Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STUDI PENENTUAN STRUKTUR LAPISAN BATUAN DI DESA PADAELO’ KECAMATAN MALLAWA KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN Rahmaniah, Rahmaniah; Hernawati, Hernawati; Nurvadillah, Nurvadillah; Aliasra, A Fany; Irmayanti, Irmayanti; Mulia, Ayu
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 6 No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.37 KB) | DOI: 10.24252/jft.v6i1.10193

Abstract

It has been done field lecture with the title of study of rock structural layer in the village in the district Elo Mallawa Maros South Sulawesi Regency. The purpose of this field of lecture is to determine the structure of rock lining at the site of field lecture. The methods used in the course of this field are the methods of discussion, sampling and measurement. The tools used are geological compass, meter, hammer geology, GPS and ATK. Results obtained in the location of the lecture field is the presence of production stones consisting of several types of rock layers. The types of rock layers acquired are Rijang stone, sandstone, stone clay, and limestone. And the obtained stone layer has a strike and a dip N 353° E 64°.
ANALISIS PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DAN AKTIVITAS SISWA MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING PADA PEMBELAJARAN KESEBANGUNAN Zakkir, Muhammad; Indahwaty; Pujianti, Isna; Angraini, Nurvadillah
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i1.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat perangkat pembelajaran penemuan terbimbing tentang materi kesebangunan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran penemuan terbimbing. Model pengembangan perangkat penelitian menggunakan modifikasi dari model 4-D.Namun, dalam penelitian ini, pengembangan perangkat hanya mencapai tahap develop saja. Subyek penelitian adalah siswa kelas III SLTP Negeri 7 Amuntai semester ganjil tahun pelajaran 2003/2004. penelitian ini menghasilkan beberapa perangkat pembelajaran penemuan terbimbing pada materi kesebangunan. Perangkat yang dimaksud meliputi: (1) Rencana Pembelajaran (RP), (2) Buku Siswa, dan (3) Lembar Kegiatan Siswa (LKS), serta lembar pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran. Hasil analisis deskriptif data pengamatan menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran penemuan terbimbing dapat memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa siswa menghabiskan 90,12% dari waktu mereka yang tersedia untuk belajar secara aktif. Hanya 8,97% dari waktu yang tersedia digunakan siswa untuk mendengarkan penjelasan guru, dan 0,91% dari waktu yang tersedia digunakan siswa untuk berperilaku tidak relevan dengan kegiatan selama proses pembelajaran.
Strengthening Physics Scientific Literacy in the Millennial Generation through the Blended Learning Model Amalia Aris, Nurul; Nurhandayani, Nurhandayani; Angraini, Nurvadillah; Rahmayani, Sitti; Masri, Mawardi Jalil
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/aplikatif.v4i2.662

Abstract

This study aims to analyze the improvement of scientific literacy in millennial students during physics learning through the implementation of the blended learning model. A quasi-experimental design with a nonequivalent control group was used. The experimental class applied the blended learning model, while the control class used conventional learning methods. Data were collected through scientific literacy tests administered as pretests and posttests, which were then analyzed using descriptive statistics and t-tests to examine the significance of differences between the two groups. The results indicate a significant difference in posttest scientific literacy scores between the experimental and control classes. The average posttest score in the experimental class was higher than that of the control class, suggesting that the blended learning model was more effective in enhancing students' scientific literacy. The t-test yielded a t-count of 2.053, which was greater than the t-table value of 1.996, with a significance level of 0.05. Based on these findings, it can be concluded that the blended learning model is more effective in improving the scientific literacy of millennial students, particularly in physics education. Future research could explore further optimization of blended learning implementation to enhance various aspects of scientific literacy.
Efektivitas Strategi Whole Brain Teaching dalam Mengoptimalisasi Hasil Belajar Fisika Siswa Sekolah Menengah Atas Nurhandayani; Nurul Amalia Aris; Nurvadillah Angraini. A; Ihfa Indira Nurnaifah Idris
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/luminous.v6i2.19441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar Fisika siswa kelas X SMAN 3 Pinrang yang diajar menggunakan strategi Whole Brain Teaching (WBT) dengan mereka yang menerima pembelajaran melalui metode konvensional, serta perbedaan hasil belajar antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan kuasi-eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIA SMAN 3 Pinrang sejumlah 153 orang, dengan teknik purposive sampling yang menghasilkan 61 siswa sebagai sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes hasil belajar, lembar observasi untuk peserta didik, serta lembar observasi untuk guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar Fisika siswa yang menggunakan strategi WBT sebesar 84,18 (kategori sedang), sedangkan pada metode konvensional sebesar 70,03 (kategori rendah). Terdapat selisih sebesar 20,20% antara kedua kelompok, yang menunjukkan bahwa strategi WBT lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Simpulan dari penelitian ini adalah strategi Whole Brain Teaching terbukti efektif diterapkan dalam pembelajaran Fisika untuk meningkatkan capaian akademik siswa. Penelitian ini merekomendasikan eksplorasi lebih lanjut terhadap variabel lain seperti keaktifan belajar, minat, dan keterampilan sosial dalam penerapan strategi WBT.
The Analisis karakteristik spasial Desa Kaseralau Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang berbasis sistem infomasi geografis (GIS) sebagai bahan acuan mitigasi bencana Angraini A, Nurvadillah; Said L, Muh.
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.54853

