Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Mencegah Stunting di Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur Wasil, Muhammad; Zohrani; Febrian Anggraini; Baiq Nuramalia Apriliani; Yulia Wahidatunniami; Apriliana Dinda Kharisma; Dani Ihyandi; Lalu Afnan Dhaifallah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v6i2.907

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari kuliah kerja nyata (KKN) mengenai partisipasi Masyarakat dalam mencegah stunting Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur, kegiatan kuliah kerja nyata ini mengenai pencegahan stunting ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi Masyarakat dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, kuliah kerja nyata ini sangat direspon oleh Masyarakat. Hal ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh Masyarakat terkait dengan stunting. Kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin, baik dilokasi yang sama maupun dilokasi yang berbeda dengan tujuan untuk mencerdaskan Masyarakat dalam hukum stunting. Stunting adalah masalah kesehatan global yang berkaitan dengan kekurangan gizi kronis pada anak-anak, yang mengarah pada pertumbuhan yang terhambat, terutama pada tinggi badan. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak usia di bawah lima tahun dan disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, infeksi berulang, serta faktor sosial-ekonomi dan lingkungan yang buruk. Stunting berpotensi mengganggu perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak, yang berakibat pada penurunan kualitas hidup dan produktivitas di masa depan. Penurunan prevalensi stunting membutuhkan intervensi yang komprehensif, termasuk perbaikan dalam pemenuhan gizi, sanitasi, pendidikan, dan akses ke layanan kesehatan yang lebih baik. Pendekatan yang efektif melibatkan program pemberian makanan tambahan, pemantauan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, serta perbaikan pola hidup dan lingkungan yang mendukung. Peran kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta sektor swasta sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Keberhasilan program pengentasan stunting akan berkontribusi pada peningkatan kualitas generasi mendatang, yang pada gilirannya dapat mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial suatu negara.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV di SD Negeri 1 Sapit Kecamatan Suela Tahun Pelajaran 2025/2026 Rukhwatul Ulfah; Zohrani; Zalia Muspita; Muhammad Husni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33301

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the influence of the cooperative learning model type make a match assisted by picture media on the Civics learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 1 Sapit, Suela District, in the academic year 2025/2026. The type of research used is quantitative experimental with a pre-experimental design, specifically the one-group pretest-posttest type. The research sample consisted of 21 fourth-grade students. The data collection techniques used were multiple-choice tests and observation. Based on the results of the study, the average pretest score was 56.71 and the posttest score was 74.67. The Shapiro-Wilk normality test showed that T₃ > P-Value for both the pretest and posttest, indicating that both data sets were normally distributed. The hypothesis test was calculated using the paired sample t-test, which yielded a t-count of 10.15 and a t-table of 2.086, obtained from df = n - 1 = 21 – 1 = 20 with a significance level of 0.05. Since t-count = 10.15 > t-table = 2.086, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that the cooperative learning model type make a match assisted by picture media has a significant effect on Civics learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 1 Sapit, Suela District, Academic Year 2025/2026.
Pengaruh Model Pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) Terhadap Kemampuan Kolaborasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) Alfath, Haliza Auliana; Maritasari, Donna Boedi; Zohrani
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17335

