Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII ditinjau dari gaya belajar Rofi Rhyana Dwi Anggraini; Aan Hendroanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v12i1.7047

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangat penting dalam pendidikan matematika, dikarenakan kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan dalam pendidikan matematika. Salah satu faktor yang mempengarui pemecahan masalah adalah gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemetaan gaya belajar kelas VIIIA serta untuk mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 2 Godean ditinjau dari gaya belajar.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian yaitu sebanyak 6 orang siswa kelas VIIIA dimana masing-masing type gaya belajar diwakili oleh 2 orang siswa. Teknik pengambilan data menggunakan angket gaya belajar, tes kemampuan pemecahan masalah, dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 27 siswa terdapat 16 (59%) siswa bergaya belajar visual, 4 (15%) siswa gaya belajar auditorial, 5 (19%) siswa gaya belajar kinestetik, dan 2 (7%) diantaranya V-A-K. Kemampuan penyelesaian masalah pada siswa visual mampu melaksanakan hingga tahap ketiga polya (pemahaman masalah, penyusunan rencana, dan melaksanakan rencana), siswa auditorial mampu melaksanakan tahap hingga tahap ketiga (pemahaman masalah, penyusunan rencana, dan melaksanakan rencana), namun subjek A2 tidak melaksanakan tahap 2 yaitu penyusunan rencana, siswa kinestetik melaksanakan hingga ke tahap 3 (pemahaman masalah, penyusunan rencana, dan melaksanakan rencana). Ketiga subjek sama-sama tidak melaksanakan tahap 4 yaitu memeriksa kembali.
Apakah pembelajaran berbasis proyek dapat dilakukan secara daring menggunakan video? Aan Hendroanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v13i1.10711

Abstract

Pemberlajaran berbasis proyek menuntut siswa untuk bekerja secara aktif untuk menyelesaikan suatu proyek dan menghasilakn suatu karya. Namun, pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan model pembelajaran ini menjadi sulit karena harus dilakukan secara daring. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan video suatu kegiatan untuk membantu pelaksanaan pembelajaran berbasi proyek secara daring. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan empat langkah yaitu: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan semester 4 pada mata kuliah Geometri Deskriptif. Data diperoleh dari penilaian ahli media dan ahli materi serta respon mahasiswa. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa video dapat diimplementasikan pada pembelajaran berbasis proyek secara daring dengan nilai respon mahasiswa yaitu 4,67 termasuk kategori sangat baik. Selain itu, penilaian dari ahli menunjukkan skor 4,57 termasuk kategori sangat baik.
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Daring Interaktif Bagi Guru-Guru SD Sebagai Upaya Optimalisasi Pembelajaran Pada Masa Pandemi Widayati Widayati; Aan Hendroanto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4865

Abstract

Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Madureso Kuwarasan Kebumen, selama masa pandemi kurang efektif, karena siswa masih tetap harus didampingi dalam belajar. Di sisi lain, guru juga belum memiliki kemampuan dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang interaktif secara daring. Dari dua permasalahan tersebut, guru memerlukan pelatihan pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan pemahaman siswa. Solusi dari permasalahan ini yaitu menggunakan media pembelajaran yang dipadukan dengan media waqom agar pembelajaran menjadi interaktif.  Pelatihan ini dilaksanakan menjadi dua tahap yaitu pelatihan pembuatan video menggunakan aplikasi screen recording dan pelatihan pembuatan video pembelajaran menggunakan pen tablet waqom. Selain itu dilaksanakan pendampingan bagi guru untuk menerapkan produk dalam pembelajaran matematika daring. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan bulan November 2021. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 4 pertemuan secara daring maupun luring dengan peserta sebanyak 25 guru. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan guru yang semula belum mengenal penggunaan screen recording dan waqom menjadi tertarik untuk mengaplikasikannya dalam kegiatan pembelajaran.During the pandemic period, learning at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Madureso Kuwarasan Kebumen was less effective because students still had to be accompanied in learning. On the other hand, teachers cannot develop interactive online mathematics learning. From these two problems, teachers need interactive learning training to improve students' understanding. The solution to this problem is to use learning media combined with waqom media so that learning becomes interactive. This training was carried out in two stages: training on making videos using a screen recording application and training on making learning videos using a waqom pen tablet. In addition, mentoring is also provided for teachers to apply products in online mathematics learning. The activities are carried out from June to November 2021. This activity was held four times online and offline with 25 teachers. This activity showed that teachers who were previously unfamiliar with the use of screen recording and waqom became interested in applying them in learning activities.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH GURU SMA/SMK MUHAMMADIYAH SEKABUPATEN GUNUNGKIDUL Vita Istihapsari; Aan Hendroanto
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.352

