Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PROGRAM DAKWAH ROHANI ISLAM MENURUT SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS TINGKAT SMA/SEDERAJAT (Studi Kasus MAN 2 Kota Bogor) Masyithoh Masyithoh; Abas Mansur Tamam; Wido Supraha
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v9i01.651

Abstract

Remaja saat ini tengah mengalami pola hidup yang permissive (serba boleh), maka derdampak pada kebebasan remaja dalam memilih pergaulan. Banyak sisi negatif dari hal ini, yaitu ikhtilat, premanisme, narkoba, westernisasi. Sehingga sekarang ini  banyak berlangsung kejadian-kejadian tindak kenakalan remaja. Bermacam-macam perbuatan negatif  yang menyimpang dilakukan oleh remaja dan mereka mengira hal  yang dilakukan adalah hal yang wajar dan  biasa-biasa saja, bahkan ada yang menganggapnya sebagai sesuatu kebanggaan. Padahal, masyarakat beranggapan perilaku tersebut sebagai suatu sikap yang amat memprihatinkan bagi kalangan remaja di Indonesia.Fokus masalah dalam penelitian ini adalah pengembangan program dakwah rohani Islam tingkat SMA/Sederajat. Pengembangan program ini difokuskan pada pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas tentang dakwah pada remaja. dan program kegiatan rohis (Sun Three) di MAN 2 Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan (libraby reseach) serta dipadukan dengan penelitian lapangan (field research).Hasil dari penelitian ini adalah pengembangan program dakwah rohani Islam yang dapat menjadi acuan di setiap SMA/Sederajat dalam melaksanakan kegiatan rohani Islam. Program-program ini terukur atas kecemasan Syed Muhammad Naquib al-Attas mengenai berkurangnya adab pada remaja, westernisasi, hingga krisis identitas. Sehingga peneliti menjadikan MAN 2 Bogor sebagai standar tersusunnya pengembangan program ini.
EDUCATION METHOD AKHLAK IN SDIT UMMUL QURO Agus Patoni; Wido Supraha; Anung Al hamat
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i01.912

Abstract

This research focuses on the background of morals decline in early childhood caused by lack of attention or supervision of parents and schools towards them. Morals in Islamic civilization is a fence that limits both at the same time the upright foundation upon which the glory of Islam. The basic values of Islam and morals are included in every rule of life, various kinds of differences and their development, both individually, as well as society, politics and economics. This research was formulated to describe the various methods of moral education that are applied at SDIT Ummul Quro. This research is a type of qualitative research  with a field research approach, aims to explore various methods of moral education through primary and secondary literature relating to the object of research, then integrated with field research in an effort to produce products to be implemented in other institutions. This research resulted in the method of elementary school morals education at the institution, namely: (1) the exemplary method of an educator figure (2) the habituation method was more emphasized to students as recipient subjects (3) the reward and funishment method (reward and sanctions), in the form gift giving and sanctions. 
KONSEP EVALUASI PENDIDIKAN MENURUT IMAM AN-NAWAWI DALAM KITAB AL-MINHAJ SYARAH SHAHIH MUSLIM Wardi Suwandi; Abas Mansur Tamam; Wido Supraha
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 01 (2021): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v4i01.606

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep evaluasi pendidikan menurut Imam an-Nawawi dalam kitab al-Minhaj Syarah Shahih Muslim. Pendekatan yang dilakukan adalah studi riset kepustakaan (Library Riset) dengan bahasan pokok dari data primer maupun sekunder. Imam an-Nawawi mengemukakan secara langsung pendapat mazhab-mazhab dan para ulama dan mengumpulkan pendapat yang paling kuat sesuai dengan hasil akhir ijtihadnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep evaluasi pendidikan dapat dilihat dari keseluruhan dan klasifikasi materi hadits Imam Muslim pada kitab al-Minhaj yang menjadi pondasi evaluasi kurikulum pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai iman, Islam, ihsan, ilmu dan adab. Konsep evaluasi harus di susun dan disesuaikan pada tiap tema dan kompetensi dasar dan dilaksanakan secara variatif dan berkelanjutan untuk menghimpun tercapainya tiga ranah penilaian yaitu afektif, kognitif dan psikomotor.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PERIODE MADINAH PERPEKTIF AL MUBARAKFURI Iqbal Asid Maududin; Abas Tamam Mansur; Wido Supraha
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 01 (2021): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v4i01.1059

