Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS NILAI LAHAN DI KECAMATAN KLEGO KABUPATEN BOYOLALI Rubiantoro, Eko Anton
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola terkait harga lahan berdasarkan beberapa parameter terkait yang akan diuji. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif, yang menekankan pada pendekatan positivistik dalam bentuk perkembangan atau prediktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survei primer dan sekunder. Adapun data-data yang akan dipakai antara lain data kependudukan, data fisik alam, ketersediaan fasilitas umum, data harga lahan, data jarak, dan data peta yang terkait dengan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya harga lahan di Kecamatan Klego dipengaruhi oleh kondisi eksisting, seperti letak/posisi lahan, penggunaan lahan, dan jaringan jalan. Nilai lahan dengan harga tinggi di Kecamatan Klego berada pada kanan kiri jalan utama yaitu jalan kolektor primer penghubung Kota Salatiga - Gemolong, serta jalan lokal penghubung Kecamatan Klego dan Kecamatan Simo meliputi Desa Bade, Banyuurip, Blumbang, Karangmojo, Klego, dan Sumberagung. Penggunaan lahan dengan jenis perdagangan jasa/komersil, industri, dan permukiman memiliki kecenderungan nilai lahan lebih tinggi dibandingkan dengan jenis penggunaan lahan berupa semak belukar, tegalan/ladang, dan sawah. Berdasarkan hasil analisa dihasilkan rangking kisaran harga lahan di Kecamatan Klego berada pada kisaran harga Rp <100.000 seluas 4.128,16 Hektar (73%), Rp 100.000 - 200.000 seluas 796,70 Hektar (14%), Rp 200.000 - 500.000 seluas 491,33 Hektar (9%), Rp 500.000 - 1.000.000 seluas 136,19 Hektar (2%), dan Rp 1.000.000 - 2.000.000 seluas 4.128,16 Hektar (1%).
ANALISIS SATUAN KEMAMPUAN LAHAN (SKL) TERHADAP KESTABILAN PONDASI DI KOTA SALATIGA Eko Anton Rubiantoro; Eko Anton Rubiantoro; Baswindro Baswindro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand, Vol. 1, No. 2, November 2024
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/xeb1qx97

Abstract

Analisis satuan kemampuan lahan terhadap kestabilan pondasi dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang daya dukung tanah, tingkat kestabilan pondasi, serta perkiraan untuk jenis pondasi yang cocok sesuai dengan tingkat kestabilan yang akan diarahkan. Analisa SKL kestabilan pondasi bisa pakai sebagai rujukan awal didalam menentukan titik atau lokasi sampel untuk pemboran dan sondir, sebelum dilakukan analisis teknis yang lebih mendalam. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui 2 (dua)  pendekatan, yaitu kualitatif dan kuantitatif dengan penggunaan metode analisis deskriptif dan spasial. Metode spasial digunakan dalam rangka untuk analisa satuan kemampuan lahan (SKL) kestabilan pondasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori tingkat kestabilan pondasi pada di Kota Salatiga terdiri atas 2 (dua) kategori yaitu sekitar 4.475,46 Ha (81,40%) wilayahnya memiliki tingkat kestabilan pondasi tinggi dan 1.022,53 Ha (18,60%) wilayahnya memiliki tingkat kestabilan pondasi kurang. 
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN INSTALASI PEMANENAN AIR PADA MASYARAKAT/KELOMPOK TANI KELURAHAN JLAKRAH KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI Eko Anton Rubiantoro; Eko Anton Rubiantoro; Apriyanto Budhi Wibowo; Baswindro Baswindro
urn:nbn:de:00001miji.v2i027
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Pemanenan Air Hujan adalah salah satu alternatif pemenuhan air untuk kebutuhan pertanian di kawasan lereng gunung. Pemanenan air hujan memiliki manfaat, yaitu: kebutuhan air untuk aktivitas pertanian dapat terpenuhi, masyarakat dapat melakukan bercocok tanam sepanjang tahun bahkan dimusim kemarau selama cadangan air masih ada, dapat menghemat biaya pengeluaran, mudah membuatnya, teknologi sederhana tapi kaya manfaat, ketersediaan material mudah didapatkan, dan dapat digunakan secara berkelanjutan. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini, memberikan pengetahuan kepada masyarakat/ kelompok tani terkait upaya pemanenan air dimusim penghujan. Rangkaian pengabdian yang dilaksanakan berupa survei lapangan, FGD, pembuatan proposal, pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pendampingan pemilihan jajan sehat, evaluasi serta pembuatan laporan akhir kegiatan. Dari hasil dari kegiatan, akhirnya masyarakat/kelompok tani mengetahui jenis-jenis upaya pemanfaatan air hujan dan mengenal tentang inovasi pemanenan air hujan, bisa membuat desain bangunan pemanenan air hujan, serta dapat membuat bangunan fisik dari desain yang telah dibuat.
Analisis Penentuan Status Ketersediaan Air Di Kota Salatiga Berdasarkan Sistem Grid Rubiantoro, Eko Anton; Susilowati, Indah
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v13i1.83061

Abstract

The status of water availability is very important in urban planning. The status of water availability will affect the direction of development policy. Calculation of water supply status can be done by utilizing spatial analysis based on a grid system by considering the water needs of the household sector and the land-based economic activity sector. The research was conducted using descriptive methodology with the application of basic physical data overlay analysis techniques with environmental services using ArcGIS 10.8 software. The analysis was conducted by overlaying the grid administration map with the land cover map, calculating the proportion of land cover type weights, calculating the population distribution for each grid, distributing household water demand for each grid, water demand from the land-based economic activity sector, water demand for each grid, and finally the status of water carrying capacity. The Salatiga City grid system uses data provided by P3E Java, Ministry of Environment and Forestry, which is 153.3 meters x 153.3 meters or ± 2.35 Ha. The calculation of water availability in Salatiga City based on the grid system resulted in 250,455,198 m3/year.