Abstract

Abstract: This study aims to examine the effect of the conceptual understanding procedures (CUPs) learning model on the collaborative ability of higher order thinking skills (HOTS) in fourth-grade students of SDN 2 Masbagik Timur. This study uses a quantitative method with an experimental type with a true experimental design with a posttest-only control design. The subjects of the study were 48 fourth-grade students of SDN 2 Masbagik Timur, who were divided into 24 students in the experimental class (IV A) and 24 students in the control class (IV B). Data collection techniques include observation and tests. The research instrument has been tested for validity and reliability, the validity test in this study used the Pearson product moment correlation test where 15 valid questions out of 15 questions tested were considered valid with a significance level of 5%, while the reliability test used the KR 21 formula using Excel with a Cronbach's alpha value of 0.747544 which means the Cronbach's alpha value is greater than 0.6 and can be said to be reliable. The results of the study showed that the average posttest value of HOTS collaboration ability in the experimental class (84.91) was higher than the control class (78.37). The hypothesis test showed a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.002, which is smaller than 0.05, so the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. The normality test showed that the significance value Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.176 was greater than 0.05. So, according to the basis for decision making in the normality test, it can be concluded that the data is normally distributed, while the results of the homogeneity test, the Sig. Levene's test for equality of variances is 0.262 0.05, which means that the data variance between group A and group B is homogeneous or the same. Thus, it can be concluded that the CUPs learning model has a positive and significant influence on improving the HOTS collaboration ability of fourth-grade students of SDN 2 Masbagik Timur. This learning is proven to be more active, creative, and fun, and motivates students to collaborate and take responsibility in the learning process. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran conceptual understanding procedures (CUPs) terhadap kemampuan kolaborasi higher order thinking skills (HOTS) pada peserta didik kelas IV SDN 2 Masbagik Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis eksperimen dengan desain true experimental design dengan bentuk posttest-only control design. Subjek penelitian adalah 48 peserta didik kelas IV SDN 2 Masbagik Timur, yang dibagi menjadi 24 peserta didik di kelas eksperimen (IV A) dan 24 peserta didik di kelas kontrol (IV B). Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan tes. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, uji validitas pada penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson product moment yang dimana 15 butir soal valid dari 15 butir soal yang diuji terbilang valid dengan taraf signifikan 5%, sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus KR 21 dengan menggunakan bantuan excel dengan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,747544  yang artinya nilai Cronbach’s alpha lebih besar dari 0,6 dan dapat dikatan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kemampuan kolaborasi HOTS pada kelas eksperimen (84,91) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (78,37). Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansinya Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,176 lebih besar dari 0,05. Maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal, adapun hasil uji homogenitasnya nilai Sig. Levene’s test for equality variances adalah 0,2620,05  maka dapat diartikan bahwa varians data antara kelompok A dan kelompok B adalah homogen atau sama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CUPs memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan kolaborasi HOTS peserta didik kelas IV SDN 2 Masbagik Timur. Pembelajaran ini terbukti lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan, serta memotivasi peserta didik untuk berkolaborasi dan bertanggung jawab dalam proses belajar.
Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Small Group Discussion (SGD) Terhadap Peningkatan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV SDN 1 Kabar Tahun Ajaran 2024/2025 Hardianti, Mariana; Burhanuddin; Zohrani; Husni, Muhammad
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17718

Abstract

Abstract: This research was motivated by the low collaboration skills of students, who tended to be passive, dominant, and less able to work cooperatively in groups. The purpose of this study was to investigate the effect of applying the Small Group Discussion (SGD) method on improving the collaboration skills of fourth grade students at SDN 1 Kabar in the 2024/2025 academic year. The study employed a quantitative experimental design. The subjects were 22 fourth grade students. Data were collected through tests (pre-test and post-test) and observation sheets of collaboration skills. Data were analyzed using the Liliefors normality test and paired sample t-test to determine the differences before and after the treatment. The results showed that the mean pre-test score of 47.27 increased to 86.36 in the post-test, with a difference of 39.09 points. The t-test revealed that tcount = 10.52 was higher than ttable = 2.08 at a 5% significance level, with a p-value of 7.94 × 10⁻¹⁰ < 0.05, indicating that H0 was rejected. This means that the Small Group Discussion method had a significant effect on students’ collaboration skills. Qualitatively, students became more active in sharing roles, appreciating others’ opinions, and resolving conflicts through consensus. Therefore, the Small Group Discussion method can be considered an alternative strategy to improve collaboration skills in IPAS and other subjects. Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan kolaborasi peserta didik yang masih cenderung pasif, mendominasi, dan kurang mampu bekerja sama dalam kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran Small Group Discussion (SGD) terhadap peningkatan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas IV SDN 1 Kabar tahun ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen. Subjek penelitian adalah 22 peserta didik kelas IV. Data dikumpulkan melalui tes (pre-test dan post-test) serta lembar observasi keterampilan kolaborasi. Analisis data menggunakan uji normalitas Liliefors dan uji-t berpasangan (paired sample t-test) untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 47,27 meningkat menjadi 86,36 pada post-test, dengan selisih 39,09 poin. Uji-t menghasilkan t hitung = 10,52 lebih besar dari t tabel = 2,08 pada taraf signifikansi 5% dengan p-value 7,94 × 10⁻¹⁰ < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat pengaruh signifikan penerapan metode Small Group Discussion terhadap keterampilan kolaborasi peserta didik. Secara kualitatif, peserta didik menjadi lebih aktif berbagi peran, menghargai pendapat, serta menyelesaikan konflik secara musyawarah. Dengan demikian, metode Small Group Discussion dapat dijadikan strategi alternatif untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi dalam pembelajaran IPAS maupun mata pelajaran lain.
Analisis Program Pembasaan Literasi Terhadap Keterampilan Membaca dan Menulis Siswa Kelas V SDN 3 Pancor Numina; Zohrani; Hamdi, Zulfadli
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17821

