Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sosialisasi Dan Praktek Pembuatan Produk bioinsektisida SAMURAI (Spray Anti Nyamuk Dari Serai) Untuk Pengendalian Penyakit DBD Di Desa Sukoreno Dwika Nano Hariyanto; Lutfi Pramukyana; Abdul Jalil
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v1i4.3292

Abstract

Abstrak: Bagi manusia, nyamuk dapat menyebabkan banyak penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan penyakit kaki gajah. Karena penyakit ini ditularkan oleh nyamuk ke manusia, diperlukan pengendalian vektor nyamuk dengan memutus rantai hidupnya, salah satunya dengan menggunakan anti nyamuk. Serai harum (Cymbopogon nardus L.) adalah tanaman alami yang mengandung geraniol dan sitronelal, keduanya berfungsi sebagai obat anti nyamuk. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada penduduk Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember tentang pembuatan spray nyamuk alami dari serai yang dikenal sebagai SAMURAI. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengukur pengetahuan masyarakat tentang produk SAMURAI melalui ceramah dan tanya jawab, serta pengisian lembar pre-test dan post-test. Pada saat penyuluhan, juga diberikan sampel produk SAMURAI kepada masyarakat. Kesimpulan: Pemberian edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan formulasi anti nyamuk alami dari serai. Hasil dari pre-test dan post-test menunjukkan Hasil yang memuaskan. dan Kegiatan ini juga disambut dengan baik oleh Masyarakat desa Sukoreno Kata Kunci: Pengusir Nyamuk; Demam Berdarah Dengue (DBD; Serai;
Pemanfaatan Limbah Padat Hasil Penyulingan Serai Sebagai Pupuk Organik Cair Dwika Nano Hariyanto; Abdul Jalil; Lutfi Pramukyana
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v2i3.4414

Abstract

Abstract: Limbah padat dari hasil penyulingan serai yang berupa ampas sisa destilasi, masih mengandung senyawa organik yang bermanfaat. Pemanfaatan limbah ini sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC) yang dapat menjadi solusi untuk mengurangi limbah dan menjadi alternatif pupuk ramah lingkungan. pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan limbah padat hasil penyulingan serai yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Metode dalam pengabdian ini menggunakan ceramah dan praktek dengan alur persiapan sosialisasi dan penyamaan persepsi, Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat diajarkan cara mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik cair (POC) yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah serta potensi peningkatan produktivitas pertanian melalui penggunaan POC. Keywords: Serai; EM4; pupuk organik cair; limbah
Edukasi Gizi Berbasis Pangan Lokal melalui Puding Ekstrak Daun Kelor sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sukoreno Dwika Nano Hariyanto; Qori Afifah Anggraeni Mahgfiro; Veronenci yuliarbi farlisa; Abdul Jalil; Lutfi Pramukyana
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis pada balita yang masih menjadi perhatian nasional karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik dan kualitas sumber daya manusia. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita melalui edukasi gizi berbasis pemanfaatan pangan lokal dengan demonstrasi pembuatan puding ekstrak daun kelor. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan praktik langsung yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa di Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 31%, dari 57% pada pre-test menjadi 88% pada post-test. Partisipasi aktif peserta selama diskusi dan demonstrasi menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis praktik efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu mengenai pencegahan stunting. Pemanfaatan puding ekstrak daun kelor berpotensi menjadi strategi edukasi gizi berbasis pangan lokal yang mudah diterapkan dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Species composition, structure, and carbon stocks of coffee agroforestry systems in East Java, Indonesia Hamdi Hamdi; Moh Ardani; Lutfi Pramukyana; Dwika Nano Hariyanto; Ida Rosita; Yosie Syadza Kusuma
Global Forest Journal. Vol. 4 No. 2 (2026): Global Forest Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/gfj.v4i2.25875

Abstract

Coffee agroforestry systems (CAF) offer an important opportunity to maintain agricultural productivity while enhancing ecosystem services by integrating shade trees and perennial crops. This study aimed to characterize vegetation composition and structure and to estimate carbon stocks in CAF in Panti District, Jember Regency, East Java. A total of 12 nested plots were established to assess vegetation composition, structure, and carbon stocks. The results showed that 17 species belonging to 13 families were identified. The highest Importance Value Index (IVI) at the seedling and sapling levels was Coffea canephora, while at the pole and tree levels, Hevea brasiliensis dominated. Species diversity (H′ = 0.60 1.77) and evenness (E = 0.50–0.81) increased from the seedling to tree stages. The regeneration structure and diameter class distribution of the stand exhibited an inverse J-shaped distribution pattern. The total carbon stock was 161.3 Mg C ha⁻¹, equivalent to 591.7 Mg CO₂e ha⁻¹. Shade-tree aboveground biomass represented the largest carbon pool (93.9 Mg C ha⁻¹; 58.2%), followed by soil organic carbon (36.2 Mg C ha⁻¹; 22.4%), while coffee shrubs accounted for only 8.2 Mg C ha⁻¹ (5.1%). These findings demonstrate that carbon accumulation in this CAF is predominantly biomass-driven rather than soil-driven.
Interaksi Perubahan Iklim dan Ketersediaan Air terhadap Produktivitas Tanaman: Sintesis Literatur dan Strategi Adaptasi di Jawa Timur Bagian Timur Abdul Jalil; Faridatul Munawaroh; Dwika Nano Hariyanto; Muhammad Nuril Fitriyandi
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 5 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v5i2.1718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai bukti ilmiah nasional terkait interaksi antara perubahan iklim dan ketersediaan air serta dampaknya terhadap produktivitas tanaman, sekaligus mengidentifikasi strategi adaptasi yang relevan dalam sistem pertanian berbasis iklim lokal. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) terhadap artikel ilmiah periode 2016–2025 yang diperoleh dari basis data Google Scholar, Garuda, dan jurnal nasional terakreditasi, dengan analisis tematik pada empat aspek utama: perubahan curah hujan, ketersediaan air, siklus hidrologi, dan teknologi adaptasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan distribusi curah hujan yang tidak merata secara temporal dan spasial menjadi faktor utama penurunan produktivitas tanaman, terutama pada lahan tadah hujan dan wilayah dengan sistem irigasi yang belum optimal. Selain itu, perubahan siklus hidrologi turut menurunkan cadangan air tanah dan efisiensi distribusi air irigasi, yang berimplikasi pada peningkatan risiko produksi dan tekanan ekonomi petani. Kajian ini juga menemukan bahwa strategi adaptasi berbasis teknologi, seperti irigasi presisi, pemanenan air hujan, dan pemanfaatan informasi iklim digital, berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan air dan ketahanan sistem pertanian. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi sistem pengelolaan air pertanian menuju pendekatan adaptif berbasis hidroklimatologi yang terintegrasi dengan kelembagaan lokal dan kebijakan berbasis wilayah