Abstract

Permasalahan lembaga pendidikan seperti hubungan lembaga yang tidak rukun dengan masyarakat sekitar, ekonomi lembaga yang kurang stabil, dan lainnya kerap dijumpai pada saat ini karena kurang baiknya manajemen lembaga pendidikan islam. ilmu manajemen yang dapat digali dan  ditelaah adalah pemikiran al-Mubarakfuri dalam karya beliau al-Rahiq al-Makhtum. Maka tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk  menganalisis manajemen pendidikan islam perpektif al-Mubarakfuri dalam kitab al-Rahiqu al-Makhtum. Metode yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif studi pustaka. Yaitu penulis menganalisis kitab al-Rahiq al-Makhtum dari sisi manajemen pendidikannya. Analisis peneliti akan di fokuskan pada periode Madinah. Setelah menganalisis dan mengklasifikasi konsep manajemen pendidikan islam pada periode Madinah, peneliti kemudian mengumpulkan teori dan informasi lainnya dari berbagai sumber yang berhubungan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ditemukan ada enam konsep manajemen pendidikan pada periode Madinah, yaitu: a) menentukan lokasi sebagai pusat pendidikan, b) membangun masjid, c) membangun persaudaraan islam (Ukhuwah Islamiyah), d) membangun kerukunan dengan warga sekitar, e) musyawarah, dan f) membangun dan memperkuat ekonomi umat. Maka kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukannya Enam konsep manajemen pendidikan islam periode madinah perspektif al-Mubarakfuri dalam al-Rahiq al-Makhtum. Keenam konsep manajemen ini dapat menjadi panduan dan menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh sekolah atau lembaga pendidikan islam
Educational Thought Adian Husaini: Concepts and Practices Muhammad Kholid; Nesia Andriana; Abdul Hayyie Alkattani; Wido Supraha
At-Ta'dib Vol 17, No 1 (2022): Approaches, Strategies, Methods and Islamic Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v17i1.7892

Abstract

Educating human beings to be a believer, righteous and noble is included in Indonesian educational orientation. Nonetheless, this objective has been eroded by materialistic culture, particularly in the education environment. There are evident efforts to westernize national education by adopting the western education model, which is secular. Adian Husaini is an education thinker who has been criticizing this phenomenon and offering a solution of an educational concept and application based on ethics. This paper employs a mixed research methodology. The research includes an analysis of the paper works of Adian Husaini and a field study at the At-Taqwa boarding school led by Adian Husaini. The research reveals that the educational concept of Adian involves placing ethics and novelty on top of knowledge. The concept also holds a knowledge hierarchy in which knowledge of fard al-ayn (legal obligations that must be performed by each individual Muslim) is higher than selected knowledge of fard al-kifayah (principle of communal obligation) which is relevant to community development. At-Taqwa boarding school has been successful in some aspects in implementing educational concepts based on ethics. To conclude, Adian Husaini's thinking of education is relevant to adopt as an alternative basis for formulating the roadmap of national education.
Implementasi Seni Baca Irama Al Qur’an (Nagham) Dalam Metode Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an Albadi; Wido Supraha; Hasbi Indra
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.389

