Salsabila, Syeimaa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN DESAIN DUCT BANK PADA PROYEK X Salsabila, Syeimaa; Anondho, Basuki
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32641

Abstract

Duct bank design planning is a crucial element in modern electrical and communications infrastructure. Duct banks serve as protective conduits for electrical and fiber optic cables, providing protection from environmental and mechanical impacts, while optimizing space usage and network organization. This research aims to develop duct bank planning guidelines by considering critical factors, such as soil characteristics, mechanical loads, and environmental impacts. The research methodology includes analyzing project requirements, selecting appropriate materials, and calculating duct bank dimensions and depths according to applicable standards. The results show that a well-designed duct bank can reduce the risk of cable damage and lower long-term maintenance costs. This research also emphasizes the importance of collaboration between civil, electrical, and environmental engineering disciplines to produce innovative and sustainable designs. It is hoped that this research will serve as a reference for engineers and planners in designing duct banks that not only meet technical needs, but also support sustainability and operational efficiency. With a structured approach and attention to environmental aspects, duct bankplanning can strengthen infrastructure that is more resilient and responsive to future challenges. Abstrak Perencanaan desain duct bank merupakan elemen krusial dalam infrastruktur kelistrikan dan komunikasi modern. Duct bank berfungsi sebagai saluran pelindung kabel listrik dan serat optik, memberikan perlindungan dari dampak lingkungan dan mekanis, sekaligus mengoptimalkan penggunaan ruang dan pengaturan jaringan. Penelitian ini bertujuan menyusun panduan perencanaan duct bank dengan mempertimbangkan faktor-faktor kritis, seperti karakteristik tanah, beban mekanis, dan dampak lingkungan. Metodologi penelitian mencakup analisis kebutuhan proyek, pemilihan material yang tepat, serta perhitungan dimensi dan kedalaman duct bank sesuai standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa duct bank yang dirancang dengan baik dapat mengurangi risiko kerusakan kabel dan menurunkan biaya pemeliharaan jangka panjang. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara disiplin teknik sipil, elektro, dan lingkungan untuk menghasilkan desain yang inovatif dan berkelanjutan. Diharapkan penelitian ini menjadi acuan bagi insinyur dan perencana dalam merancang duct bank yang tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan efisiensi operasional. Dengan pendekatan terstruktur dan perhatian terhadap aspek lingkungan, perencanaan duct bank dapat memperkuat infrastruktur yang lebih tangguh dan responsif terhadap tantangan masa depan.
EVALUASI SIMPANG APILL KALIBATA – PASAR MINGGU BERDASARKAN PKJI 2023 DAN SIMULASI PTV VISSIM Salsabila, Syeimaa; Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR; Angkat, Hokbyan R.S; Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34116

Abstract

The growth of the number of vehicles in Jakarta continues to increase along with the increasing population and economic activities. This causes significant traffic congestion, especially during peak hours. One of the points experiencing congestion is the Kalibata three-way intersection which connects Pasar Minggu street and Kalibata street. This intersection has a strategic role because it is located near shopping centers, offices, and residential areas, making it a meeting point for various types of vehicles. This study aims to analyze the performance of the Kalibata three-way intersection by evaluating traffic performance parameters based on PKJI 2023. The data used in this study were obtained through a field survey that included data collection on traffic volume, road geometric characteristics, and traffic signal settings. This study uses the ptv vissim simulation software that allows modeling and simulation of existing traffic conditions and testing various improvement scenarios. The recommendations proposed in this study focus on non-physical handling, namely adjusting the timing of traffic signals at each intersection approach. Microsimulation modeling using PTV Vissim software shows results that are consistent with the analytical approach of PKJI, although the resulting delays tend to be lower. The combined approach between the PKJI analytical method and PTV Vissim microsimulation has proven to be complementary in analyzing the overall performance of the intersection. Abstrak Pertumbuhan volume kendaraan di wilayah Jakarta Selatan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan yang tersedia telah menimbulkan permasalahan kemacetan, khususnya di lokasi-lokasi penting seperti Simpang Tiga Kalibata. Simpang ini berfungsi sebagai titik pertemuan antara Jalan Raya Kalibata dan Jalan Raya Pasar Minggu, yang berada di area dengan kepadatan aktivitas, seperti permukiman, area perkantoran, dan fasilitas umum. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja lalu lintas pada simpang tersebut dengan metode analisis berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 serta melalui simulasi mikroskopik menggunakan software PTV Vissim. Data utama diperoleh melalui pengamatan lapangan, sementara data pendukung diambil dari peta jaringan jalan dan informasi penggunaan lahan sekitar simpang. Evaluasi dilakukan terhadap parameter lalu lintas seperti derajat kejenuhan, panjang antrean kendaraan, tundaan rata-rata, dan level of service (LOS). Berdasarkan hasil analisis, simpang ini berada pada tingkat pelayanan F pada kondisi eksisting, baik menurut PKJI maupun hasil simulasi Vissim. Proses validasi model menggunakan metode GEH dan MAPE menunjukkan bahwa hasil simulasi cukup akurat. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penyesuaian waktu siklus lampu lalu lintas dan pengaturan ulang fase sinyal sebagai alternatif solusi. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan menurunkan tingkat kemacetan yang terjadi.