah sesudah menggunakan SPA, mandi rempah beserta aromaterapi dilakukan penilaian. Rasa lelah dan cemas ibu berkurang saat menggunakan SPA, mandi rempah beserta aromaterapi Selama pemberian teknik SPA, mandi rempah beserta aromaterapi tidak ditemukan adanya komplikasi dan semua asuhan nifas normal dapat diberikan kepada ibu dengan optimal.Simpulan dari asuhan SPA, mandi rempah beserta aromaterapi untuk rileksasi pada ibu nifas efektif mengatasi keluhan lelah, pegal-pegal dan rasa nyeri hingga ibu merasakan tidur dengan nyenyak saat dilakukan SPA, mandi rempah beserta aromaterapi. Diharapkan bagi PMB dapat menerapkan asuhan dengan melakukan SPA, mandi rempah beserta aromaterapi untuk memberikan rileksasi dan menambah rasa nayaman serta meningkatkan kebugaran pada tubuh ibu.
PERUBAHAN RERATA PRODUKSI ASI SEBELUM DAN SESUDAH PIJAT OKSITOSIN PADA IBU NIFAS Sri Suciana; Yani Maidelwita; Ety Aprianti
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1384

Abstract

Pijat Oksitosin  adalah salah satu jalan keluar untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI, Pijat oksitosin merupakan pemijatan pada sepanjang tulang belakang vertebrae  dan merupakan usaha untuk  meransang  hormone oksitosin setelah melahirkan. Produksi ASI  dipengaruhi oleh hormone prolaktin  sedangkan pengeluaran  dipengaruhi oleh hormone oksitosin Sedangkan di Indonesia persentase. pemberian ASI ekslusif bayi berusia 0-6 bulan sebesar 71,58% pada tahun 2021. Angka ini masih jauh dari 80% target pemberian ASI ekslusif. Berdasarkan Badan Statistik tahun 2021 Provinsi Sumatera Barat cakupan ASI ekslusif yaitu sebesar 74,6%2.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk melihat Perubahan Rerata Produksi ASI   sebelum dan sesudah pijat oksitosin pada ibu nifas Penelitian menggunakan desain Penelitian Quasi eksperiment  dengan rancangan Pre – Eksperimental design dengan Pendekatan one -Group   Pre – Post test design . Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu nifas .Teknik Pengambilan sampel dengan metode  consecutive sampling . sampel sebanyak 15  orang  dengan kriteria ibu dengan riwayat persalinan normal dan SC yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan, ibu yang memberikan  Asi  pada bayi selama penelitian. selama penelitian.pada penelitian ini responden  akan diberikan penjelasan terlebih dahulu terkait tujuan pelaksanaan penelitian, kemudian responden diminta untuk mengisi kusioner yang terkait dengan tanda-tanda kecukupan ASI,selanjutnya responden akan dilakukan pemijatan oksitosin pada daerah punggung kurang lebih selama 5 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI,karena terdapat perbedaan rata-rata  antara produksi Asi sebelum dan sesudah diberikan pijat oksitosin.diharapkan untuk penelitian berikutnya untuk melakukan penelitian dengan sampel yang lebih banyak.
PEMBERDAYAAN REMAJA PEREMPUAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS Arifin, Yulia; Gina Muthia; Ety Aprianti
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v1i2.1175

Abstract

Masa remaja disebut juga masa pubertas, yaitu masa transisi yang unik ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Pada masa remaja cenderung memiliki rasa penasaran yang tinggi. Tanpa kontrol yang tepat dari dirinya sendiri maupun orangtua, hal ini bisa membuat mereka terjerumus pada pergaulan bebas. Bentuk pergaulan bebas pada remaja seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan kenakalan remaja lainnya. Pada Januari 2023, laporan kasus kekerasan pada anak sebanyak 6 kasus dengan rincian dua kekerasan psikis dan empat kasus pelecehan seksual. Remaja yang sedang mengalami pubertas membutuhkan bimbingan dari lingkungan sekitarnya, orang tua, dan sekolah. Pondok Pesantren Al-Falah merupakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan agama Islam dan menumbuhkan kesadaran dalam berperilaku yang baik. Agar remaja dapat melalui masa pubertas dan berperilaku dengan baik, dibutuhkan informasi dan edukasi seputar kesehatan reproduksi pada remaja putri di Pondok Pesantren. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 26 Juli 2025. Adapun kegiatannya meliputi pemberian informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi pada remaja dan diskusi seputar masalah pubertas pada remaja yang hadir dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, 100% remaja sudah tersosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan masalah pada remaja. 80% remaja dapat menjawab pertanyaan dengan benar yang telah diajukan oleh penyaji.
Edukasi Keluarga Berencana Pada Wanita Usia Subur Sri Suciana; Ety Aprianti; Lilik Suhery; Yulia Fitri; Rani Sanita
Menara Pengabdian Vol 5, No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v5i2.7480

