Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Sebaran Spasial Gelandangan dan Pengemis Nur Hasanah; Laode Muhamad Irsan; Rahma Musyawarah; Amniar Ati; Septianto Aldiansyah; Tahir
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v9i3.280

Abstract

Kendari City is the capital of Southeast Sulawesi province which is the center of industrial, trade, and service activities for its people. This is an attraction for immigrants from outside the area to come to live or look for work. The development of cities invites migration flows from villages to cities, population mobility and the attraction of city income result in village residents coming to cities which is caused by poverty, giving rise to homeless people and beggars in urban areas. This research aims to analyze the spatial distribution of homeless and beggars in the Kendari Bay area and create a route map for homeless and beggars in the Kendari Bay area. The research method used is survey research with a spatial approach using a geographic information system application. Based on the research results, it was found that the distribution of homeless and beggar locations was spread across several points, namely tourist areas, places of worship, and elite residential areas. Meanwhile, the movement route for homeless beggars in the city of Kendari is in the Citra Land road area towards the Al-Alam mosque, the Kendari Beach Route, the Kendari Bay Platform, and the Bahteramas Bridge.
Edukasi Interpretasi Data Geospasial untuk Meningkatkan Literasi Spasial Siswa MAN 1 Konawe Selatan Nur Hasanah; Nurvianti Nurvianti; Laode Muhamad Irsan; La Ode Rahman Daud
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i1.247

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa data geospasial menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembelajaran geografi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi spasial siswa melalui pengenalan dan pelatihan interpretasi data geospasial di MAN 1 Konawe Selatan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research, yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar berbasis interpretasi citra dan identifikasi unsur-unsur visual dalam data spasial. Kegiatan ini terdiri dari survei awal, penyusunan modul, pelatihan interpretasi citra, dan evaluasi pascapelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 83,33% siswa memahami unsur-unsur interpretasi citra secara teori dan mampu mengaplikasikannya dalam interpretasi visual. Sebanyak 16,67% lainnya memahami teori dan mulai mampu mengenali objek secara visual. Tidak ada siswa yang tidak memahami materi setelah pelatihan. Hasil angket juga menunjukkan respon positif dari siswa terhadap manfaat data geospasial dalam meningkatkan pemahaman geografi, ketertarikan belajar, dan kemampuan berpikir spasial. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi spasial dan mendorong pembelajaran geografi yang aplikatif dan kontekstual.
Penguatan Literasi Hidrologi Mahasiswa Pendidikan Geografi Melalui Implementasi Field Based Learning di Sungai Nanga-Nanga Nur Hasanah; Laode Muhamad Irsan; Nurvianti Nurvianti; Amniar Ati; Rahmawati Nurkarima
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i2.335

Abstract

Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan, sehingga pemahaman terhadap hidrologi menjadi aspek penting dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi hidrologi mahasiswa Pendidikan Geografi melalui implementasi pendekatan Field Based Learning (FBL) di Sungai Nanga-Nanga, Kota Kendari. Kegiatan ini melibatkan 63 mahasiswa dalam pengamatan dan pengukuran berbagai parameter hidrologi yang komprehensif, meliputi suhu permukaan air, kecepatan dan debit air, lebar dan kedalaman sungai, suhu dan kelembapan udara, identifikasi biota dan material dasar sungai, serta suhu, kelembapan, dan pH tanah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahapan utama yaitu persiapan, pemberian materi, pelaksanaan lapangan, dan evaluasi. Hasil perbandingan nilai pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa tentang konsep hidrologi sebesar 18,35%. Tanggapan mahasiswa terhadap terhadap kegiatan ini juga sangat positif, 74,2% sangat stuju bahwa praktik lapangan meningkatkan pemahaman mreka. Sebesar 68,9% merasa bahwa pengamatan langsung membuat materi lebih menarik, dan 65,1% menilai kegiatan tersebut menyenangkan sekaligus bermanfaat. Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif memperkuat literasi hidrologi, mengembangkan keterampilan praktis, serta mendorong pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif dalam pengelolaan sumber daya air. Program ini direkomendasikan untuk dilanjukan sebagai model pembelajaran inovatifyang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air di masa mendatang.
Effect of Organic and Inorganic Fertilizer Combinations on the Growth and Yield of Welsh Onion (Allium fistulosum L.) in Highland Areas Abdul Gilang Komona; Nikmah Musa; Fauzan Zakaria; Fitria S. Bagu; Laode Muhamad Irsan
International Journal of Technology and Education Research Vol. 4 No. 02 (2026): International Journal of Technology and Education Research (IJETER)
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v4i02.4378

