Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Masyarakat tentang Bahaya Merokok Meningkat Melalui Kegiatan penyuluhan di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai : Community Knowledge about the Dangers of Smoking Increases Through Extension Activities in Doda Bunta Village, Simpang Raya District, Banggai Regency Lalusu, Erni Yusnita; Balebu, Dwi Wahyu; Thirayo, Yunita Sari; Sattu, Marselina
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v2i2.291

Abstract

Prevalensi kejadian merokok di Indonesia masih tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebiasaan merokok tidak hanya dimiliki oleh kelompok usia dewasa namun juga remaja dan anak-anak. Merokok berisiko terhadap kesehatan khususnya pada kelompok penyakit pembuluh darah seperti Hipertensi, jantung, diabetes mellitu hingga stroke. Penyebab tingginya kejadian merokok dipedesaan terutama dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang dampak negatif rokok. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya merokok bagi kesehatan. Kegiatan ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pre-post test non-control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 50 orang yang ditentukan secara accidental sampling. Yaitu masyarakat yang datang saat dilakukan penyuluhan. Tes pengetahuan awal (pre-test) dilakukan sebelum diberikan penyuluhan. Sedangkan post-test diberikan setalah penyuluhan. Kuesioner yang diberikan berisi pertanyaan pengetahuan masyarakat tentang bahaya merokok. Analisis data bersifat deskriptif. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukan pengetahuan masyarakat dengan kategori baik meningkat dari 2% menjadi 66%. Pengetahuan cukup dan kurang masing-masing menurun dari 58% menjadi 28% dan 40% menjadi 6%. Demikian pula sikap positif tetap 94%, sikap negative 6%. Begitu pula pada tindakan masyarakat dengan kategori baik meningkat dari 82% menjadi 92%. sebaliknya tindakan kurang baik menurun dari 18% menjadi 8.0%. Kesimpulan: pengetahuan., sikap dan tindakan masyarakat menjadi lebih baik setelah dilakukan penyuluhan. Saran bagi pemerintah setempat agar lebih sering melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. The prevalence of smoking in Indonesia is still high and continues to increase from year to year. The smoking habit is not only owned by the adult age group but also teenagers and children. Smoking poses a risk to health, especially in the group of blood vessel diseases such as hypertension, heart disease, diabetes mellitus and even stroke. The cause of the high incidence of smoking in rural areas is mainly influenced by a lack of knowledge about the negative impacts of smoking. This outreach activity was carried out in Doda Bunta Village, Simpang Raya District, with the aim of increasing public understanding about the dangers of smoking for health. This activity uses a quasi-experimental method with a pre-post test non-control group design. The sample for this research consisted of 50 people who were determined by accidental sampling. Namely people who come when counseling is carried out. An initial knowledge test (pre-test) is carried out before counseling is given. Meanwhile, the post-test was given after the counseling. The questionnaire given contained questions about public knowledge about the dangers of smoking. Data analysis is descriptive. The results of this outreach activity show that public knowledge in the good category increased from 2% to 66%. Sufficient and insufficient knowledge decreased from 58% to 28% and 40% to 6% respectively. Likewise, positive attitudes 94% , negative attitudes same 4% . Likewise, community actions in the good category increased from 82% to 92%. on the other hand, unfavorable actions decreased from 18% to 8%. Conclusion: knowledge, attitudes and actions of the community become better after counseling is carried out. Suggestions for local governments to provide health education to the community more often.
Penerapan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Berdasarkan Permenkes Nomor 66 Tahun 2016 di Rs Pratama Pagimana : Implementation of Occupational Safety and Health Standards in Hospital Based on the Minister of Health Regulation Number 66 of 2016 at Pratama Pagimana Hospital Nanggele, Yulianti Clarita; Dwicahya, Bambang; Thirayo, Yunita Sari
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.396

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan aspek penting dalam menjaga keselamatan tenaga kerja, pasien, pengunjung, dan lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan standar K3RS ber dasarkan Permenkes No. 66 Tahun 2016 di RS Pratama Pagimana. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, yang dilakukan pada bulan oktober tahun 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh tenaga kesehatan di RS Pratama Pagimana, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik stratified sampling sebanyak 9 Unit. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang disusun berdasarkan delapan komponen K3RS sesuai dengan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan K3RS di RS Pratama Pagimana secara umum sudah mengacu pada ketentuan Permenkes No.66 Tahun 2016, Namun belum berjalan optimal sebesar 53%, pada aspek seperti keselamatan dan keamanan, pelayanan kesehatan kerja, pencegahan kebakaran, pengelolaan prasarana, dan kesiapsiagaan bencana masih perlu ditingkatkan. Adapun beberapa aspek yang sudah berjalan optimal sebesar 47%, yaitu pada aspek manajemen risiko K3RS, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) serta pengelolaan peralatan medis. Hambatan utama berasal dari keterbatasan sarana, sumber daya manusia, serta kurangnya pelatihan dan sosialisasi rutin. Kesimpulan RS telah memiliki komitmen terhadap K3RS, namun diperlukan peningkatan dalam pengawasan, pembinaan, serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang agar pelaksanaannya lebih optimal dan berkelanjutan. Hospital Occupational Safety and Health (K3RS) is an important aspect in maintaining the safety of workers, patients, visitors, and the hospital environment. This study aims to describe the implementation of K3RS standards based on Permenkes No. 66 of 2016 at Pratama Pagimana Hospital. This type of research is descriptive quantitative with an observational approach, which was conducted in October 2025. The study population included all health workers at Pratama Pagimana Hospital, with samples taken using stratified sampling techniques of 9 units. Data were collected through observation sheets compiled based on eight K3RS components in accordance with regulations. The results of the study indicate that the implementation of K3RS at Pratama Pagimana Hospital in general has referred to the provisions of the Minister of Health Regulation No. 66 of 2016, but has not been running optimally by 53%, in aspects such as safety and security, occupational health services, fire prevention, infrastructure management, and disaster preparedness still need to be improved. There are several aspects that have been running optimally by 47%, namely in the aspect of K3RS risk management, management of hazardous and toxic materials (B3) and management of medical equipment. The main obstacles come from limited facilities, human resources, and lack of routine training and socialization. Conclusion The hospital has a commitment to K3RS, but improvements are needed in supervision, guidance, and provision of supporting facilities and infrastructure so that its implementation is more optimal and sustainable.