Abstract

Desa Kaseralau Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang memiliki topografi bervariasi dengan ketinggian 85-1000 mdpl yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik spasial wilayah sebagai acuan mitigasi bencana menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang dianalisis meliputi Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), data curah hujan BPS, serta data geologi dan jenis tanah dari BIG, yang diproses menggunakan ArcGIS 10.3 melalui teknik overlay, interpolasi IDW, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan 50% wilayah memiliki kemiringan lereng >45% (sangat curam), geomorfologi perbukitan (57%), struktur geologi didominasi batu pasir berporositas tinggi (97%), jenis tanah podsolik yang peka erosi (98%), dan curah hujan rata-rata 127 mm/bulan dengan puncak 301 mm di bulan April. Kombinasi kelima faktor ini mengindikasikan tingkat kerawanan bencana tanah longsor dan banjir yang sangat tinggi, sehingga diperlukan sistem peringatan dini untuk warga dan pemerintah sekitar dan strategi mitigasi terintegrasi.
Students’ Perceptions of a Lopi Sandeq Racing Game Simulation Based on Mandar Local Wisdom Using Gemini Canvas Mawardi Jalil Masri; Nurul Amalia Aris; Nurhandayani Nurhandayani; Sulfianty Sulfianty; Juniar Rasyid; Nurvadillah Angraini. A
EDUTREND: Journal of Emerging Issues and Trends in Education Vol. 3 No. 2 (2026): EDUTREND: Journal of Emerging Issues and Trends in Education
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/edutrend.889

Abstract

Although digital simulations and game-based learning have been widely discussed in physics education, limited studies have examined AI-assisted simulations that integrate local wisdom into contextual science learning. This study aims to examine senior high school students’ perceptions of a Gemini Canvas-based Lopi Sandeq racing simulation as a contextual physics learning medium based on Mandar local wisdom. This study employed a quantitative descriptive approach using a survey method. The participants consisted of 25 senior high school students who had participated in physics learning activities using the Lopi Sandeq racing simulation. Data were collected through a student perception questionnaire and supported by observation and documentation. The questionnaire data were analyzed using descriptive statistics by calculating the average score and percentage for each assessed aspect. The findings show that students’ overall perception of the simulation was categorized as good, with an average score of 3.98 and a percentage of 79.6%. The aspects of relevance to Mandar local wisdom and visual appearance and interactivity were categorized as very good, while ease of use, understanding of physics concepts, and learning motivation and interest were categorized as good. These findings suggest that the simulation was positively received as a supplementary medium for contextual physics learning. The study contributes to educational technology and science education by showing the potential of integrating AI-assisted simulation, game-based learning, and local wisdom in developing culturally meaningful physics learning media. However, teacher guidance remains necessary to help students connect simulation activities with formal physics concepts and mathematical reasoning.