Abstract

Welsh onion (Allium fistulosum L.) is an economically valuable horticultural commodity commonly cultivated in the highland regions of Indonesia. Despite suitable environmental conditions, its productivity remains below its potential, partly due to inefficient fertilizer management practices. This study was conducted to assess the influence of integrated organic and inorganic fertilization on the growth and yield of Welsh onion and to identify the most suitable fertilizer combination for highland cultivation. The experiment was carried out from February to May 2026 in Insil Village, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi, Indonesia. A non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of six fertilizer treatments and three replications was applied. The treatments included P0 (without fertilizer), P1 (1.8 t ha⁻¹ organic fertilizer + 900 kg ha⁻¹ NPK), P2 (2.7 t ha⁻¹ organic fertilizer + 750 kg ha⁻¹ NPK), P3 (3.6 t ha⁻¹ organic fertilizer + 600 kg ha⁻¹ NPK), P4 (4.5 t ha⁻¹ organic fertilizer + 450 kg ha⁻¹ NPK), and P5 (5.4 t ha⁻¹ organic fertilizer + 300 kg ha⁻¹ NPK). Experimental data were subjected to analysis of variance (ANOVA), and treatment means were compared using the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level. The findings demonstrated that integrated fertilization significantly influenced plant height, leaf production, tiller formation, and fresh biomass of Welsh onion. Among the tested treatments, P3 exhibited the most favorable overall performance in promoting both plant growth and yield. These results indicate that combining organic and inorganic fertilizers provides a balanced nutrient supply capable of enhancing Welsh onion productivity while contributing to more sustainable nutrient management practices in highland agricultural systems.
Penguatan Pemahaman Wawasan Nusantara Siswa Melalui Pemanfaatan Media Peta Indonesia di SD Negeri 1 Woitombo Nur Hasanah; Laode Muhamad Irsan; Tahir Tahir; Septianto Aldiansyah; Nurvianti Nurvianti
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.520

Abstract

Pemahaman konsep Wawasan Nusantara pada siswa sekolah dasar memerlukan pendekatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan media peta Indonesia sebagai sarana visual yang membantu siswa memahami kondisi geografis dan keragaman wilayah Indonesia secara lebih konkret. Penggunaan media tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai Wawasan Nusantara melalui pemanfaatan media peta Indonesia sebagai sarana pembelajaran di SD Negeri 1 Woitombo, Kabupaten Kolaka Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran partisipatif dengan pendekatan kontekstual yang melibatkan 20 siswa kelas V dan VI SD Negeri 1 Woitombo. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi efektivitas program menunjukkan bahwa pemanfaatan media peta Indonesia mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai Wawasan Nusantara. Evaluasi efektivitas program menunjukkan bahwa pemanfaatan media peta Indonesia berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang Wawasan Nusantara. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 63,55 pada pre-test menjadi 77,15 pada post-test dengan N-Gain sebesar 0,37 (kategori sedang). Selain itu, terjadi penurunan jumlah siswa pada kategori pemahaman rendah dan peningkatan pada kategori tinggi. Respons siswa yang positif juga menunjukkan bahwa program diterima dengan baik dan mendukung keterlibatan peserta dalam pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa program telah berjalan secara efektif dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Keberlanjutan penggunaan media peta Indonesia dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar perlu terus didorong sebagai upaya mendukung pemahaman siswa tentang wilayah Indonesia dan memperkuat wawasan nusantara melalui pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Penguatan Pemahaman Wawasan Nusantara Siswa Melalui Pemanfaatan Media Peta Indonesia di SD Negeri 1 Woitombo Nur Hasanah; Laode Muhamad Irsan; Tahir Tahir; Septianto Aldiansyah; Nurvianti Nurvianti
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.520