Abstract

Abstrak Metode pembelajaran tahsin Al-Quran merupakan sebuah proses belajar seseorang agar bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Dengan adanya metode tahsin Al-Quran ini maka akan selalu lahir generasi-generasi yang mampu membaca Al-Quran dengan tartil, dan dampaknya secara langsung akan menunjang dan membantu fokus pemerintah di dalam mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Salah satu metode supaya pembelajaran tahsin Al-Quran itu berjalan menarik adalah dengan menggunakan pendekatan Naghom maqomat (Seni Irama baca Al-Quran). Salah satu maqomat yang menarik itu adalah irama bayati. Dari tanah Arab ke seluruh penjuru dunia, nagham telah menjadi teman setia bagi tajwid Al-Qur’an, kemudian umat Islam bisa membaca Al-Qur’an dengan versi murattal dan versi mujawwad. Walaupun muncul perbedaan pendapat tentang boleh atau tidaknya nagham dalam membaca al-Qur’an, akan tetapi perbedaan pendapat -yang sudah tua- tersebut bermuara pada sikap kehati-hatian dari ulama madzhab Maliki akan tercemarnya kemurnian Al-Qur’an. Tujuan daripada penelitian adalah untuk mengetahui pengembangan metode tahsin dengan pendekatan maqamat bayati. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan cara eksperimen. Ringkasan dari penelitian ini adalah menjabarkan tentang sebuah metode tahsin baru yang mudah, menarik dan menyenangkan serta mudah dipelajari. Kesimpulannya adalah menghasilkan sebuah metode baru yang dapat meningkatkan daya minat orang untuk belajar tahsin Al-Quran. Abstract The method of learning tahsin Al-Quran is a learning process for someone to be able to read the Koran properly and correctly. With the existence of this method of tahsin Al-Quran, generations will always be born who are able to read the Al-Quran with tartil, and its impact will directly support and help the focus of the government in achieving its own educational goals. One method to make the learning of the Al-Quran tahsin run interesting is to use the Naghom maqomat approach (the art of reading the Al-Quran). One of the interesting maqomats is the baby rhythm. From the land of Arabia to all corners of the world, nagham has become a loyal friend to the recitation of the Al-Qur'an, then Muslims can read the Al-Qur'an in the murattal version and the mujawwad version. Even though there are differences of opinion about whether or not nagham is allowed to read the Qur'an, the difference of opinion - which is old - leads to the caution of the Maliki school of thought that the purity of the Al-Qur'an is tainted. The purpose of this research is to determine the development of the tahsin method with the maqamat bayati approach. The method used is a qualitative research method by means of experiments. The summary of this study describes a new tahsin method that is easy, interesting and fun and easy to learn. The conclusion is to produce a new method that can increase people's interest in learning tahsin Al-Quran.
Konsep Pendidikan Tazkiyatun Nafs Ibnul Qayyim Dalam Menangani Kenakalan Peserta Didik Iqbal Asid Maududin; Abas Mansur Tamam; Wido Supraha
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.393

Abstract

Abstrak Salah satu masalah dalam dunia pendidikan adalah kenakalan para peserta didik. Dalam dunia pendidikan islam, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah aspek tazkiyatun nafs. Yaitu aspek yang lebih menitik beratkan pada proses pembersihan jiwa, dengan cara membersihkan hati dari segala kotoran-kotoran dan nafsu syahwat serta mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sholih. Maka tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui konsep tazkiyatun nafs Ibnul Qayyim dalam kitab Al daa’ wa al dawaa’ dalam menangani kenakalan peserta didik. Metode yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif studi pustaka. Yaitu penulis menganalisis kitab al-daa’ wa al-dawaa’ mulai halaman 1-100. Setelah menganalisis dan mengklasifikasi konsep tazkiyatun nafs, penulis kemudian mengumpulkan teori dan informasi lainnya dari berbagai kitab yang berhubungan dengan tema penelitian. Hasil analisis penulis ada lima konsep tazkiyatun nafs, yaitu: a) meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, b) Al Qur’an sebagai obat, c) memperbanyak doa, d) menyeimbangkan antara mahabbah, khouf, dan raja’, dan e) menjauhi dosa dan kemaksiatan. Kesimpulan penelitian bahwa kelima konsep ini dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan untuk membersihkan jiwa-jiwa para peserta didik dengan harapan dapat menurunkan kenakalan mereka.
Manajemen Kelas Islami di SMP Madina Islamic School Raka Prasetyo; Wido Supraha; Ulil Amri Syafri
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.398

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah pengembangan model manajemen kelas Islami, yang pada proses pengelolaan manajemen kelas ini menekankan kepada pendidik agar menjadi seorang pendidik yang memiliki suatu keahlian berupa aktifitas mengobservasi, mengidentifikasi segala kebutuhan pengelolaan pembelajaran berbasis kepada kebutuhan peserta didik yang akan dilakukan dalam pembelajaran sampai akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah perencanaan pembelajaran secara Itqan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Kelas di SMP Madina Islamic School. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah developmental research dengan tahapan pokok yaitu: observasi, wawancara, dokumentasi. Sumber data yaitu proses kegiatan belajar mengajar pada kedua sekolah yaitu: SMP Madina Islamic School. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif untuk penemuan dan perancangan model manajemen kelas Islami. Berdasarkan kajian literatur dan observasi dari hasil pengumpulan data yang bersifat administrasi maupun fakta dilapangan terhadap profil sekolah yang mencakup visi, misi, tujuan, kurikulum yang memuat berbagai macam unsur seperti muatan kurikulum, program-program sekolah, sistem pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran meskipun dilakukan melalui daring di sekolah SMP Madina Islamic School yakni model manajemen kelasnya telah menerapkan berbagai macam sub bagiannya secara Islami baik sejak perencanaan, pelaksanaan hingga proses evaluasi. Model manajemen kelas Islami ini mengacu konsep manajemen pengelolaan kelas yang berupaya menerapkan nilai-nilai keislaman didalam kelas. Abstract The problem in this research is the development of an Islamic class management model, which in the management process of this class emphasizes the educator to become an educator who has expertise in the form of observing activities, identifying all the needs of learning management based on the needs of students who will be carried out in learning until the end. decided to make an Itqan learning plan. This study aims to analyze Class Management at SMP Madina Islamic School. The approach used in this research is developmental research with the main stages, namely: observation, interview, documentation. The data source is the process of teaching and learning activities in both schools, namely: SMP Madina Islamic School. The analytical method used is a qualitative method for the discovery and design of Islamic classroom management models. Based on literature review and observations from the results of administrative data collection as well as facts in the field against school profiles which include vision, mission, objectives, curriculum which contains various elements such as curriculum content, school programs, learning systems and implementation of learning even though it is done online In Madina Islamic School, the class management model has implemented various subsections in an Islamic manner, from planning, implementation to the evaluation process. This Islamic class management model refers to the concept of class management that seeks to implement Islamic values in the classroom.
Kompetensi Guru Tahfizh Perspektif Imam An-Nawawi dan Implementasinya di Pondok Pesantren Mahasiswa Dan Sarjana Ulil Albaab Universitas Ibn Khaldun Bogor Jumad Ridwan; Wido Supraha; Akhmad Alim
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.452

Abstract

Abstrak Kompetensi guru adalah keahlian, pengetahuan, prilaku dan keterampilan yang dimiiki guru. Kualitas pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas para gurunya. Sebagus-bagusnya rancangan kurikulum, teknologi pendidikan, ataupun perencanaan pendidikan, jika tanpa guru yang berkualitas, maka tidak akan membawa kesuksesan dalam meraih tujuan pendidikan. Guru bukan hanya memikirkan metode-metode pengajaran di kelas saja, akan tetapi bagaimana mengembangkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap dan tingkah laku. Guru tahfizhh al-Qur’an merupakan orang yang terbaik dan mulia karena dia mengajarkan wahyu Allah ﷻ kepada para murid. Guru tahfizh harus memiliki beragam kompetensi atau keahlian dalam membina santri, agar santri yang dihasilkan mempunyai mutu dan berdaya guna. Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi guru tahfizh perspektif imam an-Nawawi dalam kitab al-Tibyān Fī Ᾱdāb Ḥamalah al-Qur‘ān dan implementasinya di PPMS Ulil Albaab UIKA Bogor. Metode penelitian ini menggunakan study pustaka (library research) dan survei lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi menurut imam an-Nawawi adalah kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi Islamic worldview. Adapun kompetensi yang ada di PPMS Ulil Albaab UIKA ialah kompetensi keilmuan, kompetensi akhlak, kompetensi Islamic worldview, kompetensi profesional, kompetensi diyanah dan kompetensi jamaah. Abstract Teacher competence is the expertise, knowledge, behavior and skills possessed by the teacher. The quality of a nation's education is largely determined by the quality of its teachers. No matter how good the curriculum design, educational technology, or educational planning, if without qualified teachers, it will not bring success in achieving educational goals. Teachers not only think about teaching methods in the classroom, but how to develop insight, knowledge, skills, values, attitudes and behavior. The tahfiz al-Qur'an teacher is the best and noble person because he teaches Allah's revelation to the students. Tahfizh teachers must have various competencies or expertise in fostering students, so that the resulting students have quality and are efficient. The purpose of this study was to determine the competence of the tahfizh teacher from the perspective of Imam an-Nawawi in the book of al-Tibyān Fī dāb Ḥamalah al-Qur'ān and its implementation in PPMS Ulil Albaab UIKA Bogor. This research method uses library research and field surveys. The results showed that the competencies according to Imam an-Nawawi are personality competencies, professional competencies, pedagogic competencies, social competencies and Islamic worldview competencies. The competencies in PPMS Ulil Albaab UIKA are scientific competence, moral competence, Islamic worldview competence, professional competence, religious (diyanah) competence and congregational competence.
Pengembangan Supervisi Isi Pendidikan Islam di Pesantren Darussofa Bogor M Nawawi Ginting; Wido Supraha; Abas Mansur Tamam
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.456

