Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ADAFTASI STAKEHOLDERS SEKOLAH DALAM URGENSI IMPLEMENTASI DIGITALISASI PENDIDIKAN SEBAGAI USAHA PENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Yayuk Hartini; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana, Sulistiyana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 9: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i9.9650

Abstract

Manfaat yang bisa didapatkan apabila pendidik dan tenaga kependidikan serta seluruh stakeholder di sekolah mampu menggunakan beragam kebutuhan yang terhubung dengan digitalisasi dalam dunia pendidikan di sekolah. Melalui pemahaman mengenai digitalisasi pendidikan diharapkan dapat menjadi sebuah proses yang memungkinkan penggunaan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif serta memungkinkan pengumpulan dan analisis data yang lebih mudah. Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang kerap digunakan untuk jurnal ilmiah maupun karya ilmiah. Metode ini dilakukan dengan meneliti atau menganalisis sebuah permasalahan atau sebuah kejadian sosial yang sering terjadi. Kualitatif deskriptif adalah metode gabungan. Hasil dari penelitian ini adalah Pendidikan di masa kini mengalami banyak perubahan dan perkembangan dibandingkan dengan pendidikan di masa lampau. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan tuntutan globalisasi. Teknologi merupakan salah satu hal yang saat ini mendapatkan perhatian khusus. Untuk dapat mengimplementasikan penggunaan teknologi dalam pendidikan, diperlukan stakeholders sekolah yang mampu beradaftasi dan mengimplementasikan konsep digitalisasi ini dengan baik. Kepala sekolah, guru, orangtua dan masyarakat sekitar memiliki pernanan yang cukup signifikan dalam usaha usaha penerapan teknologi dalam pendidikan yang lebih maksimal
PERAN SERTA SATUAN PENDIDIKAN NON FORMAL SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) DAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM USAHA MENEKAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN BANJAR Yayuk Hartini; Ahmad Suriansyah; Ahmad Alim Bachri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 9: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i9.9726

Abstract

Di Kabupaten Banjar, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat sebagai usaha untuk menekan angka putus sekolah dan memberikan kesemaptan untuk semua masyarakat usia sekolah untuk mendapatkan ijazah pendidikan sesuai jenjang masing-masing. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif terhadap fenomena dari aktivitas kegiatan pada setiap program di kabupaten Banjar yang berhubungan dengan satuan pendidikan non formal melalui sanggar kegiatan belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Pemerintah Kabupaten Banjar melalui beragam program yang diluncurkan sangat aktif dan responsif dalam usaha menekan angka putus sekolah. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan meningkatkan fungsi pendidikan non formal melalui SKB dan PKBM. Angka peningkatan yang menunjukan peningkatan yang tinggi baik dari segi jumlah siswa, jumlah tenaga pengajar dan jumlah satuan pendidikan non formal menunjukan bahwa keberadaan satuan pendidikan non formal di Kabupaten Banjar menjadi pilihan bagi para usia sekolah yang tidak bisa menamatkan pendidikan untuk mendapatkan ijazah setara pendidikan formal. Hal tersebut diharapkan menjadi sebuah jalan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya pendidikan untuk kualitas sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan.
Transformasi Keterampilan Guru Mengembangkan Perangkat Ajar Berbasis Deep Learning Berbantuan AI : Program Pelatihan di Banjarmasin Utara Bagus Aulia Iskandar; Ahmad Riandy Agusta; Arsyad, M. Ziyan Takhqiqi; Arif Rahman Prasetyo; Dede Dewantara; Yayuk Hartini; Elma Mufida; Nur Saniah Widya
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2097

Abstract

Elementary education is currently facing the challenges of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0, necessitating effective curriculum innovation to equip students with future competencies. The Deep Learning (DL) approach is a national priority, but shifts in learning activity policies determine teachers' readiness to implement it. Low understanding and minimal curriculum innovation, especially in the context of Deep learning integration management, pose significant obstacles to effective learning implementation. The Elementary School Teacher Working Group (KKG) in North Banjarmasin District, as the partner, directly experiences these constraints, reinforcing the urgency of this intervention.The objective of this Community Service program is to enhance the capacity of elementary school teachers in designing Deep Learning-integrated curricula. The method employed is intensive training based on local and applied case studies, specifically designed to directly improve teachers' managerial and innovative skills. The anticipated impact is an increase in teacher awareness and competence in managing curricula that are adaptive and relevant to the digital era. This program not only empowers local teachers but also aligns with the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy and the University's Key Performance Indicators (IKU 2, 7, 8, and 9) through strategic collaboration and project-based learning. Thus, this training serves as a strategic step to bridge the competency gap and support national education innovation.