Ramdani, Dimas
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKHLAKUL KARIMAH MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA PESERTA DIDIK KELAS III DI SDI AL AZHAR KELAPA GADING Ali Muchtar, Azmy; Ramadhan, Muhammad; Ramadhan, Ghalib; Prasetiyo, Bagus; Ramdani, Dimas; Iswan
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMA
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v3i1.1059

Abstract

Peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam pembimbingan, pembelajaran, dan latihan bagi siswa di sekolah dan luar sekolah menjadi fokus utama. Keberlanjutan upaya ini menjadi penting, terutama dalam konteks penurunan kualitas akhlak generasi modern, dipengaruhi oleh perubahan nilai-nilai sosial dan kemajuan teknologi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk:1) mengetahui cara apa saja yang digunakan ketika pembelajaran pendidikan agama islam dalam membentuk akhlakul karimah pada siswa kelas III SDI Al-Azhar Kelapa Gading, 2) mengetahui faktor apa saja yang menjadi hambatan atau halangan dalam pembentukan akhlakul karimah pada siswa kelas III SDI Al-Azhar Kelapa Gading. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah 2 guru yakni guru pendidikan agama islam dan wali kelas. Teknik pengumpulan data yang dikumpulkan adalah wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) cara yang digunakan untuk membentuk akhlakul karimah yaitu menyampaikan akhlak yang dimiliki Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya tumpuan untuk mencapai akhlak yang baik, melakukan koordiniasi dengan wali murid dan pemantauan terhadap akhlak peserta didik dirumah dan menanamkan sifat penuh tanggung jawab dan mandiri. 2) kendala yang dihadapi pendidik dalam pembentukan akhlakul karimah melalui pembelajaran pendidikan agama islam adalah kurangnya waktu yang disediakan, orang tua cenderung tidak ikut berperan aktif dalam pembentukan akhlak peserta didik, dan pengaruh negatif teknologi yang sering dilihat di internet.
PENGGUNAAN FITUR GAME SHOPEE CAPIT DALAM PERSPEKTIF FIKIH ISLAM Ramdani, Dimas; Wahyudin, Yuyu; Aziz Nawawi, Abdul; Syifa Putra, Miftahul; Fadil Nurdiansyah, Ahmad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64906

Abstract

The development of gamification on e-commerce platforms has introduced various prize-based games that are used not only for entertainment but also carry economic value. One such feature is Shopee Capit. In this game, users can obtain prizes using free tokens or additional tokens exchanged for Shopee Coins. The uncertainty of outcomes, the use of coins that hold economic benefit, and the significant element of luck raise issues in fiqh muamalah. This study aims to determine the mechanism of using Shopee Capit, the form of contract (akad) used, and the legal ruling on its use according to Islamic fiqh. This study used the library research method by examining fiqh muamalah literature, fatwas, previous research, and the rules governing the use of Shopee Capit. Data were analyzed by comparing the game mechanism with the concepts of akad, ju'alah, gharar, maisir, dharar, israf, and maslahah. The results show that users can play using free tokens or additional tokens exchanged for 350 Shopee Coins. The use of free tokens can be regarded as a promotional gift or a ju'alah contract and is permissible, as long as the game rules are clearly explained, the prizes given are halal, and there is no payment or wagering from the user. However, the use of tokens obtained by exchanging Shopee Coins is not permissible. This is because Shopee Coins have economic benefit, while the prize obtained is uncertain and depends largely on luck. Therefore, this mechanism contains elements of maisir and gharar and may lead to loss (dharar) and excessive behavior (israf). Thus, the ruling on the use of Shopee Capit differs according to the type of token used.