Keberadaan gulma pada pertanaman padi dapat menurunkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman akibat persaingan dalam memanfaatkan cahaya, air, unsur hara, dan ruang tumbuh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komposisi gulma berdasarkan jenis, kelompok gulma, dan kelimpahan individu serta menentukan spesies gulma dominan pada setiap umur tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 di Desa Sumber Langon, Kabupaten Jember, menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan teknik kuadrat 1 m × 1 m pada umur 30, 60, dan 90 hari setelah tanam (HST). Data dianalisis menggunakan parameter kerapatan, frekuensi, dominasi, Indeks Nilai Penting (INP), dan Summed Dominance Ratio (SDR). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies gulma yang tergolong ke dalam tiga kelompok, yaitu rumput, teki, dan daun lebar. Kelompok gulma daun lebar memiliki jumlah spesies dan individu tertinggi dibandingkan kelompok gulma lainnya. Total individu gulma mengalami penurunan seiring bertambahnya umur tanaman padi, yaitu dari 283 individu pada 30 HST menjadi 139 individu pada 60 HST, dan kembali menurun menjadi 71 individu pada 90 HST. Pada umur 30 HST, gulma yang mendominasi adalah Alternanthera philoxeroides dengan nilai SDR 0,16, diikuti Cyperus rotundus sebesar 0,15 dan Lophatherum gracile sebesar 0,15. Pada umur 60 HST, dominasi tertinggi ditunjukkan oleh Cleome rutidosperma dengan nilai SDR 8,51. Sementara itu, pada umur 90 HST, Alternanthera philoxeroides kembali menjadi gulma dominan dengan nilai SDR 0,20. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pertambahan umur tanaman padi memengaruhi komposisi jenis, kelimpahan individu, serta tingkat dominasi gulma pada lahan sawah