Diabetes Melitus yang dikenal sebagai "the silent killer" merupakan penyakit kronis tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Indonesia menempati peringkat ke-5 di dunia dengan 18 juta jiwa penderita diabetes pada tahun 2020. Self management DM merupakan aspek fundamental dalam pengelolaan diabetes yang komprehensif, namun realitas menunjukkan masih terdapat kesenjangan signifikan dalam implementasinya. Penelitian menunjukkan bahwa 54,3%-64,3% penderita DM memiliki self management buruk di berbagai wilayah Indonesia. Self efficacy atau keyakinan diri menjadi faktor krusial yang mempengaruhi keberhasilan self management karena berkaitan dengan kemampuan pasien dalam melakukan perubahan perilaku kesehatan yang diperlukan untuk pengelolaan penyakit diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self efficacy dengan self management pada penderita Diabetes Melitus di Klinik Romana tahun 2024, khususnya dalam mengidentifikasi tingkat self efficacy dan self management serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 51 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DMSES (Diabetes Management Self Efficacy Scale) untuk mengukur self efficacy dan kuesioner DSMQ (Diabetes Self Management Questionnaire) untuk mengukur self management yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dikumpulkan pada bulan November 2024 dan dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki self efficacy baik (76,5%) dan self management baik (62,7%). Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berjenis kelamin perempuan (66,7%), berusia 41-50 tahun (39,2%), berpendidikan SMA (47,1%), dan berstatus menikah (76,5%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self efficacy dengan self management. Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara self efficacy dengan self management pada penderita Diabetes Melitus, dimana self efficacy yang baik cenderung menghasilkan self management yang baik pula, meskipun faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan lingkungan juga berperan penting dalam keberhasilan self management diabetes melitus.