Abstract

Abstrack: This study aims to analyze the Literacy Habituation Program on the Reading and Writing Skills of Fifth Grade Students at SDN 3 Pancor in the 2025/2026 academic year. The research used descriptive qualitative research with data collection techniques including observation, interviews, and documentation to obtain the necessary data. Data analysis techniques used include data collection, data reduction, verification, and conclusion drawing. The literacy habituation program is a structured program involving students, educational institutions, and parents, with the aim of improving community literacy skills. The literacy habituation program has a positive impact on students' reading and writing skills. Based on the results and discussion of the research on the Analysis of the Literacy Habituation Program on the Reading and Writing Skills of Fifth Grade Students at SDN 3 Pancor, it can be concluded that the literacy motivation of students at SDN 3 Pancor, particularly fifth graders, is quite good. This is evidenced by the large number of students participating in school literacy activities, the existence of a text-rich environment, student reading journals, and improved student learning outcomes on educational report cards. Every program inevitably has challenges or obstacles, and the challenges at SDN 3 Pancor include limited library facilities and a lack of diverse reading materials. The school consistently seeks solutions and complements these shortcomings to achieve the goals of the literacy habituation program at SDN 3 Pancor. One solution is utilizing the digital library, establishing a text-rich environment, and establishing a reading corner. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Program Pembiasaan Literasi Terhadap Keterampilan Membaca dan Menulis Kelas V SDN 3 Pancor Tahun 2025/2026. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang diperlukan. Program pembiasaan literasi merupakan program yang terstruktur yang melibatkan peserta didik, lembaga pendidikan, dan orang tua, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi masyarakat. Adanya program pembiasaan literasi memberikan dampak yang baik bagi keterampilan membaca dan menulis peserta didik. Berdasarkan hasil serta pembahasan penelitian tentang Analisis Program Pembiasaan Literasi Terhadap Keterampilan Membaca dan Menulis Peserta didik Kelas V SDN 3 Pancor, dapat disimpulkan bahwa motivasi literasi peserta didik di SDN 3 Pancor khususnya kelas V yaitu cukup baik, hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta didik yang berpartisipasi pada kegiatan literasi sekolah, adanya lingkungan kaya teks, jurnal baca siswa, dan meningkatnya hasil belajar peserta didik pada raport pendidikan. Setiap program pastinya memiliki kendala atau hambatan yang dialami, adapun kendala yang ada di SDN 3 Pancor yaitu fasilitas diperpustakaan yang masih terbatas dan kurangnya variasi bahan bacaan. Adanya kendala tersebut pihak sekolah mengupayakan kelengkapan fasilitas sekolah terutama bahan bacaan peserta didik, memanfaatkan perpustakaan digital, mengadakan lingkungan kaya teks, pojok baca dan mengupayakan suasana kegiatan literasi yang menyenangkan.
Implementasi Program Sanggar Literasi dalam Meningkatkan Minat Membaca Siswa di SD Negeri 1 Kelayu Selatan Safitri, Siska Ayu; Zohrani; Naluri, Intan; Diana; Sulastri, Baiq Desika; Maolana, Agi
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.13433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Sanggar Literasi sebagai strategi penguatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam meningkatkan minat membaca siswa di SD Negeri 1 Kelayu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap siswa kelas I-IV. Program dilaksanakan dalam empat kali pertemuan pada bulan September hingga November 2025 sebagai bagian dari kegiatan Asistensi Mengajar. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program efektif meningkatkan minat baca, motivasi belajar, keberanian berekspresi siswa dan motivasi membaca siswa. Siswa menjadi lebih antusias dan aktif dalam kegiatan membaca, mampu mengenali huruf dan kata dengan lebih baik, serta percaya diri dalam mengungkapkan gagasan melalui tulisan. Suasana belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, didukung oleh pendampingan intensif dan penggunaan media sederhana. Implikasi praktis penelitian ini menunjukkan bahwa model Sanggar Liteasi dapat direplikasi di sekolah dasar lain sebagai strategi penguatan budaya literasi serta menjadi dasar pengembangan kebijakan literasi sekolah berbasis kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa.