Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYELESAIAN SENGKETA SECARA ADAT DI NEGERI RAJA - RAJA KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH (ANALISIS PENDEKATAN PRESPEKTIF HUKUM PROGRESIF) Hendra Musaid
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 6: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengakuan terhadap penyelesaian sengketa adat seperti di Kecamatan Leihitu, diperlukan penelitian yang komprehensif mengenai validitas yuridis dari perspektif hukum progresif. Kajian ini harus mencakup aspek teoritis, konseptual, aplikatif, serta realitas empiris dan normatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis penyelesaian sengketa adat di Negeri Raja-Raja, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, dari perspektif hukum progresif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara . Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif analitis, yang bertujuan untuk menggambarkan penerapan prinsip-prinsip hukum progresif dalam penyelesaian sengketa adat serta hubungan dan relevansinya dengan sistem hukum formal yang berlaku di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah penyelesaian perkara pidana dan perdata dilakukan melalui beberapa jalur, yaitu adat, kepolisian, dan pengadilan, dengan jalur adat yang lebih dominan. Proses penyelesaian sengketa adat mengutamakan musyawarah dan mediasi yang dipimpin oleh perangkat adat atau Raja. Meskipun prosedur penyelesaian di tingkat desa atau negeri tidak sepenuhnya sesuai dengan hukum nasional, hal ini selaras dengan nilai sosial dan budaya lokal yang mengutamakan keharmonisan masyarakat. Pendekatan ini mencerminkan penerapan hukum progresif yang mengutamakan kesejahteraan manusia dan menghargai keragaman budaya hukum di Indonesia.
SOSIALISASI PENTINGNYA MENJAGA EKOSISTEM MANGROVE KEPADA MASYARAKAT DISERTAI PENANAMAN MANGROVE Ohiwal, Morgan; Alimudi, Saiful; Marasabessy, Rendi; Rumatiga, Masdar; Nurlette, Hartono; Musaid, Hendra; Ratau, Asria; Yunita, Melda
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2025
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i1.2683

Abstract

Kerusakan mangrove secara umum terjadi di seluruh kawasan pesisir Indonesia termasuk di Maluku, khususnya di kawasan mangrove di Desa Waiheru Kecamatan Teluk Ambon Baguala Kota Ambon. Penyebab kerusakan mangorbe antara lain ialah alih fungsi lahan menjadi pemukiman, daerah ekowisata, penebangan liar, sedimentasi, dan pencemaran lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan mangrove dan merehabilitasi kawasan mangrove yang rusak. Kegiatan ini dilakukan pada 27 November 2021. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi, penanaman 800 anakan mangrove, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan 576 tanaman (72%) hidup, tanaman yang merana sebanyak 160 tanaman (20%), dan tanaman yang mati sebanyak 64 (8%). Dapat disimpulkan sosialisasi yang disertai dengan penanaman mangrove berhasil mengedukasi masyarakat di sekitar kawasan mangrove dalam memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove dan perlunya merehabilitasi kawasan mangrove yang rusak. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam upaya menjaga kelestarian kawasan mangrove.