Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Promotif dan Preventif melalui Edukasi, Pembagian Multivitamin, dan Senam Sehat dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Lelie Amalia Tusshaleha; Depi Yuliana; Dita Retno Pratiwi; Lalu Jupriadi; Lale Budi Hutami Rahayu; Dedent Eka Bimmaharyanto S; Ade Sukma Hamdani; Syamsul Rahmat; Annisa Alpiani; Supiani Rahayu
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1148

Abstract

Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat memerlukan pendekatan promotif dan preventif yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta status kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan, pembagian multivitamin, dan pelaksanaan senam sehat berbasis kolaborasi lintas sektor. Program ini melibatkan masyarakat setempat sebagai peserta dan tenaga kesehatan dari Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Lombok Tengah serta dukungan pemerintah daerah melalui Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Praya dan Bupati Lombok Tengah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, distribusi multivitamin, dan kegiatan senam sehat secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya perilaku hidup sehat, serta tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan tenaga kesehatan dan dukungan pemerintah daerah terbukti mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kesehatan masyarakat.
Pengaruh Waktu Pemberian Obat Amlodipin Pada Pagi Dengan Malam Hari Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kediri Lelie Amalia Tusshaleha; Depi Yuliana; Syamsul Rahmat; Lale Budi Hutami Rahayu; Parida Purnama Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1104

Abstract

Hipertensi memerlukan manajemen terapi tepat guna mencapai target tekanan darah yang stabil. Salah satu fokus optimasi terapi adalah kronoterapi mengenai penentuan waktu pemberian amlodipin 5 mg antara pagi atau malam hari. Penelitian ini membandingkan efektivitas kedua waktu pemberian tersebut melalui pendekatan kuantitatif komparatif pada 30 responden di Puskesmas Kediri. Responden dibagi menjadi dua kelompok intervensi yang diamati selama sepuluh hari dengan pemantauan tekanan darah rutin. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji non-parametrik Mann-Whitney U untuk melihat perbedaan efektivitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara pemberian pagi maupun malam hari p=0,198 untuk sistolik dan p=0,279 untuk diastolik). Namun, nilai Mean Rank kelompok malam lebih rendah dibandingkan kelompok pagi, yang secara klinis mengindikasikan tren penurunan tekanan darah yang cenderung lebih besar. Sebagai kesimpulan, meskipun secara statistik setara, pemberian amlodipin pada malam hari menawarkan keunggulan klinis dalam mengontrol lonjakan tekanan darah pagi hari (morning surge) selaras dengan prinsip ritme sirkadian tubuh.
Sosialisasi Penggunaan Tes Kit Merkuri pada Produk Skincare sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat di Desa Mertak Tombok Lelie Amalia Tusshaleha; Lale Budi Hutami Rahayu; Supiani Rahayu; Syamsul Rahmat; Laili Apriani; Aya Shaufia Itsnayain; Meilynda Pomeistia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.936

Abstract

Paparan merkuri dalam produk skincare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan nasional karena dapat menyebabkan kerusakan ginjal, neurotoksisitas, gangguan saraf, dan risiko kesehatan jangka panjang lainnya. Masyarakat desa merupakan kelompok yang rentan terhadap penggunaan kosmetik berbahaya akibat keterbatasan akses informasi dan literasi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Mertak Tombok terkait bahaya merkuri pada kosmetik serta pelatihan penggunaan test kit merkuri sebagai deteksi dini keamanan produk skincare. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif–partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan masyarakat dari 50,6 % menjadi 88,4 % (peningkatan 37,8 %). Sebanyak 92 % peserta mampu menggunakan test kit secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kemampuan masyarakat dalam melakukan deteksi mandiri keamanan kosmetik.