Abstract

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan adalahpenggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran yang baik akan membantu guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang baik pula serta membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu media pembelajaran yang cukup populer saat ini yaitu media pembelajaranFlash. Media pembelajaran ini dinilai sangat baik untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena penggunaannya yang effisien dan effektif. Oleh karena itu, pelatihan pengembangan media pembelajaran flash perlu dilakukan pada guru-guru matematika. Artikel ini membahas tentang pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran flash bagi guru SMA/SMK se Kabupaten Gunungkidul. Metode pengabdian yang digunakan yaitu pelatihan dan workshop. Adapun hasil dari pelatihan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa 1) pelatihan dan workshop berjalan dengan lancar dan baik, 2) respon perserta terhadap pelaksanaan pelatihan dan workshop termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 4,2, 3) terdapat kendala berupa keterbatasan waktu pembuatan media pembelajaran flash dan minat guru dalam pembuatan media yang kurang, serta 4) jarak yang terlalu jauh membuat peserta sulit dalam berkoordinasi dengan anggota kelompoknya.
PELATIHAN DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BAGI GURU MATEMATIKA SEKOLAH DASAR SD MUHAMMADIYAH KOTA YOGYAKARTA Aan Hendroanto; Fariz Setyawan
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v2i3.399

Abstract

Sekolah Dasar Muhammadiyah di Kota Yogyakarta masih banyak yang menerapkan pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Padahal dalam kurikulum 2013, pembelajaran matematika seharusnya berpusat pada siswa. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi guru matematika Sekolah Dasar Muhammadiyah Kota Yogyakarta untuk mendesain dan mengembangkan pembelajaran pendidikan matematika realistik. Artikel ini membahas tentang pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan desain pembelajaran pendidikan matematika realistik. Metode pengabdian yang digunakan yaitu Seminar dan pelatihan atau workshop. Adapun hasil dari pelatihan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa 1) seminar dan workshop berjalan dengan lancar dan baik, 2) respon perserta terhadap pelaksanaan kegiatan ini termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 4,3. Berdasarkan hasil survey diketahui pula bahwa waktu dan target materi menjadi kendala utama bagi para guru dalam mengimplementasikan pembelajaran pendidikan matematika realistik.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DAN HIGH ORDER THINKING SKILLS Vita Istihapsari; Aan Hendroanto
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v4i3.1254

Abstract

Guru matematika di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, banyak yang mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran matematika berbasis Pendidikan Matematika Realistik (PMR) dan High Order Thinking Skills (HOTS). Banyak kendala yang dirasakan oleh guru sehingga perlu adanya pendampingan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika berbasis PMR dan HOTS. Artikel ini mengulas tentang implementasi PMR dan HOTS pada kegiatan pembelajaran di kelas. Peserta pelatihan terdiri dari 54 guru dari 54 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Bantul. Implementasi dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok Timur, Barat, dan Selatan. Metode yang digunakan yaitu Lesson Study dalam kelompok beranggotakan 15-19 guru. Implementasi dilakukan sebanyak 3 kali di waktu yang berbeda dan sekolah yang berbeda pula. Hasil dari kegiatan ini yaitu para guru berhasil menyusun desain PMR dan HOTS yang diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran matematika di kelas.
How Students Solves PISA Tasks: An Overview of Students’ Mathematical Literacy Aan Hendroanto; Afit Istiandaru; Nisa Syakrina; Fariz Setyawan; Rully Charitas Indra Prahmana; Agus Sofian Eka Hidayat
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 2 No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.335 KB) | DOI: 10.12928/ijeme.v2i2.10713

Abstract

This article aims to investigate how mathematics education students in Universitas Ahmad Dahlan solve PISA mathematics problems. This research used the descriptive method with the qualitative approach and supported with quantitative data. Research subjects were 20 new students of mathematics education at Universitas Ahmad Dahlan in the 2016/2017 academic year. We translated the 2012 PISA instrument and used it to collect data on students’ mathematical literacy skills and to identify their difficulties. All the data were analyzed based on PISA’s framework. The result shows that, in general, 65.7% of students were able to understand the problems and plan their strategies to solve them. Meanwhile, only 46.9% among them could answer correctly. In addition, only 36.8% of the students were able to understand the level 6 problems while only 23.7% among them answered correctly. The students performed well in the interpretation process towards the problems with individual and social contexts. However, they found difficulties in the formulation and employment process of the problems, especially in the work and scientific context.
Land subdivision: How students determine equal area Aan Hendroanto
International Journal on Education Insight Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.138 KB) | DOI: 10.12928/ijei.v1i1.2088