Abstract

Pemahaman konsep Wawasan Nusantara pada siswa sekolah dasar memerlukan pendekatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan media peta Indonesia sebagai sarana visual yang membantu siswa memahami kondisi geografis dan keragaman wilayah Indonesia secara lebih konkret. Penggunaan media tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai Wawasan Nusantara melalui pemanfaatan media peta Indonesia sebagai sarana pembelajaran di SD Negeri 1 Woitombo, Kabupaten Kolaka Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran partisipatif dengan pendekatan kontekstual yang melibatkan 20 siswa kelas V dan VI SD Negeri 1 Woitombo. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi efektivitas program menunjukkan bahwa pemanfaatan media peta Indonesia mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai Wawasan Nusantara. Evaluasi efektivitas program menunjukkan bahwa pemanfaatan media peta Indonesia berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang Wawasan Nusantara. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 63,55 pada pre-test menjadi 77,15 pada post-test dengan N-Gain sebesar 0,37 (kategori sedang). Selain itu, terjadi penurunan jumlah siswa pada kategori pemahaman rendah dan peningkatan pada kategori tinggi. Respons siswa yang positif juga menunjukkan bahwa program diterima dengan baik dan mendukung keterlibatan peserta dalam pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa program telah berjalan secara efektif dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Keberlanjutan penggunaan media peta Indonesia dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar perlu terus didorong sebagai upaya mendukung pemahaman siswa tentang wilayah Indonesia dan memperkuat wawasan nusantara melalui pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Edukasi Interpretasi Data Geospasial untuk Meningkatkan Literasi Spasial Siswa MAN 1 Konawe Selatan Nur Hasanah; Nurvianti Nurvianti; Laode Muhamad Irsan; La Ode Rahman Daud
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i1.247

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa data geospasial menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembelajaran geografi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi spasial siswa melalui pengenalan dan pelatihan interpretasi data geospasial di MAN 1 Konawe Selatan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research, yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar berbasis interpretasi citra dan identifikasi unsur-unsur visual dalam data spasial. Kegiatan ini terdiri dari survei awal, penyusunan modul, pelatihan interpretasi citra, dan evaluasi pascapelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 83,33% siswa memahami unsur-unsur interpretasi citra secara teori dan mampu mengaplikasikannya dalam interpretasi visual. Sebanyak 16,67% lainnya memahami teori dan mulai mampu mengenali objek secara visual. Tidak ada siswa yang tidak memahami materi setelah pelatihan. Hasil angket juga menunjukkan respon positif dari siswa terhadap manfaat data geospasial dalam meningkatkan pemahaman geografi, ketertarikan belajar, dan kemampuan berpikir spasial. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi spasial dan mendorong pembelajaran geografi yang aplikatif dan kontekstual.
Penguatan Literasi Hidrologi Mahasiswa Pendidikan Geografi Melalui Implementasi Field Based Learning di Sungai Nanga-Nanga Nur Hasanah; Laode Muhamad Irsan; Nurvianti Nurvianti; Amniar Ati; Rahmawati Nurkarima
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i2.335

Abstract

Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan, sehingga pemahaman terhadap hidrologi menjadi aspek penting dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi hidrologi mahasiswa Pendidikan Geografi melalui implementasi pendekatan Field Based Learning (FBL) di Sungai Nanga-Nanga, Kota Kendari. Kegiatan ini melibatkan 63 mahasiswa dalam pengamatan dan pengukuran berbagai parameter hidrologi yang komprehensif, meliputi suhu permukaan air, kecepatan dan debit air, lebar dan kedalaman sungai, suhu dan kelembapan udara, identifikasi biota dan material dasar sungai, serta suhu, kelembapan, dan pH tanah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahapan utama yaitu persiapan, pemberian materi, pelaksanaan lapangan, dan evaluasi. Hasil perbandingan nilai pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa tentang konsep hidrologi sebesar 18,35%. Tanggapan mahasiswa terhadap terhadap kegiatan ini juga sangat positif, 74,2% sangat stuju bahwa praktik lapangan meningkatkan pemahaman mreka. Sebesar 68,9% merasa bahwa pengamatan langsung membuat materi lebih menarik, dan 65,1% menilai kegiatan tersebut menyenangkan sekaligus bermanfaat. Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif memperkuat literasi hidrologi, mengembangkan keterampilan praktis, serta mendorong pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif dalam pengelolaan sumber daya air. Program ini direkomendasikan untuk dilanjukan sebagai model pembelajaran inovatifyang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air di masa mendatang.
Detection of Changes in Built-up Land in the Peri-Urban Area of ​​Kendari City Using Google Earth Engine Laode Muhamad irsan; Nur Hasanah
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5206