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah apa yang kamu lihat apa yang kamu dengar apa yang kamu rasakan itu adalah pendidikan. Pada konteks ini, guru merupakan salah satu komponen penentu keberhasilan pendidikan. Salah satu masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan adalah rendahnya kualitas pendidikan. Hal ini dapat di lihat dari proses maupun hasil produk pendidikan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang guru Profesional dan Relevansinya dengan Perkembangan Pendidkan Agama Islam di Indonesia. Berdasarkan masalah yang diangkat dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode analisis isi. Metode ini penulis gunakan untuk menggambarkan, menguraikan, menafsirkan, membandingkan mencari pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang guru Profesional dan Relevansinya dengan Perkembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Abstract Education is what you see what you hear what you feel is education. In this context, teachers are one of the determining components of educational success. One of the problems faced by the world of education is the low quality of education. This can be seen from the process as well as the results of educational products themselves. The purpose of this research was to find out Ki Hajar Dewantara's thoughts on Professional teachers and their relevance to the Development of Islamic Studies in Indonesia. Based on the problems raised in this writing, the author uses a method of content analysis. This method the author uses to describe, decipher, interpret, compare ki Hajar Dewantara's thoughts on Professional teachers and their relevance to the Development of Islamic Religious Education in Indonesia.
Co-Authors A. Alim A. Rahmat Rosyadi Abas Mansur Tamam Abdul Hayyie Al Kattani Abdul Hayyie Al Kattani Abdul Hayyie Al Kattani Adhy, Agung wahyu Agus Patoni Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Akhmad Alim, Akhmad Albadi Alim, Akhmad Amalia Hasanah Amirudin, Arif Andriana, Neisa Anissa Maila Rahayu Anung Alhamat Anwar, Agus Khoirul Aprianto, Adi Asep Suherman Asep Suherman Aulia Ramdanu Bahari, Ilham Bahrum Subagiya Bairanti Asriandhini Budi Handrianto Buldan Nurjaman Darwis, Adnan Dede Iik Mudrikah Dendi Azim Dhohir, Irfan Ilahi Efendi, Yudi El Hanif, Zubair Qudsi Endin Mujahidin Fitroh, Miftahul Hartono, Rudi Hasbi Indra Hayyie Al-Kattani, Abdul Herawati, Siti Hilda Rafika Waty Ibnu Rusydi Ilis Istiqomatunisa Imas Kania Rahman Indo Tang Insani, Abdul Badie Hidayatul Iqbal Asid Maududin Jainudin Oumo Juhaepa, Juhaepa Jumad Ridwan Kafa Sakinah Kasmen Kusumah, Mada Wijaya M Nawawi Ginting Mansur , Abas Masyithoh Masyithoh Muhammad Abdul Jabar Muhammad Abdul Jabar Muhammad Kholid Muslim Muslim Nesa Novrizal Nesia Andriana Rahma, Farida Nur Rahman, Imas Kania Rahman, Taufik Nur Raka Prasetyo Ridwan, Jumad RUDI HARTANTO Rudi Hartono Ruh Halil Ahmad Ibrahim Sakinah, Kafa SANTI LISNAWATI Sari, Anggita Sastra, Ahmad Sastra, Ahmad Selvi Sri Wahyuni Sepiah Sepiah Sepiah, Sepiah Suharsih, Suharsih Suryadin, Ardi Suryana, Bunyamin Suryati Suryati Syarif Hidayatullah Gani Syifa, Irfan Wahyu Tamam, Abas Mansur Tang, Indo TATANG HIDAYAT, TATANG Taufik Nur Rahman Toyyibudin Ulil Amri Syafri Wardi Suwandi Yudi Efendi Yuhdi, Yuhdi Zulfa, Zayyanatun