Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis Of Innovation Of Aren Sugar Farmers Towards Economic Improvement In Cibaliung District, Pandeglang Regency Roy Tumpal Pakpahan
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition July -September 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandeglang district located in Cibaliung district is a professional farmer and many have opened their own land by growing a variety of crop commodities, both seasonal and annual crops.One of the villages in the district of Pandeglang where most of the inhabitants are farmers is the Cibaliung district. One of the agricultural commodities used as a source of income in Cibaliung district is Aren. In this research, researchers used qualitative research methods to describe Innovation of Sugar Farmers Aren versus Improving the Economy of Cibaliun district. Data used in this research are primary data and secondary data. The researchers used triangulation to evaluate the validity of data The potential to be developed in Cibaliung Cabupatan Pandeglang is numerous enough and wide enough to be used as agricultural land. The size of the land that is owned by the sugar production of various kinds, there are more than 1 ha da tons also less than 1 Ha. And the size of land influences the number of aren trees that grow in the land. Innovation in marketing and production, can increase the income of the economy of the community. As well as innovation and good management is essential to increase the production and sale of sugar aren, which in turn can boost the society of Cibaliung district. Challenges faced by farmers include the availability of raw materials, skilled labor, and traditional means of production.
Implementasi Kebijakan Laboratorium Lingkungan Pemerintah dalam Pemenuhan Persyaratan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Wiwi Alwiyah; Basuki, Johanes; Harry Nenobais; Roy Tumpal Pakpahan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan terutama faktor-faktor yang mempengaruhi impkementasi kebijakan dan upaya yang dilakukan untuk perbaikan implementasi Kebijakan laboratorium lingkungan sesuai Permen LHK Nomor 23 Tahun 2020 yang mengatur tentang pemenuhan persyaratan tambahan laboratorium lingkungan. Dalam  penerapan  kebijakan  tersebut  masih  ditemui  beberapa  permasalahan  menyangkut pemenuhan persyaratan laboratorium lingkungan teregistrasi yang mana hal ini dirasa menjadi ganjalan terutama bagi laboratorium milik pemerintah daerah (Pemda) karena mereka dituntut untuk melakukan pemantauan lingkungan dalam rangka pengendalian pencemaran sementara sesuai peraturan lembaga yang berwenang untuk melakukan pemantauan lingkungan adalah laboatorium lingkungan teregistrasi. Dari pengamatan lapangan diperoleh informasi bahwa ada beberapa kondisi yang mempengaruhi penerapan kebijakannya yaitu faktor internal diantaranya pengambil kebijakan, kualitas SDM dan ketersediaan sarana prasarana sedangkan faktor eksternalnya adalah kurangnya dukungan pemerintah pusat dalam memberikan pembinaan seperti pelatihan dan sosialisasi serta belum adanya pengawasan secara berkala terkait dengan penerapan kebijakan.. Penelitian dilakukan dengan menggunakan teori Merille S. Grindle dan metode kualitatif. Studi kasus di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan masih kurang optimal, terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi penerapan kebijakan sehingga perlu dikembangkan mekanisme pembinaan dan pengawasan yang efektif. .