Abstract

Program Pelayanan Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya pemerintah untuk mengendalikan angka kelahiran dan menekan  laju pertambahan  penduduk  di  suatu  negara, program ini  juga  memiliki  peran  dalam menurunkan risiko kematian ibu melalui pencegahan kehamilan, penundaan usia kehamilan dan menjarangkan kehamilan. Data menunjukkan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 1,49% atau bertambah 4,5 juta setiap tahun. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan program pemerintah dalam menggalakkan program Keluarga Berencana (KB)(Mahmudah Daryanti, 2021), KB merupakan salah satu pilar safe motherhood yang dikenal sebagai upaya untuk menurunkan AKI di Indonesia. Tujuan dari pilar ini agar program KB terkait kontrasepsi dapat menginformasikan pelayanan KB pada setiap pasangan usia subur (PUS) meliputi waktu, jumlah maupun jarak kehamilan yang sehat. Suport dari program Kb ini diharapkan dapat membantu mengurangi terjadinya “4 terlalu” sebagai faktor risiko penyebab  kematian  ibu (Yunita et al., 2023). Hambatan  yang di konfirmasi dari masyarakat  adalah  kurangnya  keinginan ibu mencari  informasi  tentang  KB. Dengan memberikan edukasi atau pengetahuan mengenai KB ,jenis-jenis Alat Kontrasepsi, efek samping  dan  lain-lain  kami  berharap  dapat  membantu  meningkatkan  pengetahuan  tentang  Alat kontrasepsi.  Upaya  yang  di  lakukan  antara  lain  dengan  memberikan  edukasi  kesehatan  tentang Alat  Kontrasepsi.  Oleh  sebab  itu  sehubungan  dengan  kondisi  diatas,  penulis  merasa  perlu diadakan   pengabdian   masyarakat   tentang   Edukasi   Keluarga   Berencana   dengan   harapan meningkatkan  pengetahuan  dan  wawasan  masyarakat  tentang  KB  dan  layanannya  sehingga program  KB  dapat  di  pahami,di  mengerti  dan  di  laksanakan  oleh  setiap  keluarga.    Tujuan kegiatan  Pengabdian  Masyarakat ini  adalah  untuk  memaksimalkan  pelayanan  kesehatan  ibu  dan anak dengan harapan dapat menekan laju pertambahan penduduk
Perbedaan Pengetahuan Dan Keefektifan Menyusui Sebelum Dan Sesudah Edukasi Melalui Booklet Pada Ibu Menyusui Mutiara Agustin Syakinah; Ety Aprianti; Putri Nelly Syofiah
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.7520

Abstract

Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Padang tahun 2023 edisi 2024, Puskesmas Air Dingin memiliki cakupan bayi usia 6 bulan ASI eksklusif terendah di Kota Padang, yaitu 31,5% yang berada jauh di bawah target nasional. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan dan keefektifan menyusui sebelum dan sesudah diberikan edukasi teknik menyusui melalui media booklet pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang. Penelitian ini pre-experimental one group pretest–posttest design. yang dilaksanakan di Posyandu Mawar 1, wilayah kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang, pada 16 Juni 2025. Populasi 44 ibu menyusui bayi usia 0–12 bulan, dengan sampel 15 dipilih melalui simple random sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi LATCH. Analisis univariat dan bivariat menggunakan paired t-test setelah uji normalitas Shapiro–Wilk. Hasil nilai rerata pengetahuan sebelum edukasi 17,93 dan sesudah 19,47. nilai rerata keefektifan menyusui sebelum 6,87 dan sesudah 8,53. Uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan (p=0,003) dan keefektifan menyusui (p=0,010) setelah edukasi dengan booklet. Kesimpulan terdapat perbedaan pengetahuan dan keefektifan menyusui sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui booklet pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang. Disarankan intervensi ini dapat menjadi strategi edukatif upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif.Kata Kunci: ASI Eksklusif; Edukasi; Teknik Menyusui; Booklet; Ibu   Menyusui.