Abstract

This study aims to support student’s understanding of the properties of a bisector related to the area of the triangle. A context and a set of activities is design based on Realistic Mathematics Education (RME) theory to develop students’ understanding and to engage them in meaningful activities. Design research is chosen as the research approach with two cycles of experiment. A context of land subdivision problem was selected to activate students’ prior knowledge and to bring them into the activities. At First, the activities is presented in small group of mathematics students and in the regional mathematics competition as one of the final question for the finalists. Then, the second cycle is conducted in the classroom with students from mathematics education program in Universitas Ahmad Dahlan. The result showed that none of the students and finalists in the competition were able to solve the question because they do not have idea how to do land subdivision. They cannot use their prior knowledge of bisector to solve the problem. After revising the activities, in the classroom, all groups in the class were able to solve the problem. These activities are land subdivision with three different levels of difficulties and purposes.
KEMAMPUAN HOTS SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA SOAL GEOMETRI Elix Budiyanta; Aan Hendroanto; Harina Fitriyani
Integral : Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2020): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.662 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v11i1.1134

Abstract

Higher-order thinking (HOTS) is a high-level thinking ability in the cognitive processes that a person has in solving problems, having critical, creative, argumentative and ability skills make decisions. HOTS is one of the important competencies students have. But, in fact the results of the PISA 2018 survey show that students' scientific, literacy, and mathematical abilities in Indonesia are still weak. Therefore, this study aims to identify the extent of the ability of HOTS possessed by junior high school students in solving mathematical problems in geometry at the Literacy Contest Competition held by the Ahmad Dahlan University Mathematics Education Study Program in 2018. This study uses a qualitative descriptive study. The subject of this research was the contestants for the semi-final round of the Mathematics Literacy Contest competition which consisted of 7 teams with 3 students each. The object of this research is HOTS ability. Data analysis used qualitative descriptive analysis. The results showed that the HOTS abilities possessed by junior high school students in solving geometry problems in the Mathematics Literacy Contest race were on average less in the stages of evaluating and creating stages. Keywords : Higher Order Thinking Skill, Junior High School, Geometry. Abstrak Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada proses kognitif yang dimiliki seseorang dalam memecahkan masalah, yaitu keterampilan berpikir kritis, kreatif, berargumen dan kemampuan mengambil keputusan. HOTS merupakan salah satu kompetensi penting untuk dimiliki peserta didik. Namun, Faktanya hasil survei PISA 2018 menunjukkan bahwa kemampuan sains, literasi, dan matematika siswa di Indonesia masih lemah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana kemampuan HOTS yang dimiliki oleh siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika soal geometri pada ajang Lomba Kontes Literasi yang diadakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para siswa SMP/MTs kelas 8 lomba Kontes Literasi matematika yang terdiri dari 7 tim dengan jumlah masing-masing tim adalah 3 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan HOTS yang dimiliki siswa SMP dalam memecahkan soal geometri pada lomba Kontes Literasi matematika rata-rata kurang dalam tahapan mengevaluasi dan tahapan mencipta. Kata kunci: Kemampuan HOTS, Siswa SMP, Geometri.
Kemampuan spasial siswa setelah belajar geometri deskriptif secara daring Aan Hendroanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v13i3.14027

Abstract

Implementasi pembelajaran daring selama pandemic covid 19 telah berdampak pada perkembangan kemampuan spasial siswa dalam mata kuliah geometri deskriptif. Perkembangan kemampuan spasial siswa terganggu karena pelaksanaan pembelajaran yang secara daring sementara kegiatan praktikum seharusnya dilakukan secara luring. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan spasial mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP UAD pada mata kuliah geometri deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek yaitu 24 orang mahasiswa semester 4 peserta mata kuliah geometri deskriptif tahun akademik 2021/2022. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan spasial, serta wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan spasial siswa 67,8 dengan kategori cukup. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa masih kurang dari yang diharapkan yaitu masuk kategori sangat baik.