Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Daun Mangrove (Rhizophora Sp.) Sebagai Tanaman Obat Antikolesterol di Kelurahan Pulau Panggang Kepulauan Seribu Ade Abiyyatun Mahdiyyah; Andiri Niza Syarifah; Primayanti Nurul Ilmi; Rika Revina; Imam Prabowo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme lemak yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total dalam darah melebihi batas normal. Di Indonesia, penyakit ini sering terjadi pada usia 65- 74 tahun yaitu sebanyak 38,2%. Hiperkolesterolemia dapat menyebabkan berbagai penyakit kardiovaskular. Sehingga diperlukan penanganan yang tepat untuk mengobati penyakit ini. Salah satu masalah Kesehatan di Kelurahan Pulau Panggang Kepulauan Seribu adalah banyaknya Masyarakat yang mengalami hiperkolesterolemia dan hipertensi serta Masyarakat memiliki keterbatasan dalam menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan. Mayarakat desa juga belum masifnya pengetahuan terkait tanaman obat yang memiliki efek terapi menurunkan kadar kolesterol, seperti daun mangrove yang banyak terdapat di sekitar pulau panggang. Daun Mangrove merupakan salah satu bagian tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Daun mengrove memiliki senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, terpenoid. Sehingga Daun mangrove memiliki manfaat sebagai aktivitas antikolesterol. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada Masyarakat di Pulau Panggang tentang potensi Daun Mangrove (Rhizophora Sp.) Sebagai Tanaman Obat untuk pencegahan dan pengobatan kolesterol. Kegiatan diawali dengan pemberian Pre-test kepada 56 orang masyarakat desa, kemudian dilakukan penyuluhan dan diakhir dengan pemberian Post-test. Kegiatan ini juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Farmasi UPN Veteran Jakarta. Hasil pengabdian Masyarakat menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah pemberian edukasi pemanfaatan daun mangrove sebagai tanaman obat untuk pencegahan dan pengobatan hiperkolesterolemia. Hasil pemeriksaan kesehatan juga menunjukkan 78,57% warga mengalami hiperkolesterolemia dan 48,21% warga memiliki tekanan darah tinggi. Hal ini menunjukkan penyakit hiperkolesterolemia dan hipertensi merupakan penyakit tertinggi yang diderita oleh Masyarakat Kelurahan Pulau Panggang
STUDI STABILITAS SEDIAAN SLEEPING MASK GEL MENGGUNAKAN EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) Salsabila Azka Maharani; Florencia Yuwono; Stefani Yulia; Febriana Fitrianingsih; Anggoro Permadi Laksono; Shafira Putri; Anita Yuniarti; Shabrina Naurah Rayyani; Annisa Farida Muti; Andiri Niza Syarifah; Ade Abiyyatun Mahdiyyah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/31k00h06

Abstract

The skin, as the largest organ of the body, serves a protective function and requires care to maintain its moisture and hydration. Sleeping mask gels are among the most effective nighttime skincare products, as they provide maximum hydration during sleep, have a texture that spreads easily, offer a cooling sensation, and can release active ingredients gradually. Aloe vera is widely recognized as an active cosmetic ingredient due to its content of flavonoids, saponins, and lignin, which help to moisturize the skin. This study aimed to evaluate the effect of varying concentrations of Aloe vera extract on the physical stability of sleeping mask gel formulations. Stability tests were conducted on days 0-28. Three gel formulas were prepared, each containing 0.75% carbopol 940. The results showed that F1 met stability criteria for organoleptic properties, spreadability, adhesiveness, and homogeneity, although changes in pH and viscosity occurred from day 7 to day 28. Statistical analysis indicated significant differences (p < 0.05) in viscosity among the formulas, while F1 showed no significant differences (p > 0.05) in spreadability and adhesiveness and maintained good consistency up to day 14. Based on these findings, F1 was considered more stable compared to F2 and F3.