Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PERAN DAN FUNGSI ADVOKAT SEBAGAI PEMBERI BANTUAN HUKUM Fauziah Lubis; Muhammad Rayhan, Rayhan; Ishaq London Lubis; Fitria Nurhaliza; Jusnaini; Rabbiyatul Atdawiyah Lubis
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i1.115

Abstract

Penelitian ini membahas peran dan kewajiban advokat dalam memberikan bantuan hukum, khususnya kepada masyarakat kurang mampu, dengan menyoroti tantangan yang dihadapi. Pendekatan yuridis normatif digunakan untuk menganalisis peran advokat sebagai penegak hukum dalam memperjuangkan hak asasi manusia (HAM) dan prinsip kesetaraan di hadapan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokat memegang peranan strategis dalam memberikan akses hukum yang adil, meskipun dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan dana, distribusi advokat yang tidak merata, serta kurangnya kesadaran hukum masyarakat. Bantuan hukum gratis (pro bono publico) yang diberikan advokat tidak hanya menjadi hak fundamental masyarakat miskin, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral advokat dalam upaya penegakan HAM. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya sinergi antara advokat, pemerintah, dan lembaga bantuan hukum untuk memperluas akses terhadap bantuan hukum. Reformasi administrasi, edukasi hukum, dan distribusi advokat yang lebih merata diperlukan untuk mengatasi hambatan ini. Dengan demikian, advokat dapat berperan optimal sebagai pilar penegakan supremasi hukum dan perlindungan HAM. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi peningkatan efektivitas bantuan hukum di Indonesia. Kata Kunci: Advokat, Bantuan Hukum, Hak Asasi Manusia, Pro Bono.
RESTRUCTURING OF MOTORCYCLE SALE-BASED FINANCING THROUGH MEDIATION FROM THE PERSPECTIVE OF MASLAHAH MURSALAH Rabbiyatul Atdawiyah Lubis; Annisa Sativa
Journal Analytica Islamica Vol 15, No 1 (2026): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v15i1.28093

Abstract

The development of motorcycle purchases through financing schemes continues to increase, but this has implications for the increased risk of default due to late payments, especially during economic pressures such as the Covid-19 pandemic. This condition demands a settlement mechanism that not only provides legal certainty for financing institutions but also protects consumers so that obligations can still be met without losing the object of financing. This study aims to analyze financing restructuring as a solution to resolve defaults in motorcycle sales and purchase agreements, as well as assess the function of mediation as a dialogue space that produces a new, fair agreement based on the perspective of maslahah mursalah. The study uses a normative juridical method with a statutory and conceptual approach, through a review of the Civil Code, POJK No. 14/POJK.05/2020, and PERMA No. 1 of 2016, accompanied by a study of relevant literature. The results of the study indicate that financing restructuring (rescheduling, reconditioning, and restructuring) is effective in maintaining contract sustainability and reducing potential losses for both parties. Mediation plays a strategic role as a mandatory deliberation mechanism prior to litigation, allowing for proportional adjustments to payment schemes and avoiding protracted conflicts. From a maslahah mursalah perspective, mediation-based restructuring represents a solution that brings benefits, prevents harm, and maintains the socio-economic stability of the parties. These findings confirm that the dialogic-restorative approach is a more humane and relevant model for resolving financing disputes in contemporary legal practice.