Abstract

Kota Kendari berperan sebagai pusat industri, perdagangan, dan jasa, serta menyediakan berbagai fasilitas perkotaan yang menarik penduduk untuk beraktivitas dan menetap. Hal ini berdampak pada peningkatan transformasi penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan citra satelit penginderaan jauh, khususnya Citra Landsat, dalam mendeteksi perubahan lahan di wilayah peri-urban Kota Kendari secara multi-temporal dari tahun 2000 hingga 2024. Metode penelitian yang diterapkan adalah survei dengan pendekatan spektral Normalized Difference Built-up Index (NDBI) melalui platform Google Earth Engine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi lahan di wilayah pinggiran Kota Kendari pada periode multi-temporal 2000–2024 memperlihatkan peningkatan signifikan pada jumlah lahan terbangun, sedangkan lahan tidak terbangun mengalami penurunan. Perubahan terbesar terjadi di Kecamatan Konda, dengan luas sebesar 94,01 ha, sementara perubahan terkecil terjadi di Kecamatan Kapoiala dengan luas 0,48 ha. Data hasil interpretasi citra Landsat dan pengecekan lapangan memiliki tingkat akurasi sebesar 86,67% dengan nilai kappa mencapai 70%. Berdasarkan hasil tersebut, klasifikasi menggunakan citra Landsat dinyatakan valid dan layak, dengan level of agreement berada pada kategori kuat (strong agreement). Hal ini menunjukkan bahwa hasil interpretasi memiliki hubungan yang kuat dengan hasil validasi lapangan.
Analysis of Land Cover Change and Its Relationship with Surface Temperature Using Google Earth Engine Laode Muhamad Irsan; Muhammad Isra; Rival Rahman; Nur Hasanah; Wahyu Dzunaid Syawal
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7360

Abstract

Kabupaten Boalemo, sebagai salah satu sentra pertanian di Sulawesi, mengalami tekanan ekologis, di mana lahan hutan terus berkurang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan hubungannya dengan perubahan suhu permukaan (land surface temperature) berbasis citra satelit. Data utama yang digunakan adalah citra satelit Landsat (Landsat 5 TM, Landsat 7 ETM+, dan Landsat 8 OLI/TIRS) yang diperoleh dan diolah melalui platform Google Earth Engine (GEE). Hasil penelitian mengungkap transformasi lanskap dan thermal yang sangat signifikan, didorong terutama oleh aktivitas deforestasi dan alih fungsi lahan. Tutupan lahan hutan mengalami penyusutan drastis sebesar 381,12 km² (dari 1.428,73 km² menjadi 1.047,61 km²), yang mengindikasikan tekanan tinggi akibat deforestasi. Sebaliknya, terjadi ekspansi besar-besaran lahan pertanian (bertambah 369,56 km² menjadi 753,08 km²) dan pemukiman (bertambah 16,4 km² menjadi 18,55 km²). Perubahan tutupan lahan tersebut berkorelasi langsung dengan peningkatan suhu permukaan yang dramatis. Zona suhu sejuk (<25°C) menyusut secara ekstrem dari 766,37 km² menjadi hanya 33,55 km² pada tahun 2024. Sebaliknya, zona suhu tinggi (30-35°C) dan sangat tinggi (>35°C) mengalami ekspansi masif. Zona suhu tinggi meluas dari 359,54 km² menjadi 673,00 km², sementara zona suhu sangat tinggi membengkak hampir 4 kali lipat dari 93,29 km² menjadi 370,52 km². Analisis ini didukung oleh akurasi yang tinggi dengan Overall Accuracy (OA) 91,43% dan Kappa Coefficient 0,88. Estimasi LST juga sangat akurat dengan nilai RMSE 0,6325°C, yang menunjukkan error rata-rata kurang dari 1°C.