Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendekatan Promotif dan Preventif melalui Edukasi, Pembagian Multivitamin, dan Senam Sehat dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Lelie Amalia Tusshaleha; Depi Yuliana; Dita Retno Pratiwi; Lalu Jupriadi; Lale Budi Hutami Rahayu; Dedent Eka Bimmaharyanto S; Ade Sukma Hamdani; Syamsul Rahmat; Annisa Alpiani; Supiani Rahayu
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1148

Abstract

Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat memerlukan pendekatan promotif dan preventif yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta status kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan, pembagian multivitamin, dan pelaksanaan senam sehat berbasis kolaborasi lintas sektor. Program ini melibatkan masyarakat setempat sebagai peserta dan tenaga kesehatan dari Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Lombok Tengah serta dukungan pemerintah daerah melalui Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Praya dan Bupati Lombok Tengah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, distribusi multivitamin, dan kegiatan senam sehat secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya perilaku hidup sehat, serta tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan tenaga kesehatan dan dukungan pemerintah daerah terbukti mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kesehatan masyarakat.
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di RSUD Tripat Depi Yuliana; Supiani Rahayu; Syamsul Rahmat; Putri Ramdaniah; Dedent Eka Bimmaharyanto; Lelie Amalia Tusshaleha; Lalu Jupriadi; Haerudin Haerudin
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1087

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit tidak menular dengan angka kejadian tinggi dan berperan besar dalam meningkatkan risiko kematian serta komplikasi kardiovaskular. Penggunaan obat antihipertensi secara terus-menerus dapat memicu terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berpotensi menurunkan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian DRPs pada pasien hipertensi dengan fokus pada interaksi obat dan ketidaksesuaian dosis. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan secara retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien rawat jalan pada periode Januari–Maret 2024. Sebanyak 81 pasien dipilih sebagai sampel menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan perhitungan Slovin. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien, yaitu 57 orang (70%), mengalami DRPs. Interaksi obat menjadi temuan terbanyak dengan 56 pasien (69%) dan total 105 kejadian. Kasus dosis berlebih hanya ditemukan pada 1 pasien (1,2%), sementara tidak terdapat kasus dosis kurang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa interaksi obat merupakan faktor dominan dalam kejadian DRPs pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan terapi yang lebih menyeluruh guna meningkatkan keamanan serta efektivitas penggunaan obat.
Pengaruh Waktu Pemberian Obat Amlodipin Pada Pagi Dengan Malam Hari Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kediri Lelie Amalia Tusshaleha; Depi Yuliana; Syamsul Rahmat; Lale Budi Hutami Rahayu; Parida Purnama Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1104

Abstract

Hipertensi memerlukan manajemen terapi tepat guna mencapai target tekanan darah yang stabil. Salah satu fokus optimasi terapi adalah kronoterapi mengenai penentuan waktu pemberian amlodipin 5 mg antara pagi atau malam hari. Penelitian ini membandingkan efektivitas kedua waktu pemberian tersebut melalui pendekatan kuantitatif komparatif pada 30 responden di Puskesmas Kediri. Responden dibagi menjadi dua kelompok intervensi yang diamati selama sepuluh hari dengan pemantauan tekanan darah rutin. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji non-parametrik Mann-Whitney U untuk melihat perbedaan efektivitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara pemberian pagi maupun malam hari p=0,198 untuk sistolik dan p=0,279 untuk diastolik). Namun, nilai Mean Rank kelompok malam lebih rendah dibandingkan kelompok pagi, yang secara klinis mengindikasikan tren penurunan tekanan darah yang cenderung lebih besar. Sebagai kesimpulan, meskipun secara statistik setara, pemberian amlodipin pada malam hari menawarkan keunggulan klinis dalam mengontrol lonjakan tekanan darah pagi hari (morning surge) selaras dengan prinsip ritme sirkadian tubuh.
Sosialisasi Penggunaan Tes Kit Merkuri pada Produk Skincare sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat di Desa Mertak Tombok Lelie Amalia Tusshaleha; Lale Budi Hutami Rahayu; Supiani Rahayu; Syamsul Rahmat; Laili Apriani; Aya Shaufia Itsnayain; Meilynda Pomeistia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.936

Abstract

Paparan merkuri dalam produk skincare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan nasional karena dapat menyebabkan kerusakan ginjal, neurotoksisitas, gangguan saraf, dan risiko kesehatan jangka panjang lainnya. Masyarakat desa merupakan kelompok yang rentan terhadap penggunaan kosmetik berbahaya akibat keterbatasan akses informasi dan literasi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Mertak Tombok terkait bahaya merkuri pada kosmetik serta pelatihan penggunaan test kit merkuri sebagai deteksi dini keamanan produk skincare. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif–partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan masyarakat dari 50,6 % menjadi 88,4 % (peningkatan 37,8 %). Sebanyak 92 % peserta mampu menggunakan test kit secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kemampuan masyarakat dalam melakukan deteksi mandiri keamanan kosmetik.
Sosialisasi Dagusibu Obat "Ayo Buang Sampah Obat Dengan Tepat" Di Area Apotek Angkasa Farma Praya Tengah Depi Yuliana; Lelie Amalia Tusshaleha; Laili Apriani; Putri Ramdaniah; Meilynda Pomeistia; Syamsul Rahmat; Annisa Alpiani; Aya Shaufia Itsnayain; Khaeditama Purnama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1632

Abstract

Penggunaan obat secara mandiri di masyarakat terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kondisi tersebut menyebabkan semakin banyak obat yang disimpan di rumah tangga. Namun, sebagian besar masyarakat belum memahami cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang benar sehingga masih banyak ditemukan praktik penyimpanan obat kedaluwarsa maupun pembuangan obat secara langsung ke tempat sampah atau saluran air. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, meningkatkan risiko penyalahgunaan obat, serta membahayakan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat) melalui program edukasi "Ayo Buang Sampah Obat dengan Tepat" yang dilaksanakan di Area Apotek Angkasa Farma Praya Tengah Lombok. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi pemusnahan obat yang benar, pembagian leaflet edukasi, serta evaluasi menggunakan sesi tanya jawab. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri atas pasien, keluarga pasien, dan masyarakat sekitar apotek. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dari sebelum edukasi dengan setelah edukasi. Peserta juga mampu mempraktikkan cara memilah obat kedaluwarsa, rusak dan cara membuang sisa obat dengan benar sesuai ketentuan. Program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis apotek merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai pengelolaan obat rumah tangga. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara apoteker, fasilitas pelayanan kefarmasian, untuk mendukung penggunaan obat yang rasional dan pengelolaan limbah obat rumah tangga yang aman.